MSI Claw 8 EX AI+ langsung menarik perhatian karena menjadi perangkat pertama yang memakai Intel Arc G3 Extreme di kelas handheld gaming. Kehadiran chip ini menandai langkah baru Intel untuk masuk lebih dalam ke pasar PC gaming genggam yang selama ini sudah dipenuhi pemain kuat.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya soal nama besar Intel, melainkan juga pendekatan yang dipakai pada Arc G series. Chip ini memang dirancang untuk perangkat portabel, dengan fokus pada keseimbangan antara performa, efisiensi daya, dan pengalaman bermain yang tetap nyaman dalam format ringkas.
Mesin baru Intel untuk perangkat genggam
Arc G series hadir sebagai system-on-chip yang dibangun khusus untuk handheld gaming. Intel menyiapkan dua varian, yaitu Arc G3 dan Arc G3 Extreme, dengan penekanan pada efisiensi konsumsi daya dan pengaturan core yang cocok untuk perangkat portabel.
Arc G3 Extreme dibuat dengan proses 18A milik Intel. Teknologi ini disebut memberi kepadatan transistor lebih tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik, dua hal yang sangat penting untuk perangkat gaming yang harus tetap bertenaga tanpa cepat menguras baterai.
Di atas kertas, chip ini membawa 14 core CPU. Susunannya terdiri dari 2 performance core, 8 efficiency core, dan 4 low-power efficiency core.
Untuk grafis, Arc G3 Extreme memakai GPU terintegrasi Arc B390 dengan 12 XE core, 12 ray tracing unit, dan 96 XMX engine. Dukungan memorinya juga besar, hingga 96 GB LPDDR5X pada 8.533 MT/s.
Spesifikasi MSI Claw 8 EX AI+
Sebagai perangkat pertama yang menggunakannya, MSI Claw 8 EX AI+ diposisikan sebagai produk premium. Perangkat ini membawa layar IPS 8 inci dengan refresh rate 120 Hz dan Variable Refresh Rate untuk menjaga tampilan tetap mulus saat frame rate naik turun.
MSI juga menyematkan RAM 32 GB dan SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB. Kombinasi itu memberi ruang simpan yang lega sekaligus waktu muat yang cepat untuk game modern.
Dari sisi kontrol, perangkat ini memakai joystick dan trigger Hall Effect. MSI juga menonjolkan desain ergonomis dengan grip bertekstur agar lebih nyaman digenggam dalam sesi bermain panjang.
Untuk pengalaman audio dan sensasi bermain, perangkat ini membawa HD haptics, audio DTS, dan speaker stereo depan. Konektivitasnya juga lengkap dengan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 6, serta dua port Thunderbolt 4.
Target Intel: bukan sekadar kencang, tetapi efisien
Intel menempatkan Arc G3 Extreme sebagai jawaban untuk kebutuhan gaming portabel yang tidak hanya mengejar tenaga mentah. MSI Claw 8 EX AI+ menggunakan arsitektur Core Ultra 3 dengan rentang TDP yang bisa dikonfigurasi dari 8W hingga 35W.
Rentang daya itu memberi fleksibilitas besar bagi perangkat. Saat beban ringan, sistem bisa lebih hemat daya, sedangkan pada game berat, performanya bisa dinaikkan untuk mengejar pengalaman bermain yang lebih stabil.
Menurut ETA Prime, kombinasi chip baru dan desain handheld MSI membuat perangkat ini menonjol di pasar yang semakin ramai. Fokusnya memang bukan hanya angka performa, tetapi juga cara perangkat tetap nyaman digunakan di format yang jauh lebih kecil dari laptop gaming.
Klaim performa dan catatan yang menyertainya
Intel menyebut Arc G3 Extreme mampu memberikan peningkatan performa yang cukup besar lewat benchmark internal. Pada TDP 35W, chip ini diklaim mencapai performa hingga 44 persen lebih tinggi dibanding Intel Ultra 7258V dan 42 persen di atas AMD Z2 Extreme pada judul game tertentu.
Peningkatan juga disebut tetap terlihat pada mode daya lebih rendah. Pada TDP 17W, Intel mengklaim ada kenaikan performa 24 persen dibanding model Intel sebelumnya.
Dalam skenario tersebut, game seperti Hogwarts Legacy dan Battlefield 6 disebut tetap bisa berjalan dengan frame rate mulus bahkan pada pengaturan tinggi. Jika hasil seperti ini konsisten, Intel punya modal kuat untuk menantang standar yang sudah lebih dulu mapan di kelas handheld gaming.
Meski begitu, ada beberapa kompromi yang perlu dicatat. MSI Claw 8 EX AI+ belum membawa Thunderbolt 5 dan juga belum memakai panel OLED.
Harga premium dan biaya memori LPDDR5X yang tinggi ikut disebut sebagai faktor yang dapat mendorong banderol keseluruhan perangkat. Karena itu, perangkat ini berpotensi lebih menarik bagi pengadopsi awal dibanding pasar yang lebih luas.
Source: www.geeky-gadgets.com