God Of War Laufey Geser Sorotan ke Faye, Gerak Bertarungnya Jauh Lebih Cepat dari Kratos

Cuplikan terbaru God of War Laufey langsung mengarahkan perhatian ke satu hal yang paling mencolok: Faye tampil sebagai pusat cerita sekaligus pusat aksi. Sosok yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai istri Kratos dan ibu Atreus itu kini berdiri di depan layar, dengan gaya bertarung yang tampak jauh lebih cepat dan lincah.

Perubahan fokus ini memberi warna baru bagi seri God of War, terutama karena pendekatan Faye terlihat berbeda jauh dari Kratos. Jika Kratos dikenal dengan gerakan yang berat dan membumi, Faye justru memperlihatkan ritme tempur yang lebih akrobatik dan dinamis.

Pengungkapan God of War Laufey datang setelah berbulan-bulan rumor beredar. Sony akhirnya memperlihatkan game ini melalui presentasi State of Play terbaru, lengkap dengan lebih dari 20 menit cuplikan gameplay dan total sekitar 24 menit materi yang menampilkan game secara langsung.

Dari materi yang ditunjukkan, arah cerita mulai terlihat lebih jelas. Adegan pembuka memperlihatkan Kratos dan Atreus berpamitan kepada Faye yang telah meninggal, lalu alur bergerak ke kisah tentang apa yang terjadi pada sang pejuang di alam baka.

Sorotan terbesar ada pada pertarungan Faye

Meski presentasi menampilkan cukup banyak cutscene, perhatian paling besar justru tertuju pada bagian akhir trailer. Sekitar menit ke-18, penonton mendapat gambaran awal tentang pertarungan bos, dan momen itu langsung memicu pembicaraan di kalangan penggemar.

Gaya bertarung Faye menjadi pembeda utama yang langsung terlihat. Banyak yang menilai cara bergeraknya terasa lebih lincah dibanding Kratos, sehingga memberi kesan bahwa permainan ini membawa pendekatan tempur yang baru untuk seri tersebut.

Reaksi awal komunitas terbilang positif. Sebagian penggemar melihat arah ini sebagai penyegar bagi God of War karena Faye hadir dengan tempo aksi yang lebih cepat dan lebih bebas.

Ada pula reaksi bernada candaan dari penggemar yang membayangkan Kratos mengeluh karena kehilangan gerakan khasnya. Meski disampaikan dengan humor, komentar seperti itu menunjukkan betapa kuatnya kesan yang ditinggalkan oleh perbedaan gaya tempur Faye.

Fokus baru di alam baka

Selain soal combat, game ini juga menarik karena membawa cerita ke wilayah yang terasa lebih kacau. God of War Laufey tampaknya menempatkan Faye dalam situasi yang jauh dari bayangan Kratos, dengan nuansa yang lebih liar dan tidak biasa.

Karena sebagian besar presentasi masih berisi cutscene, porsi gameplay murni yang terlihat memang belum terlalu banyak. Namun, potongan yang sudah ditampilkan cukup untuk memberi gambaran bahwa game ini ingin menonjolkan karakter Faye sebagai poros utama, bukan sekadar tokoh latar.

Langkah ini juga memunculkan rasa penasaran baru di kalangan pemain. Banyak penggemar menyambut baik latar yang memusat pada Faye, meski masih menunggu bagaimana Santa Monica Studio mengembangkan karakter dan alur ceritanya secara penuh.

Di saat yang sama, masih ada juga yang bertanya-tanya apakah God of War akan tetap terasa sama tanpa Kratos sebagai tokoh yang bisa dimainkan. Keraguan itu memperlihatkan besarnya peran Kratos dalam identitas seri selama ini.

Tetap saja, pengungkapan God of War Laufey menandai perubahan besar dalam arah serial ini. Untuk pertama kalinya, Faye benar-benar ditempatkan di garis depan, dan dari cuplikan yang sudah terlihat, ia hadir bukan hanya sebagai pusat cerita, tetapi juga sebagai wajah baru pertarungan yang ingin dibawa seri ini.

Source: www.notebookcheck.net

Baca Juga

Back to top button