Kemenangan Jerman atas Amerika Serikat di Soldier Field, Chicago, terasa lahir dari satu nama yang terus muncul pada momen paling penting: Kai Havertz. Ia membuka keunggulan tim tamu lewat sundulan cepat dan kemudian ikut mengawali gol penentu yang membawa Die Mannschaft menang 2-1.
Hasil ini memberi Jerman penutup yang positif dalam laga uji coba internasional mereka. Di saat Amerika Serikat sempat menyamakan kedudukan dan menekan lewat beberapa peluang, Jerman tetap lebih efisien dalam memanfaatkan kesempatan yang datang.
Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Havertz sudah mengubah arah laga. Sundulannya menaklukkan Matthew Freese dan membuat Jerman unggul lebih dulu, sekaligus memaksa tuan rumah langsung mengejar sejak awal.
Gol cepat itu membuat Jerman lebih leluasa mengatur permainan. Amerika Serikat pun harus menaikkan intensitas serangan agar tidak terus berada di bawah tekanan.
Skuad asuhan Mauricio Pochettino tidak tinggal diam setelah tertinggal. Folarin Balogun dan Sergino Dest sempat mendapatkan peluang, tetapi pertahanan Jerman masih cukup rapat untuk meredam ancaman.
Upaya tuan rumah akhirnya berbuah pada menit ke-37. Antonee Robinson melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan kiper Jerman, sehingga skor kembali imbang 1-1.
Amerika Serikat sempat hidup lagi
Gol Robinson membuat permainan Amerika Serikat lebih bersemangat menjelang turun minum. Christian Pulisic, Balogun, dan Alex Freeman ikut menekan, tetapi tidak ada gol tambahan sebelum babak pertama usai.
Setelah jeda, Jerman tampil lebih dominan dan lebih sering menguasai jalannya pertandingan. Kombinasi serangan yang melibatkan Havertz, Jamal Musiala, dan Florian Wirtz membuat lini belakang Amerika Serikat terus bekerja keras.
Havertz kembali menjadi bagian penting saat Jerman menemukan gol kedua. Pada menit ke-57, ia mengirim umpan matang kepada Leroy Sane yang berhasil menaklukkan Matthew Freese dan mengubah skor menjadi 2-1.
Dari situ, Jerman lebih tenang menjaga keunggulan sampai akhir pertandingan. Kedua tim memang masih mencoba mencari gol tambahan, tetapi peluang berbahaya semakin jarang muncul setelah sejumlah pergantian pemain dilakukan oleh masing-masing pelatih.
Bagi Jerman, kemenangan ini menjadi sinyal positif saat mereka menyelesaikan persiapan menuju Piala Dunia 2026. Bagi Amerika Serikat, laga ini memberi pelajaran penting tentang betapa mahalnya membuang momen ketika lawan mampu tampil lebih tajam di saat krusial.
Di tengah duel yang berlangsung ketat, Jerman menunjukkan kemampuan untuk menghukum kesalahan kecil lawan. Havertz pun menutup laga dengan peran sentral, karena kontribusinya hadir di awal dan juga dalam proses gol yang memastikan kemenangan 2-1.
Source: www.beritasatu.com