iPad Pro M5 Makin Canggih, Tapi MacBook Air M4 Tetap Lebih Aman Untuk Kerja Harian

Bagi banyak pembeli, pertimbangan utama saat memilih perangkat premium bukan sekadar chip yang lebih baru. Yang lebih menentukan adalah apakah perangkat itu benar-benar cocok untuk cara kerja sehari-hari, dan di titik itulah MacBook Air M4 masih tampak lebih masuk akal dibanding iPad Pro M5.

Perbedaan paling besar ada pada sistem operasi dan alur penggunaan. MacBook Air M4 membawa pengalaman Mac penuh, sedangkan iPad Pro M5 tetap bertumpu pada iPadOS 26 yang belum seluwes alur desktop untuk banyak kebutuhan profesional.

MacBook Air M4 masih unggul untuk kerja yang serbaguna

MacBook Air M4 ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan komputer tradisional dengan kemampuan multitasking yang kuat. Pengelolaan file terasa lebih bebas, aplikasi desktop lebih luas dukungannya, dan banyak jendela bisa dijalankan sekaligus dengan lebih nyaman.

Untuk pekerjaan teknis, perangkat ini juga lebih natural digunakan. Coding, pengembangan aplikasi, pengelolaan file di drive lokal, SSD eksternal, atau NAS, hingga pemakaian Terminal berjalan dengan alur yang lebih matang di macOS.

Di sisi beban kerja profesional, Air M4 masih sanggup menangani editing video, rendering 3D, dan tugas latar belakang berdurasi panjang. Perangkat ini juga mendukung penggunaan headphone audio profesional tanpa amplifier eksternal serta emulator pihak ketiga untuk bermain game.

Meski begitu, Air M4 tetap punya batas. macOS tidak mendukung input sentuh secara penuh, dan desain tanpa kipas membuat performa berkelanjutan bisa sedikit turun saat dipakai sangat berat dalam waktu lama.

iPad Pro M5 lebih kuat saat sentuhan dan mobilitas jadi fokus

iPad Pro M5 mengambil arah yang berbeda. Perangkat ini mengutamakan layar sentuh, mobilitas, dan performa singkat yang tinggi, lalu bisa berubah fungsi menjadi pengganti laptop saat dipasangkan dengan Magic Keyboard.

Keunggulan itu paling terasa pada alur kerja kreatif dan portabel. Menggambar, membuat sketsa, seni digital dengan Apple Pencil Pro, mengedit foto, editing video berbasis AI, membaca, mencatat, dan membuat konten saat bepergian adalah area yang paling cocok untuk iPad Pro M5.

Perangkat ini juga punya posisi kuat untuk konsumsi media. Layar Ultra Retina XDR berbasis Tandem OLED dengan ProMotion 10Hz hingga 120Hz memberi pengalaman menonton film dan konten HDR yang lebih unggul dibanding panel Liquid Retina IPS LCD 60Hz di MacBook Air M4.

Di luar itu, iPad Pro M5 membawa fitur yang relevan bagi kreator modern. Ada dukungan perekaman video 4K ProRes, LiDAR untuk pemindaian dan aplikasi AR, serta fast charging untuk pengguna yang sering berpindah tempat.

Hambatan terbesar ada di software

Masalah utama iPad Pro M5 bukan pada chip atau kualitas perangkat kerasnya. Kendala terbesar justru datang dari iPadOS 26, karena sebagian aplikasi desktop profesional belum tersedia atau masih hadir dengan fungsi yang lebih terbatas dibanding di Mac.

Manajemen file tingkat sistem dan rendering latar belakang juga masih menjadi batasan. Bagi pengguna yang terbiasa dengan alur kerja desktop penuh, tenaga besar iPad Pro M5 bisa terasa belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Spesifikasi mirip, fungsi akhirnya tetap berbeda

Jika melihat dasarnya, kedua perangkat sama-sama memakai Apple Silicon, unified memory, dan opsi penyimpanan 256GB, 512GB, 1TB, serta 2TB. Namun, perbedaan spesifikasi tetap memberi dampak langsung pada pilihan penggunaan.

MacBook Air M4 hadir dengan CPU 10-core, GPU 8-core atau 10-core, serta RAM 16GB, 24GB, atau 32GB. iPad Pro M5 menawarkan CPU 9-core atau 10-core, GPU 10-core, dan RAM 12GB atau 16GB.

Perbedaan port juga tidak kecil. MacBook Air M4 memiliki 2x Thunderbolt 4, MagSafe 3, dan jack audio 3,5 mm, sedangkan iPad Pro M5 hanya menyediakan 1x Thunderbolt/USB 4. Sistem biometriknya juga berbeda, dengan Touch ID di MacBook Air M4 dan Face ID di iPad Pro M5.

Untuk kebutuhan harian seperti browsing, email, pekerjaan kantor, panggilan video, streaming, dan pembuatan konten ringan, keduanya sama-sama memadai. Pilihan mulai terasa jelas saat kebutuhan pengguna makin spesifik.

MacBook Air M4 lebih cocok bagi mereka yang menginginkan komputer penuh dengan multitasking kuat, software profesional, pengelolaan file bebas, dan beban kerja panjang tanpa banyak batasan sistem. Sebaliknya, iPad Pro M5 lebih tepat untuk pengguna yang benar-benar mengutamakan layar sentuh, gambar, catatan, konsumsi media, fotografi, dan kerja kreatif portabel.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version