Menjelang Idul Adha, perhatian utama warga biasanya tertuju pada ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar. Di Jawa Tengah, kondisi itu sejauh ini masih terjaga karena harga kebutuhan pokok dilaporkan stabil tanpa gejolak berarti.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan situasi tersebut setelah turun langsung memantau Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Dari pengecekan itu, ia melihat tidak ada lonjakan harga maupun tanda kelangkaan komoditas pangan strategis yang bisa mengganggu kebutuhan masyarakat.
Pasokan masih aman di pasar
Pemantauan bersama jajaran pemerintah daerah menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok tetap terkendali. Ahmad Luthfi menyebut tidak ada fluktuasi yang berarti, sehingga distribusi barang masih berjalan normal.
Ia juga menegaskan belum muncul indikasi kelangkaan yang biasanya menjadi pemicu gejolak harga di pasar. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemantauan rutin agar barang kebutuhan tetap tersedia dan mudah dijangkau warga.
Inflasi ikut tertahan
Kondisi harga yang stabil tidak hanya memberi rasa aman bagi konsumen, tetapi juga membantu pengendalian inflasi di daerah. Ahmad Luthfi menilai inflasi di Jawa Tengah kini semakin terkendali dan bahkan sudah berada pada kondisi deflasi.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memberi perhatian pada ketersediaan pasokan. Langkah pencegahan penimbunan barang dan kenaikan harga yang tidak wajar menjadi bagian dari upaya menjaga situasi pasar tetap sehat.
Banyumas tunjukkan harga yang relatif tenang
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, turut mengonfirmasi kondisi pasar tradisional setempat. Menurut dia, beberapa komoditas pangan dalam beberapa pekan terakhir bergerak relatif stabil, bahkan sebagian justru turun.
Salah satu komoditas yang dipantau adalah telur ayam ras. Harganya berada di kisaran Rp26 ribu sampai Rp27 ribu per kilogram, sementara ada juga yang tercatat Rp24 ribu per kilogram.
Harga masih di bawah batas yang sempat terlihat sebelumnya
Gatot menyebut tidak ada harga telur yang menembus Rp28 ribu per kilogram. Kondisi itu juga disebut lebih rendah dibanding dua bulan sebelumnya.
Situasi tersebut menunjukkan pasokan masih cukup dan persaingan harga di tingkat pasar berjalan sehat. Dengan kondisi seperti ini, tekanan pada belanja rumah tangga menjelang hari besar keagamaan masih bisa ditekan.
Pengawasan tetap menjadi kunci
Meski harga masih stabil, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat ketika Idul Adha semakin dekat. Karena itu, pengawasan distribusi dan harga tetap perlu dijaga agar tidak muncul lonjakan mendadak.
Pemerintah daerah bersama tim pengendali inflasi terus memantau pergerakan barang di lapangan. Fokus utamanya adalah memastikan bahan pangan tetap tersedia dan dapat dibeli masyarakat di seluruh Jawa Tengah dengan harga yang terjangkau.
Source: www.merdeka.com