Grup E-H Piala Dunia Penuh Gejolak, Neuer Balik Dan Spanyol Berpisah Dari Real Madrid

Daya tarik terbesar di fase awal Piala Dunia 2026 bukan hanya nama-nama besar yang tersebar di banyak grup, tetapi juga cara tiap kontestan datang dengan cerita yang berbeda. Dari Jerman yang kembali diperkuat Manuel Neuer, Spanyol yang tampil tanpa pemain Real Madrid, hingga Uruguay yang memasuki era baru, Grup E sampai H langsung memperlihatkan bahwa fase grup tidak akan berjalan datar.

Komposisi skuad di empat grup itu mempertemukan pemain-pemain yang akrab dengan panggung elite Eropa, seperti Virgil van Dijk, Mohamed Salah, Lamine Yamal, Darwin Nunez, dan Kevin De Bruyne. Sebaran kualitas itu membuat persaingan terasa sengit sejak pertandingan pertama, karena tidak ada grup yang benar-benar bisa dianggap ringan.

Grup E jadi panggung kembalinya Neuer

Grup E berisi Jerman, Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador, dan banyak perhatian tertuju pada Jerman sebagai unggulan utama. Sorotan utamanya adalah kembalinya Manuel Neuer setelah sempat menyatakan pensiun usai Euro 2024, lalu dipanggil kembali oleh Julian Nagelsmann untuk menjaga gawang Der Panzer.

Jerman membawa barisan belakang yang kuat lewat Antonio Rudiger, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, dan Malick Thiaw. Di lini tengah, mereka punya Joshua Kimmich, Florian Wirtz, Leon Goretzka, dan Jamal Musiala, sementara sektor depan diisi Kai Havertz, Leroy Sane, Maximilian Beier, dan Nick Woltemade.

Namun, Curacao tidak datang sebagai peserta pelengkap. Tim ini membawa sejumlah pemain yang berkarier di Eropa, termasuk Juninho Bacuna, Leandro Bacuna, Tahith Chong, dan Jurgen Locadia.

Pantai Gading juga memiliki skuad yang seimbang di semua lini. Mereka mengandalkan Mohamed Kone, Evan Ndicka, Odilon Kossounou, Franck Kessie, Ibrahim Sangare, Amad Diallo, Simon Adingra, dan Nicolas Pepe.

Ekuador menambah ketat peta persaingan dengan skuad yang berisi Moises Caicedo, Piero Hincapie, Willian Pacho, Pervis Estupinan, dan Enner Valencia. Dengan komposisi seperti itu, Grup E terlihat terbuka meski Jerman tetap berada di posisi paling depan.

Belanda tetap kuat, tetapi lawan-lawan datang dengan kekuatan yang serius

Grup F mempertemukan Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia dalam satu kelompok yang juga penuh kualitas. Belanda tetap dipandang sebagai favorit, tetapi mereka tidak akan mudah mendominasi karena Jepang dan Swedia sama-sama membawa banyak pemain yang biasa tampil di kompetisi elite Eropa.

Belanda punya fondasi pertahanan yang solid lewat Virgil van Dijk, Nathan Aké, Denzel Dumfries, Jurrien Timber, dan Micky van de Ven. Di sisi lain, mereka juga punya opsi tajam di lini depan melalui Memphis Depay, Cody Gakpo, Donyell Malen, Justin Kluivert, dan Wout Weghorst.

Jepang menjaga konsistensi dengan skuad yang tersebar di berbagai liga Eropa. Wataru Endo, Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Ritsu Doan, Hiroki Ito, dan Ko Itakura menjadi nama penting dalam struktur tim mereka.

Swedia juga membawa ancaman melalui Alexander Isak, Viktor Gyokeres, Anthony Elanga, dan Emil Holm. Tunisia pun hadir dengan keseimbangan antarlini lewat Hannibal Mejbri, Ellyes Skhiri, dan Elias Saad.

Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru sama-sama punya senjata masing-masing

Grup G berisi Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru, dan grup ini menarik karena mempertemukan pemain senior dengan generasi baru. Belgia masih bertumpu pada Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku, tetapi mereka juga memadukan tenaga muda seperti Zeno Debast, Jeremy Doku, dan Amadou Onana.

Mesir menempatkan harapan besar pada Mohamed Salah, dengan Omar Marmoush sebagai pendukung utama. Mereka juga membawa banyak pemain dari liga domestik, sehingga struktur tim tampak memadukan pengalaman dan kekuatan lokal.

Iran tampil dengan skuad yang berisi nama-nama berpengalaman seperti Alireza Beiranvand, Ehsan Hajsafi, Ramin Rezaeian, dan Mehdi Taremi. Selandia Baru pun datang dengan wajah-wajah yang familiar, termasuk Chris Wood, Tyler Bindon, Liberato Cacace, dan Marko Stamenic.

Spanyol tampil tanpa wakil Real Madrid, Uruguay masuk babak baru

Grup H menjadi sorotan tersendiri karena Spanyol mencatat hal yang jarang terjadi, yaitu tidak membawa pemain Real Madrid ke Piala Dunia 2026. Meski begitu, kualitas skuad mereka tetap tinggi berkat Rodri, Pedri, Gavi, Dani Olmo, Lamine Yamal, Nico Williams, Ferran Torres, dan Mikel Oyarzabal.

Di grup yang sama, Cape Verde hadir sebagai debutan. Arab Saudi masih mengandalkan banyak pemain dari klub domestik dan kawasan Timur Tengah, dengan Salem Al Dawsari tetap menjadi nama utamanya.

Uruguay juga datang dengan cerita baru setelah tidak lagi diperkuat Luis Suarez. Meski begitu, mereka tetap memiliki kedalaman skuad yang kuat lewat Federico Valverde, Ronald Araujo, Jose Maria Gimenez, Darwin Nunez, Manuel Ugarte, Rodrigo Bentancur, Giorgian de Arrascaeta, dan Nicolas de la Cruz.

Dengan sebaran nama besar itu, Grup E hingga H langsung menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menawarkan ketegangan sejak fase awal. Neuer kembali bersama Jerman, Spanyol melangkah tanpa pemain Real Madrid, dan Uruguay memulai era baru, sementara tim-tim lain siap mengganggu peta yang sudah tampak penuh kejutan.

Source: bola.bisnis.com
Exit mobile version