Harga Pertamina Dex Menembus Rp29 Ribuan Di Sejumlah Provinsi, Jarak Antarwilayah Makin Lebar

Lonjakan paling tajam di pasar BBM hari ini justru datang dari diesel non-subsidi. Pertamina Dex kini sudah bergerak ke kisaran Rp27.900 hingga Rp29.100 per liter di banyak provinsi, sementara Dexlite berada di rentang Rp26.000 hingga Rp27.150 per liter.

Kenaikan itu memperlihatkan jarak harga yang makin lebar antardaerah. Di wilayah tertentu, selisihnya sudah cukup untuk membuat Pertamina Dex terasa mendekati ambang Rp28 ribu, bahkan melampauinya di beberapa provinsi.

Perbedaan harga paling nyata ada di diesel

Di Jawa, Pertamina Dex dipatok Rp27.900 per liter dan Dexlite Rp26.000 per liter. Angka tersebut menempatkan diesel premium Pertamina sangat dekat dengan level Rp28 ribu di wilayah dengan konsumsi tinggi.

Sejumlah wilayah lain mencatat harga yang lebih tinggi lagi. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan NTT menempatkan Pertamina Dex di Rp28.500 per liter.

Ada pula kelompok wilayah yang memegang harga paling mahal untuk produk ini. Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara mencatat Pertamina Dex di Rp29.100 per liter, dengan Dexlite berada di Rp27.150 per liter.

Harga bensin tidak bergerak sedrastis diesel

Berbeda dengan solar non-subsidi, harga bensin masih lebih tenang. Di Jawa dan Bali, Pertamax dipasarkan Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo Rp19.900 per liter.

Di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, Pertamax tercatat Rp12.600 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax Turbo berada di Rp20.350 per liter, sehingga selisih dengan Jawa dan Bali tetap terlihat meski tidak setajam pada segmen diesel.

Kelompok harga tertinggi untuk bensin juga muncul di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Di wilayah itu, Pertamax naik menjadi Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo menjadi Rp20.750 per liter.

Peta harga berbeda di beberapa wilayah khusus

Struktur harga di FTZ Sabang dan FTZ Batam tidak mengikuti pola daerah lain. Di Sabang, Pertamax dipatok Rp11.550 per liter, sedangkan di Batam berada di Rp11.750 per liter.

Di sisi lain, wilayah Jawa, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur memiliki susunan harga utama yang seragam. Di kawasan itu, Pertamax Turbo tercatat Rp19.900 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.

Bali dan Nusa Tenggara Barat memakai angka yang sama untuk kelompok harga utama tersebut. Perbedaan lebih mencolok justru muncul saat masuk ke Nusa Tenggara Timur, yang mencatat Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter.

Subsidi masih menahan beban konsumen

Di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi, Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter di seluruh wilayah yang tercantum, sedangkan Biosolar bertahan di Rp6.800 per liter.

Kondisi itu membuat tekanan harga paling besar tetap dirasakan pengguna BBM non-subsidi. Perbedaan biaya distribusi, kondisi geografis, dan pajak daerah ikut membentuk harga akhir di SPBU Pertamina, sehingga selisih antarwilayah masih terlihat jelas.

Dengan Pertamina Dex yang sudah berada di kisaran Rp27.900 hingga Rp29.100 per liter di sejumlah daerah, perhatian pasar kini tertuju pada arah penyesuaian berikutnya. Sementara itu, harga subsidi yang tetap menjadi penyangga utama membuat peta BBM per 4 Mei 2026 bergerak dalam dua arah yang sangat berbeda.

Source: moladin.com
Exit mobile version