Ferrari mengambil langkah yang paling berani lewat Luce, model listrik murni pertama yang disiapkan masuk jalur produksi 2027. Mobil ini tidak sekadar menandai transisi ke era tanpa emisi, tetapi juga menjadi panggung baru bagi Maranello untuk menunjukkan bahwa listrik tetap bisa dibalut karakter ekstrem khas Ferrari.
Alih-alih memodifikasi platform mesin pembakaran internal, Ferrari memilih membangun arsitektur elektrik murni dari nol. Pendekatan itu membuat pabrikan asal Maranello tersebut punya kendali penuh atas seluruh paket teknis, karena setiap komponen dikembangkan secara in-house dan disiapkan untuk bekerja dalam sistem tegangan tinggi 880 Volt.
Desain yang sengaja dibuat berbeda
Luce juga lahir dengan bahasa desain yang tidak biasa untuk ukuran Ferrari. Sasisnya menggunakan material all-aluminum, sementara tata letaknya mengusung cab-forward design yang mendorong posisi penumpang ke area depan untuk mendukung proporsi dan dinamika.
Dari sisi ukuran, mobil ini punya panjang 5.026 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.544 mm. Dimensinya membuat Luce sedikit lebih panjang dari Purosangue, tetapi atapnya dipangkas dua inci lebih rendah agar posturnya terlihat lebih rendah dan pipih.
Ferrari turut menggandeng LoveFrom untuk menggarap estetika eksterior. Firma desain yang dipimpin Sir Jony Ive bersama Marc Newson itu memberi sentuhan minimalis radikal, namun tetap menjaga hubungan kuat dengan karakter aerodinamika Ferrari.
Hasilnya adalah bodi yang sangat pipih demi mengejar hambatan udara serendah mungkin dalam sejarah mobil jalan raya Ferrari. Angka koefisien drag Luce tercatat 0,254, dibantu lorong angin besar di area bonnet dan detail bodi presisi yang menjaga permukaan tetap bersih.
Lampu, roda, dan akses kabin yang tidak biasa
Pada bagian visual, Ferrari memakai velg berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Lampu depan dan belakang dibuat menyatu mulus di balik panel gelap saat sistem padam, sehingga tampilan mobil tetap rapi dan futuristis.
Karakter berbeda juga terlihat dari pintu tengah atau center-opening doors. Elemen ini menambah kesan eksklusif sekaligus memperkuat identitas visual Luce yang tidak mengikuti pola umum mobil listrik modern.
Kabin yang menolak arus serba layar
Di dalam kabin, Ferrari tidak memilih pendekatan serba layar. Luce justru memadukan panel digital OLED resolusi tinggi dengan tombol-tombol mekanis agar sensasi taktil tetap hadir saat berkendara.
Lingkar kemudinya memakai bahan aluminium dengan nuansa retro dan dikelilingi tombol fisik. Panel instrumen digital bahkan dibingkai cincin logam fisik supaya nuansa mekanikal klasik tetap terasa kuat meski penggeraknya sepenuhnya listrik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Ferrari ingin menjaga pengalaman berkendara tetap emosional dan mewah. Kabin Luce dibuat bukan hanya untuk terlihat modern, tetapi juga untuk tetap terasa seperti sebuah Ferrari.
Tenaga besar yang tetap membawa DNA Ferrari
Di sektor performa, Luce mengandalkan empat motor listrik radial-flow permanent-synchronous yang dipasang pada tiap roda. Motor tersebut dikembangkan sepenuhnya secara mandiri dan memakai Halbach array untuk mengarahkan fluks magnetik ke stator.
Teknologi itu berasal dari unit daya jet darat Formula One dan dipakai untuk memaksimalkan densitas torsi. Dengan penggerak AWD, Luce menghasilkan 1.113 tenaga kuda atau 1.128 PS, lalu diklaim mampu melesat 0-100 km/jam dalam 2,5 detik.
Energinya bersumber dari baterai NMC berkapasitas bersih 122 kWh. Paket baterai itu dikembangkan bersama sel pasokan dari SK On dan dipasang merata di lantai sasis agar pusat gravitasi turun 95 mm dibanding Purosangue.
Arsitektur 880V juga mendukung pengisian cepat hingga 350 kW. Dalam kondisi itu, daya jangkau WLTP dapat dipulihkan hingga melebihi 529 kilometer.
Ferrari menambahkan fitur penghemat energi saat mobil melaju konstan. Motor listrik depan akan otomatis terputus ketika cruising untuk menekan konsumsi daya.
Pengendalian yang tetap fokus pada presisi
Luce juga dibekali suspensi aktif berbasis kelistrikan 48 Volt. Sistem ini bekerja sangat cepat sehingga Ferrari bisa menghilangkan anti-roll bars fisik tanpa mengorbankan stabilitas.
Untuk membantu kelincahan, Ferrari memasang four-wheel steering dan torque vectoring independen pada kedua poros roda. Kombinasi ini ditujukan agar mobil tetap presisi saat bermanuver dan stabil ketika dipacu dalam kondisi dinamis.
Produksi Luce akan berlangsung eksklusif di E-Building, fasilitas manufaktur terbaru Ferrari. Unit perdana dijadwalkan menyapa pasar Eropa pada akhir tahun 2026, sebelum menyusul ke Amerika Serikat pada awal tahun 2027.
Harga dasarnya mulai dari €550.000 atau sekitar Rp9,5 miliar. Dengan banderol itu, Luce menjadi pernyataan paling tegas bahwa Ferrari ingin membawa listrik ke level yang tetap identik dengan performa, kemewahan, dan seni desain industri modern.
Source: www.oto.com