Jetour T1 i-DM Muncul Sebagai SUV Hybrid Lebih Ringkas, Potensi Harganya Di Bawah T2

Jetour tampaknya sedang menyiapkan langkah berikutnya untuk pasar elektrifikasi Indonesia lewat T1 i-DM. Model ini diposisikan sebagai SUV plug-in hybrid yang lebih kompak, sekaligus berpeluang menjadi hybrid pertama Jetour untuk konsumen Tanah Air.

Yang membuatnya menarik, T1 i-DM disiapkan mengisi segmen di bawah Jetour T2. Saat ini, T2 yang dipasarkan di Indonesia masih mengandalkan mesin bensin, sehingga T1 i-DM berpotensi membuka pintu awal Jetour ke pasar PHEV di dalam negeri.

Jetour Indonesia juga sudah memberi sinyal kehadiran model ini melalui akun media sosial resminya. Dalam unggahan tersebut, perusahaan menampilkan tampilan depan SUV itu sambil menyertakan sebutan “The One”.

Arah baru Jetour di pasar elektrifikasi

Kehadiran T1 i-DM memperlihatkan cara Jetour membaca perubahan minat konsumen di Indonesia. Pasar kendaraan ramah lingkungan kini tidak lagi hanya tertuju pada mobil listrik murni, tetapi juga mulai memberi ruang lebih besar untuk pilihan elektrifikasi lain.

Di situ, Jetour terlihat berada di jalur yang sama dengan Chery dan BYD yang lebih dulu mendorong ragam opsi elektrifikasi. Dengan membawa format plug-in hybrid, T1 i-DM disiapkan sebagai SUV yang tetap mengusung karakter tangguh, tetapi dengan pendekatan ramah lingkungan.

Moch. Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, mengatakan model ini akan segera dihadirkan secara resmi di Indonesia dalam waktu dekat. Jetour juga menempatkan T1 i-DM sebagai opsi bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan performa mumpuni dan eksterior tangguh.

Dimensi lebih ringkas, tetap bawa karakter SUV adventure

Walau satu keluarga dengan T2, T1 i-DM hadir dengan ukuran yang lebih kompak. Jetour menjelaskan dimensi model ini mencakup panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.840 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm.

Sebagai pembanding, Jetour T2 di Indonesia punya panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.880 mm. Jarak sumbu roda keduanya sama-sama 2.800 mm, sehingga proporsi T1 i-DM tetap terlihat seimbang meski bodinya lebih ringkas.

Perbedaan ukuran itu membuat T1 i-DM punya daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan SUV bergaya adventure, tetapi tidak sebesar T2. Karakter itu juga membuatnya lebih mudah diposisikan sebagai pilihan di bawah model yang sudah lebih dulu dipasarkan.

Rekam jejak global jadi modal awal

Di luar Indonesia, T1 i-DM sudah lebih dulu membangun catatan penjualan yang kuat. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, model ini tercatat menyumbang lebih dari 169 ribu unit penjualan.

Jetour menyebut T1 sebagai salah satu langkah penting dalam menghadirkan inovasi global yang relevan untuk pasar Indonesia. Dengan rekam jejak tersebut, T1 i-DM bukan sekadar model baru, tetapi juga produk yang sudah punya basis penerimaan di pasar global.

Sampai sekarang, belum ada informasi resmi mengenai harga jualnya di Indonesia. Namun, karena posisinya berada di bawah T2, T1 i-DM berpeluang dipasarkan di bawah atau setidaknya di sekitar banderol T2.

Sebagai acuan, Jetour T2 dijual mulai dari Rp 588 jutaan on the road Jakarta. Jika T1 i-DM benar masuk pasar Indonesia, model ini akan menambah pilihan PHEV di tengah naiknya minat terhadap kendaraan elektrifikasi yang efisien tetapi tetap membawa karakter SUV kuat.

Source: otomotif.katadata.co.id

Baca Juga

Back to top button