Harapan NAC Breda Pupus, Kekalahan 0-6 Melawan Go Ahead Eagles Tetap Berlaku dan Ancaman Degradasi Menguat

NAC Breda harus menelan kenyataan pahit setelah KNVB menolak permintaan mereka untuk mengulang laga melawan Go Ahead Eagles. Hasil kekalahan 0-6 itu tetap sah, sehingga beban NAC dalam persaingan bertahan di Eredivisie semakin berat.

Keputusan ini menutup harapan NAC untuk membalikkan situasi lewat jalur administratif. Dengan sisa musim yang tinggal menyisakan dua pertandingan, ruang gerak klub untuk keluar dari tekanan degradasi kini semakin sempit.

KNVB memahami bahwa keberatan NAC memiliki dasar secara substansi. Namun, federasi menilai pengulangan pertandingan bukan langkah yang tepat karena dampaknya dinilai bisa merembet ke kompetisi secara keseluruhan.

Direktur Sepak Bola Profesional KNVB, Marianne van Leeuwen, menegaskan bahwa kasus seperti ini dapat memicu persoalan yang lebih luas di Eredivisie. Ia menyebut ada banyak klub lain yang juga sudah menyampaikan keberatan serupa terkait persoalan administrasi pemain.

Van Leeuwen bahkan mengungkap bahwa ada 133 pertandingan musim ini yang melibatkan pemain dengan masalah administrasi serupa. Menurutnya, jika gugatan NAC dikabulkan, federasi khawatir akan muncul tuntutan lanjutan dari klub-klub lain.

“Kami pikir akan terjadi kekacauan karena banyak klub lain telah menyampaikan keberatan serupa,” kata van Leeuwen kepada ESPN. Ia menambahkan, situasi itu bisa membuat kompetisi tidak dapat diselesaikan.

Di sisi lain, keputusan KNVB membuat hasil telak 0-6 NAC Breda tetap masuk hitungan penuh. Itu berarti tekanan di papan bawah klasemen tidak berkurang, justru makin terasa karena waktu untuk mengejar poin terus menipis.

NAC kini harus memangkas selisih enam poin dari FC Volendam atau Telstar jika ingin tetap bertahan di Eredivisie. Dengan kondisi seperti itu, peluang mereka keluar dari zona berbahaya tampak semakin sulit.

Sorotan kembali mengarah ke Dean James

Kasus ini juga menyeret perhatian pada Dean James, pemain Go Ahead Eagles yang membela tim nasional Indonesia. NAC mempersoalkan keikutsertaannya karena menilai sang pemain seharusnya tidak tampil.

Pihak NAC menuding Dean James sudah tidak lagi memiliki kewarganegaraan Belanda setelah membela Indonesia. Namun, Go Ahead Eagles menegaskan bahwa Dean James tetap tercatat sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda.

Perbedaan tafsir soal status administratif itulah yang membuat sengketa antara kedua klub muncul. Meski begitu, penolakan KNVB atas permintaan pengulangan laga membuat polemik tersebut tidak berubah menjadi pembatalan hasil pertandingan.

NAC belum menutup kemungkinan langkah berikutnya

Walau gagal di KNVB, NAC belum langsung mengakhiri persoalan ini. Klub menyatakan akan mempelajari putusan tersebut terlebih dahulu bersama para penasihat sebelum menentukan sikap lanjutan.

Dalam pernyataan resminya, NAC menyebut akan meninjau keputusan itu dan berdiskusi dengan penasihat sebelum mengeluarkan tanggapan berikutnya. Sikap itu menunjukkan bahwa klub masih membuka kemungkinan untuk menimbang langkah lain.

Bagi NAC, urusan terpenting kini bukan lagi mengulang pertandingan, melainkan menjaga asa bertahan di Eredivisie. Dengan situasi klasemen yang menekan dan pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin tersisa menjadi sangat menentukan.

Source: www.suara.com
Exit mobile version