JETOUR semakin agresif menata posisi di pasar SUV global dengan menjadikan hybrid sebagai ujung tombak ekspansi. Di Auto China 2026, merek ini memperkenalkan strategi global Travel Plus yang memperlihatkan bahwa targetnya kini bukan hanya menjual mobil, tetapi membangun ekosistem mobilitas yang dekat dengan gaya hidup perjalanan.
Arah itu membuat JETOUR masuk ke persaingan yang lebih luas, mulai dari SUV hybrid untuk penggunaan harian hingga model premium berkemampuan tinggi. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menyiapkan portofolio yang lebih berlapis untuk menjangkau kebutuhan konsumen di banyak negara.
Hybrid jadi poros utama
Fokus paling menonjol dari strategi baru JETOUR terlihat pada penguatan lini hybrid. Tiga model yang disorot adalah JETOUR T1 i-DM, T2 i-DM, dan SUV premium G700.
Kehadiran ketiganya menunjukkan bahwa JETOUR tidak hanya bertumpu pada satu model andalan. Perusahaan ingin memperluas jangkauan produk agar bisa menyentuh segmen yang berbeda, dari pengguna SUV hybrid yang mencari kendaraan fungsional sampai konsumen yang mengejar karakter premium dan performa kuat.
G700 menjadi sorotan tersendiri karena disebut memiliki tenaga 665 kW. Posisinya diarahkan ke kelas off-road premium yang menuntut tenaga besar dan karakter kendaraan yang kuat.
Sementara itu, T1 i-DM dan T2 i-DM memperlihatkan bahwa strategi hybrid JETOUR juga menyasar basis pasar yang lebih luas. Dua model ini membantu memperkuat portofolio agar tetap relevan di segmen yang volumenya lebih besar.
Travel Plus sebagai payung besar
Di balik penguatan produk, JETOUR membawa Travel Plus sebagai kerangka utama strategi globalnya. President JETOUR International, Ke Chuandeng, menjelaskan bahwa filosofi “Travel+” lahir dari pemahaman mendalam tentang gaya hidup perjalanan.
Menurut JETOUR, konsep itu kini berkembang jauh melampaui sekadar atribut kendaraan. Travel Plus diposisikan sebagai representasi gaya hidup, koneksi emosional, serta jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, dan pengalaman.
Pendekatan ini membuat kendaraan tidak lagi berdiri sebagai alat transportasi semata. JETOUR ingin menautkan produknya dengan aktivitas perjalanan dan kebiasaan mobilitas modern agar punya nilai yang lebih dekat dengan konsumen.
Kolaborasi merek dan penguatan ceruk pasar
Strategi ekspansi JETOUR juga ditopang oleh sinergi strategis dengan SOUEAST. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem mobilitas yang lebih komprehensif bagi konsumen global.
Wujud paling nyata dari pendekatan multi-brand itu terlihat dari kehadiran SOUEAST S08 DM. Melalui kerja sama tersebut, JETOUR berupaya memperluas jangkauan ke ceruk pasar yang membutuhkan karakter kendaraan berbeda.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas saat membaca kebutuhan pasar di berbagai negara. Dalam pasar SUV yang sangat beragam, portofolio yang saling melengkapi dinilai menjadi cara yang lebih efektif untuk mengejar penetrasi.
Komunitas global ikut mendorong ekspansi
Selain produk dan kolaborasi, JETOUR juga mengandalkan komunitas pengguna sebagai bagian dari mesin pertumbuhannya. Perusahaan menyebut telah membentuk lebih dari 300 komunitas di berbagai negara.
Jaringan komunitas itu ikut mengiringi skala bisnis JETOUR yang telah mencapai 2,27 juta unit penjualan di lebih dari 100 negara. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan merek tidak hanya ditopang distribusi, tetapi juga keterikatan pengguna terhadap merek.
Dalam industri otomotif, komunitas punya peran penting karena membantu membangun loyalitas dan memperluas pengalaman kepemilikan. Bagi JETOUR, komunitas juga memperkuat semangat Travel Plus yang menempatkan kendaraan sebagai bagian dari aktivitas perjalanan.
Untuk memperluas resonansi merek, JETOUR juga menggandeng figur internasional seperti Alan Walker dan Mo Farah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan relevansi merek di kalangan generasi muda yang aktif.
Gabungan antara lini hybrid, strategi multi-brand, komunitas global, dan penguatan citra merek kini menjadi tumpuan JETOUR saat mengejar pasar SUV dunia yang semakin kompetitif. Dengan susunan itu, perusahaan mencoba membangun posisi yang lebih kuat di banyak ceruk sekaligus.
Source: www.suara.com