Jetour tidak lagi sekadar menampilkan lini SUV di Beijing Auto Show. Melalui strategi global Travel Plus, pabrikan ini membawa pesan bahwa mobil kini diposisikan sebagai bagian dari pengalaman perjalanan, gaya hidup, dan koneksi antarpengguna.
Arah tersebut terlihat dari upaya Jetour membangun ekosistem yang menghubungkan kendaraan dengan budaya serta komunitas di berbagai negara. Presiden JETOUR International, Ke Chuandeng, mengatakan bahwa Travel Plus telah berkembang menjadi jembatan antara manusia dan pengalaman, bukan lagi hanya terpaku pada atribut produk.
Mobil, perjalanan, dan pengalaman
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Jetour ingin memperluas makna kepemilikan kendaraan. Mobil tidak hanya dipandang sebagai alat pindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas berkendara, bepergian, dan berinteraksi dengan sesama pemilik.
Di sisi lain, Jetour berusaha menempatkan mereknya lebih dekat dengan kehidupan harian konsumen. Kehadiran merek diharapkan tidak berhenti saat transaksi pembelian selesai, melainkan berlanjut lewat pengalaman yang mengikuti pengguna dalam berbagai situasi perjalanan.
Strategi tersebut juga menjadi cara Jetour membaca perubahan perilaku konsumen di pasar global. Persaingan otomotif tidak lagi hanya bertumpu pada performa, tetapi juga pada nilai emosional, rasa kebersamaan, dan pengalaman yang melekat pada sebuah merek.
Jaringan komunitas jadi penopang
Penguatan ekosistem Travel Plus turut ditopang oleh jaringan komunitas pengguna di banyak negara. Jetour menyebut sudah ada ratusan komunitas pengguna yang terhubung dalam skala global, sehingga merek ini memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun kedekatan dengan konsumen lintas pasar.
Pola itu membuat Jetour tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengembangkan hubungan yang lebih luas dengan para pemilik kendaraan. Komunitas, personalisasi, dan pengalaman bersama menjadi bagian dari strategi agar merek tetap relevan di luar ruang pamer.
Jetour juga mencatat pencapaian penjualan yang sudah menembus 2,27 juta unit di lebih dari 100 negara. Basis internasional tersebut memberi fondasi yang cukup kuat untuk mengembangkan konsep Travel Plus secara lebih luas dan terstruktur.
Model yang dibawa ke pameran
Di area pameran, Jetour menaruh perhatian besar pada model elektrifikasi dan SUV yang disesuaikan dengan kebutuhan berbeda. Jetour T2 i-DM menjadi salah satu model yang menonjol berkat statusnya sebagai SUV plug-in hybrid dengan tenaga 280 kW atau 375 Tk dan torsi 610 Nm.
Model itu diklaim mampu menempuh jarak perjalanan lebih dari 1.000 kilometer. Karakter tersebut memperkuat citra Jetour sebagai merek yang ingin menghubungkan efisiensi, daya jelajah, dan kebutuhan perjalanan jarak jauh dalam satu paket.
Selain itu, Jetour juga memamerkan G700 sebagai SUV off-road hybrid premium. Model ini menghasilkan tenaga 665 kW atau 891 Tk dengan torsi 1.135 Nm, serta mampu melaju dari 0–100 kilometer per jam dalam 4,6 detik berkat suspensi udara adaptif.
Menjawab kebutuhan yang berbeda
Jetour tidak hanya mengandalkan kendaraan untuk petualangan jauh dan medan berat. Melalui pendekatan multi-brand, perusahaan juga memperkenalkan Soueast S08 DM yang diarahkan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Susunan model di panggung pameran itu memperlihatkan strategi yang lebih fleksibel. Ada konsumen yang mencari kendaraan untuk perjalanan panjang, ada yang membutuhkan SUV tangguh, dan ada pula yang mengutamakan kepraktisan di dalam kota.
Ekosistem yang diperluas lewat kolaborasi
Di luar produk dan komunitas, Jetour juga memperkuat citra globalnya lewat kolaborasi dengan figur publik. Perusahaan menggandeng Alan Walker dan Hazen Audel untuk mendukung jangkauan dan pengenalan merek di pasar internasional.
Jetour turut mencatat lebih dari 300 komunitas pengguna dan program personalisasi kendaraan di 30 negara. Kombinasi ini membuat Travel Plus tidak hanya tampil sebagai slogan, tetapi sebagai kerangka kerja yang menghubungkan produk, pengguna, dan gaya hidup dalam satu ekosistem yang lebih luas.