Kekalahan dari Manchester United kembali membuat Liverpool jadi pusat sorotan, bukan hanya karena hasil buruk, tetapi juga karena pertanyaan lama tentang arah permainan mereka belum terjawab. Daniel Sturridge menilai The Reds sedang kehilangan identitas yang dulu menjadi pembeda utama di bawah Arne Slot.
Pukulan itu terasa semakin berat karena laga di Old Trafford berakhir 2-3 pada Minggu (3/5/2026). Hasil tersebut membuat Liverpool kini tertinggal enam poin dari Setan Merah di klasemen sementara Premier League musim 2025/2026.
Identitas yang dianggap memudar
Sturridge melihat masalah Liverpool bukan semata-mata soal satu kekalahan. Ia menilai tim belum menemukan bentuk permainan yang jelas sejak beralih dari era Jurgen Klopp.
Menurut dia, perubahan pendekatan itu belum menghasilkan ciri yang mudah dikenali seperti sebelumnya. Di masa Klopp, gaya Liverpool dianggap tegas dan jelas, sehingga lawan maupun publik tahu apa yang akan dihadapi.
Saat berbicara kepada Sky Sports, Sturridge menyebut Slot membawa pendekatan yang lebih metodis dengan penekanan pada penguasaan bola. Namun, ia menilai perubahan itu tidak dibarengi peningkatan yang sepadan dalam statistik maupun efektivitas permainan.
“Dengan Slot, saya melihat tim berbasis penguasaan bola yang sedikit lebih metodis, tetapi statistik mereka justru merosot drastis di semua lini musim ini,” kata Sturridge.
Tekanan makin besar usai kembali dipukul United
Kekalahan di Old Trafford juga membawa beban tambahan bagi Slot dari sisi sejarah pertemuan. Liverpool untuk pertama kalinya kalah dua kali dari Manchester United dalam satu musim sejak periode 2015/2016.
Catatan itu membuat tekanan terhadap Slot semakin besar karena hasil buruk datang pada saat tim dituntut menjaga stabilitas. Setiap kekalahan kini terasa bukan hanya sebagai kehilangan poin, tetapi juga sebagai tanda bahwa identitas baru Liverpool belum terbentuk dengan kuat.
Kondisi tersebut ikut memengaruhi cara publik membaca performa tim. Sorotan tidak lagi berhenti pada skor akhir, melainkan juga pada apakah Liverpool masih punya arah permainan yang solid di bawah pelatih barunya.
Transfer besar belum memberi kepastian
Di luar persoalan taktik, Liverpool juga masih menghadapi tanda tanya dari sisi rekrutmen pemain. Gary Neville menyoroti bahwa kedatangan Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak belum menghasilkan stabilitas yang diharapkan.
Neville menilai proses integrasi pemain baru belum berjalan mulus. Ia juga menyebut cedera ikut memperumit situasi, sementara Liverpool masih berusaha menyesuaikan komposisi skuad baru untuk menggantikan pilar lama yang mulai menurun karena usia.
Situasi ini membuat Slot menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Hasil di lapangan belum memuaskan, sementara proyek membangun ulang tim juga belum menunjukkan dampak yang jelas.
Masa depan pemain inti ikut disorot
Persoalan Liverpool tidak berhenti pada performa dan transfer. Isu masa depan sejumlah pemain inti juga mulai mengemuka dan menambah beban di ruang ganti.
Mohamed Salah dipastikan akan pergi pada akhir musim mendatang, sedangkan Andy Robertson dan Alisson Becker juga dikabarkan mempertimbangkan masa depan mereka di luar klub. Ketidakpastian itu datang saat Liverpool masih berjuang menjaga posisi di klasemen.
Dengan koleksi 58 poin, Liverpool memasuki fase penting yang bisa menentukan peluang tampil di Liga Champions musim depan. Laga berikutnya melawan Chelsea akan menjadi ujian besar bagi Slot untuk meredam kritik dan menjaga peluang tim tetap hidup.