Jetour T2 Bawa Opsi Bensin Dan i-DM 600 HP, Siap Menantang SUV Jepang Di Indonesia

Jetour T2 i-DM bersiap masuk ke pasar Indonesia dengan membawa pendekatan yang berbeda dari SUV kebanyakan. Kehadirannya langsung menonjol karena model ini tidak hanya hadir dalam versi bensin, tetapi juga menawarkan teknologi plug-in hybrid yang diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 600 HP.

Nama T2 i-DM pun mencuri perhatian karena menggabungkan bodi besar bergaya boxy dengan karakter performa yang agresif. Di tengah pasar SUV tangguh yang selama ini lekat dengan dominasi merek Jepang, Jetour T2 disiapkan menjadi alternatif baru yang bisa memperlebar pilihan konsumen.

Desain tegap untuk kesan petualang

Secara visual, Jetour T2 tampil dengan bentuk yang tegas dan kotak, sehingga karakter off-road-nya langsung terbaca. Dimensi bodinya juga besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.870 mm, dan wheelbase 2.800 mm.

Pada versi ICE, ground clearance berada di angka 220 mm. Postur seperti ini membuat mobil terlihat kokoh, sekaligus memberi dukungan saat dipakai di jalan harian maupun saat melewati lintasan yang lebih menantang.

Dua karakter mesin yang ditawarkan

Jetour membagi T2 ke dalam dua pendekatan berbeda agar bisa menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih luas. Versi bensin atau ICE ditujukan bagi mereka yang menginginkan sensasi SUV konvensional dengan karakter mesin yang terasa lebih mekanis.

Varian ICE memakai mesin 2.000 cc empat silinder turbo dengan tenaga 250 hp dan torsi 390 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 7-percepatan dual-clutch atau DCT, sehingga responsnya dibuat terasa lebih kuat dan langsung.

Sementara itu, T2 i-DM hadir sebagai pilihan yang lebih modern di sisi teknologi. Varian ini menggunakan mesin 1.5L turbo berkapasitas 1.499 cc yang dipadukan dengan motor listrik ganda, lalu dikombinasikan dengan transmisi DHT 3-percepatan dan penggerak all-wheel drive atau AWD.

Performa hybrid yang jauh lebih besar

Meski mesin bensinnya sendiri berada di angka 221 hp, T2 i-DM mendapat dorongan dari sistem hybrid yang membuat output gabungan melonjak jauh. Tenaga totalnya disebut berada di kisaran 375 hp hingga 600 HP, dengan torsi gabungan 610 Nm sampai 910 Nm.

Angka tersebut membuat karakter T2 i-DM berbeda cukup jauh dari versi ICE. Jika varian bensin lebih menonjolkan rasa berkendara yang familiar bagi pengguna SUV konvensional, maka versi hybrid ini bergerak ke arah performa tinggi dengan dorongan instan dari motor listrik.

Kecepatan maksimumnya pun disebut bisa mencapai 190 km/jam. Dengan penggerak AWD dan respons motor listrik yang cepat, mobil ini tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga menunjukkan sisi agresif di jalan.

Efisiensi menjadi nilai tambah utama

Selain tenaga besar, T2 i-DM juga menawarkan efisiensi yang lebih baik untuk penggunaan harian. SUV ini dibekali baterai LiFePO berkapasitas 26,7 kWh yang menjadi bagian penting dari sistem plug-in hybrid tersebut.

Dalam mode full listrik, mobil ini diklaim mampu menempuh hingga 139 km berdasarkan pengujian NEDC. Jarak itu membuat T2 i-DM relevan untuk mobilitas di perkotaan, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan bertenaga tetapi tetap hemat dalam pemakaian bahan bakar.

Mode berkendara untuk berbagai kebutuhan

Jetour juga menyiapkan sejumlah mode berkendara agar T2 i-DM lebih fleksibel menghadapi kondisi jalan yang berbeda. Pilihannya mencakup Sport, Economy, Standard, Snow, EV, dan HEV.

Susunan mode ini memberi ruang bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter mobil, mulai dari pemakaian santai di dalam kota hingga kondisi yang membutuhkan respons lebih serius. Saat start dalam mode EV, mobil bergerak senyap dan akselerasinya terasa instan karena bantuan motor listrik.

Perbedaan rasa berkendara di jalan dan medan berat

Karakter keduanya juga terlihat dari sisi pengendalian dan postur. T2 ICE disebut lebih pas untuk pengguna yang mencari sensasi SUV bensin dengan nuansa off-road yang lebih kuat, sedangkan T2 i-DM terasa lebih halus dan modern saat digunakan.

Pada varian hybrid, ground clearance berada di sekitar 205 mm. Angka itu sedikit lebih rendah dibanding versi bensin karena penempatan baterai, tetapi pengaturan tersebut diklaim membantu stabilitas ketika mobil dipakai di jalan aspal, terutama saat melaju lebih cepat atau menempuh perjalanan jauh.

Masuknya Jetour T2 ke Indonesia membuat segmen SUV tangguh berpotensi semakin ramai. Jika banderol harga yang ditawarkan nanti kompetitif, T2 i-DM bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari SUV bergaya gagah, bertenaga besar, dan tetap efisien untuk kebutuhan harian maupun perjalanan lintas medan.

Exit mobile version