Di tengah minat terhadap mobil elektrifikasi, Wuling memilih menempatkan rasa aman sebagai pesan utama untuk Eksion. Bukan harga baterai yang diumbar lebih dulu, melainkan perlindungan garansi yang langsung menyentuh komponen paling mahal pada kendaraan listrik dan hybrid plug-in.
Langkah itu membuat konsumen pertama tidak langsung dibebani kekhawatiran soal biaya penggantian baterai. Selama masih berada dalam periode perlindungan, risiko pengeluaran besar untuk komponen inti dikatakan sudah tertutup oleh skema garansi yang disiapkan pabrikan.
Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menjelaskan keputusan tersebut diambil karena Eksion baru saja diluncurkan. Ia menyebut konsumen sudah masuk dalam garansi standar, sementara pembeli pertama mendapat tambahan perlindungan seumur hidup untuk komponen inti EV.
Jika baterai mengalami masalah dan pemilik mengajukan klaim ke dealer, kerusakan itu masih masuk cakupan garansi. Dengan begitu, harga baterai belum menjadi kebutuhan mendesak untuk dipikirkan pemilik awal kendaraan.
Perlindungan berlapis untuk EV dan PHEV
Wuling tidak hanya mengandalkan satu jenis jaminan untuk Eksion. Pabrikan menerapkan skema garansi berlapis untuk model Plug-in Hybrid Electric Vehicle maupun Battery Electric Vehicle agar konsumen merasa lebih tenang saat menghitung biaya kepemilikan.
Untuk pembeli pertama, Wuling menyediakan Lifetime Core EV Components Warranty. Program ini menjadi nilai tambah di luar garansi standar yang sudah diberikan untuk komponen utama kendaraan elektrifikasi.
Namun, fasilitas seumur hidup itu hanya berlaku untuk tangan pertama. Artinya, perlindungan ekstra ini tidak ikut terbawa ke pemilik berikutnya bila mobil berpindah tangan.
Tiga komponen inti yang masuk jaminan
Secara standar, Wuling memberi garansi selama 8 tahun atau 120 ribu kilometer. Cakupan ini berlaku untuk tiga komponen utama pada mobil EV dan PHEV Wuling.
Tiga komponen tersebut meliputi baterai atau power battery, motor penggerak atau drive motor, dan unit kontrol motor atau motor controller system. Dengan perlindungan itu, bagian yang paling mahal justru mendapat perhatian terbesar dari pabrikan.
Bagi konsumen, skema seperti ini membuat kepemilikan awal Eksion terasa lebih aman. Kekhawatiran soal biaya perbaikan besar yang sering muncul di mobil elektrifikasi ikut ditekan sejak awal.
Saat mobil masuk pasar bekas
Situasinya berbeda ketika Eksion dijual kembali. Garansi seumur hidup milik pembeli pertama memang tidak otomatis berpindah, tetapi perlindungan pabrikan tidak hilang seluruhnya.
Pemilik berikutnya masih bisa memakai sisa garansi standar yang belum habis dari periode 8 tahun tersebut. Jika mobil berpindah tangan sebelum masa itu selesai, komponen utama tetap memperoleh perlindungan sesuai sisa waktu atau sisa jarak tempuh.
Skema ini menjaga nilai proteksi pada unit bekas tetap ada. Hal itu penting karena baterai dan komponen inti EV kerap menjadi sumber kekhawatiran utama di pasar mobil second.
Posisi Eksion di segmen elektrifikasi
Eksion hadir sebagai SUV ramah lingkungan berkapasitas tujuh penumpang. Model ini diposisikan sebagai salah satu pemain baru di segmen SUV keluarga elektrifikasi dengan pilihan teknologi medium Plug-in Hybrid Electric Vehicle dan Battery Electric Vehicle.
Dalam konteks itu, keputusan Wuling menahan informasi harga baterai bisa dibaca sebagai strategi untuk menonjolkan kepastian perlindungan lebih dulu. Pabrikan tampaknya ingin membangun rasa aman sebelum konsumen sibuk menghitung potensi biaya jangka panjang.
Selama konsumen pertama masih berada di bawah payung garansi standar dan perlindungan seumur hidup komponen inti EV, risiko pengeluaran besar akibat kerusakan baterai diklaim sudah diantisipasi. Karena itu, absennya harga baterai untuk sementara ditempatkan dalam kerangka jaminan kepemilikan, bukan sebagai kekosongan informasi yang berdiri sendiri.
Source: oto.detik.com




