Harga Terjangkau, Tiga Motor Honda Di Museum GAC Guangzhou Bawa Teknologi Yang Tak Biasa

Di antara deretan kendaraan yang dipamerkan di GAC Technology Museum, tiga motor Honda dari Wuyang Honda justru menarik perhatian karena menawarkan kombinasi harga dan teknologi yang tidak biasa untuk kelasnya. Kehadirannya membuat pengunjung melihat bahwa portofolio GAC Group tidak hanya kuat di mobil, tetapi juga menjangkau segmen roda dua lewat usaha patungan seperti GAC Honda, GAC Toyota, dan Wuyang Honda.

Salah satu yang paling mudah dikenali adalah Honda E-VO Cafe Racer, model listrik dengan tampilan ramping dan sentuhan retro kontemporer. Motor ini dibanderol mulai 29.999 Yuan atau sekitar Rp75,72 juta, dan hadir tanpa knalpot dengan batok kepala membulat yang memberi kesan klasik sekaligus futuristis.

Tiga pendekatan, tiga karakter

E-VO Cafe Racer punya dimensi 1.996 mm x 755 mm x 1.057 mm dengan jarak sumbu roda 1.380 mm. Ground clearance-nya 186 mm dan tinggi sadel 765 mm, sehingga tetap terasa proporsional untuk penggunaan harian.

Motor ini ditawarkan dalam dua opsi baterai, yakni 4,1 kWh dan 6,3 kWh, dalam konfigurasi baterai ganda. Varian 4,1 kWh diklaim mampu berjalan 120 km berdasarkan World Motorcycle Test Cycle, sedangkan varian 6,3 kWh sanggup menempuh 170 km WTMC.

Perbedaan kapasitas itu juga berpengaruh pada waktu pengisian daya. Versi 4,1 kWh membutuhkan 90 menit lewat AC rumah tangga atau 60 menit dengan pengisi daya cepat, sementara versi 6,3 kWh memerlukan 150 menit lewat listrik rumah tangga dan 90 menit dengan charger cepat.

Kedua versi memakai motor listrik yang sama, yaitu unit 15,53 kW atau sekitar 21,5 PS. Tenaganya disalurkan ke roda belakang lewat belt dengan posisi motor penggerak di tengah, bukan di roda belakang seperti skuter listrik pada umumnya.

Skuter listrik futuristis dengan fitur keselamatan lengkap

Di sisi lain, Honda E-VO GT tampil sebagai skuter listrik berdesain futuristis. Harganya juga mulai 14.980 Yuan atau sekitar Rp37,81 juta, sejajar dengan harga awal Wuyang Honda NWT 150.

E-VO GT memiliki ukuran 1.975 x 751 x 1.125 mm dengan jarak sumbu roda 1.400 mm. Bobot kosongnya 148 kg, ground clearance 128 mm, dan tinggi jok 765 mm.

Motor listrik mid-mounted milik E-VO GT menghasilkan tenaga puncak 15,8 kW atau 21,4 PS. Sumber dayanya berasal dari baterai lithium “new energy safety” 74V berkapasitas 56Ah.

Dalam pengujian WMTC, skuter ini diklaim mampu menempuh 120 km dengan kecepatan maksimum 110 km/jam. Untuk pengisian, home charging 1,8 kW bisa mengisi dari 20 ke 80 persen dalam sekitar 1,5 jam, sedangkan charging pile 3,4 kW memangkasnya menjadi 1 jam.

Dari sisi pengereman, E-VO GT memakai cakram di kedua roda dan ABS. Paket itu ditujukan untuk memberi kontrol yang lebih baik saat deselerasi mendadak dalam penggunaan harian di jalan perkotaan.

Motor bensin yang tetap relevan di pasar urban

Berbeda dari dua model listrik tadi, Wuyang Honda NWT 150 hadir sebagai motor bensin urban dengan harga awal 14.980 Yuan atau sekitar Rp37,81 juta. Model ini memakai mesin satu silinder empat langkah dengan pendingin cairan.

Output maksimumnya mencapai 11,4 kW atau sekitar 15,5 PS pada 8.500 rpm, sementara torsi puncaknya 14,4 Nm pada 6.500 rpm. Karakternya dibuat responsif sejak putaran bawah agar cocok untuk mobilitas di perkotaan.

Honda juga membekali NWT 150 dengan rasio kompresi 11,5:1, bore x stroke 60,0 x 53,0 mm, serta transmisi otomatis CVT. Untuk mendukung efisiensi harian, motor ini memakai starter elektrik dan fitur start-stop saat berhenti sejenak.

Di sektor kaki-kaki, NWT 150 menggunakan ban depan 110/70-14 dan ban belakang 130/70-13. Keduanya memakai kompon semi-hot melt untuk membantu cengkeraman saat digunakan di jalan harian.

Valdo Prahara, Marcomm & PR GAC Indonesia di Guangzhou, menyebut deretan merek di museum itu memang hadir lewat usaha patungan, termasuk produk sepeda motor dari Wuyang Honda. Tiga motor Honda tersebut memperlihatkan bagaimana satu pabrikan bisa menampilkan pendekatan yang berbeda, dari mesin bensin efisien hingga paket listrik dengan jarak tempuh dan pengisian daya yang kompetitif.

Source: www.oto.com

Baca Juga

Back to top button