Honda Kian Terdesak Saat BYD Naik Ke Posisi Tiga Penjualan Mobil April 2026

Lonjakan BYD pada April 2026 menjadi salah satu perubahan paling mencolok di pasar mobil nasional. Merek asal China itu langsung masuk tiga besar penjualan retail dan membuat persaingan di papan atas semakin rapat, sementara Honda justru makin tertekan.

Di bulan yang sama, retail sales nasional mencapai 75.730 unit. Angka itu naik 13,7 persen dibanding Maret 2026 yang berada di level 66.595 unit, sehingga pasar bergerak lebih kencang di tengah perebutan posisi antarmerek yang kian sengit.

BYD masuk tiga besar, Toyota dan Daihatsu masih di depan

Toyota masih menjaga posisi teratas dengan retail 23.008 unit. Daihatsu menyusul di urutan kedua dengan 12.300 unit, atau hampir separuh dari capaian Toyota.

Sorotan utama datang dari BYD yang membukukan 6.274 unit. Hasil itu menempatkan BYD di posisi ketiga dan membuatnya melampaui sejumlah merek mapan di pasar domestik.

Di belakangnya, Suzuki berada di posisi keempat dengan 5.965 unit. Mitsubishi Motors menyusul di posisi kelima dengan 5.132 unit, menunjukkan bahwa papan tengah juga dipenuhi persaingan yang ketat.

Honda justru turun ke peringkat keenam setelah mencatat 3.515 unit. Situasi ini membuat merek asal Jepang tersebut berada dalam tekanan yang semakin terasa di daftar merek terlaris bulan itu.

Papan tengah berubah, pendatang baru ikut merangsek

Perubahan komposisi tidak hanya terjadi di posisi tiga besar. Jaecoo ikut masuk 10 besar retail April 2026 dengan catatan 3.009 unit, sebuah pencapaian yang langsung menggeser dinamika papan tengah.

Jaecoo berada tepat di atas Isuzu dan Wuling dalam daftar 10 besar retail bulan tersebut. Urutan lengkap 10 besar retail April 2026 adalah Toyota, Daihatsu, BYD, Suzuki, Mitsubishi Motors, Honda, Mitsubishi Fuso, Jaecoo, Isuzu, dan Wuling.

Mitsubishi Fuso menjadi pemain terkuat di segmen kendaraan niaga dengan 3.452 unit. Kehadiran merek ini di dalam 10 besar menunjukkan bahwa segmen komersial tetap punya kontribusi penting dalam peta penjualan bulanan.

Distribusi dari pabrik ke dealer juga ikut menguat

Selain penjualan retail, distribusi dari pabrik ke dealer atau wholesales juga mencatat kenaikan tajam pada April 2026. Gaikindo mencatat wholesales mencapai 80.776 unit, atau tumbuh 31,8 persen dibanding bulan sebelumnya.

Pada jalur ini, Toyota kembali memimpin dengan 25.686 unit. Daihatsu berada di posisi kedua dengan 13.399 unit, sedangkan Suzuki menempati urutan ketiga dengan 7.160 unit.

BYD juga tetap masuk lima besar wholesales dengan 4.625 unit. Namun posisinya berada di peringkat kelima, di bawah Mitsubishi yang mencatat 5.183 unit.

Berbeda dengan retail, Honda di jalur wholesales justru berada lebih jauh di bawah. Merek itu tercatat di posisi sembilan dengan 2.363 unit, sehingga tekanannya terlihat di dua jalur distribusi sekaligus.

Pertumbuhan kumulatif masih positif

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, pasar otomotif Indonesia masih mencatat pertumbuhan. Retail sales periode itu mencapai 287.581 unit dan naik 6,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Wholesales kumulatif bahkan mencapai 289.787 unit dan tumbuh 12,5 persen secara tahunan. Data tersebut menunjukkan pasar masih bergerak positif, meski persaingan antar-merek berlangsung semakin ketat dari bulan ke bulan.

Jika dilihat dari dua jalur distribusi itu, April 2026 menghadirkan dua cerita berbeda. Di retail, BYD berhasil menembus tiga besar dan Honda tertahan di papan bawah 10 besar, sedangkan di wholesales Toyota tetap dominan dan BYD masih berada di belakang beberapa merek lama.

Source: voi.id
Exit mobile version