Ferrari Luce langsung memancing perdebatan karena tampil sebagai mobil listrik empat pintu yang jauh dari bayangan Ferrari klasik. Di satu sisi, mobil ini membawa tenaga 1.035 hp yang menempatkannya tetap di wilayah supercar, tetapi di sisi lain banyak yang merasa auranya tidak lagi sekeras Kuda Jingkrak pada umumnya.
Salah satu alasan mengapa Luce begitu ramai dibicarakan adalah keterlibatan Jony Ive dan Marc Newson melalui studio LoveFrom. Ferrari memberi ruang besar kepada studio yang dibentuk setelah keduanya meninggalkan Apple itu untuk menangani eksterior dan interior, sehingga hasil akhirnya terasa sangat berbeda dari bahasa desain Ferrari yang biasa dikenal.
Desain yang memecah pendapat
Langkah Ferrari menggandeng desainer eksternal sebenarnya bukan hal baru. Sebelum ini, pabrikan asal Maranello itu juga pernah bekerja sama dengan nama besar seperti Pininfarina dan Bertone.
Namun, pada Luce, pendekatannya terasa lebih jauh dari pakem. Kesan galak yang biasanya melekat pada Ferrari justru mereda, diganti bentuk yang lebih modern dan unik. Karena itu, mobil ini lebih mudah dipandang sebagai eksperimen berani ketimbang evolusi biasa.
Bagian belakang Luce disebut masih menyimpan jejak kuat Ferrari. Arah desain buritannya dikaitkan dengan 360 Modena dan 458 Italia, sehingga identitas merek masih terlihat lebih jelas di area tersebut.
Sebaliknya, fascia depan menjadi sisi yang paling menuai perdebatan. Rongga aerodinamis di bagian muka membuat sebagian orang teringat pada Dodge Charger Daytona EV, dan perbandingan itu ikut memperkuat kesan bahwa Luce sedang bergerak jauh dari citra tradisional Ferrari.
Tenaga besar dalam format senyap
Di balik tampilan yang memecah opini, Luce membawa spesifikasi yang sangat serius. Mobil ini menggunakan empat motor listrik dengan total tenaga 1.035 hp dan mampu melesat dari 0-62 mil per jam atau 0-100 km/jam dalam 2,5 detik.
Angka tersebut menegaskan bahwa Luce tetap berada di kelas performa tinggi meski tidak lagi mengandalkan raungan mesin bakar. Ferrari seperti sedang menunjukkan bahwa karakter supercar bisa hadir dalam bentuk yang lebih senyap, tetapi tetap buas.
Nama Luce sendiri berarti cahaya dalam bahasa Italia. Mobil ini diposisikan sebagai langkah baru Ferrari dalam mengikuti perkembangan kendaraan listrik, bukan sebagai penanda akhir untuk mesin bakar dan hibrida.
Empat pintu, lima kursi, dan pendekatan yang berbeda
Format bodi Luce juga ikut membuatnya menonjol. Mobil ini hadir sebagai EV empat pintu dengan lima kursi, sehingga bisa membawa pengemudi serta empat penumpang sekaligus.
Konfigurasi seperti itu jarang dikaitkan dengan Ferrari, dan itulah yang membuat Luce terasa begitu berbeda. Di satu sisi, mobil ini membuka kemungkinan penggunaan yang lebih luas, tetapi di sisi lain justru menggeser persepsi publik tentang apa yang biasanya disebut Ferrari.
Respons yang terbelah
Reaksi terhadap Luce menunjukkan bahwa proyek ini memang tidak dibuat untuk menyenangkan semua orang. InsideEV menyebut mobil ini akan disukai sekaligus dibenci banyak orang, sementara Car and Driver menilai Luce unik, punya jarak tempuh 500-an kilometer, dan tidak sepenuhnya mencerminkan ciri khas Ferrari.
Car and Driver bahkan menggambarkannya lebih mirip Lotus Elise yang didesain ulang. Penilaian seperti itu memperlihatkan bahwa Luce memang berdiri di wilayah yang tidak biasa, terutama karena identitas Ferrari di mobil ini terasa tidak sekuat model-model lain.
Di kabin, Luce disebut mengusung gaya analog yang cukup kuat. Pilihan itu memberi kesan bahwa Ferrari tidak ingin mobil listrik pertamanya terasa terlalu steril atau terlalu digital.
Pada akhirnya, Luce tampil sebagai langkah besar yang berani, teknis, dan sangat berbeda dari ekspektasi banyak orang terhadap Ferrari. Kehadiran Jony Ive, tenaga 1.035 hp, dan format empat pintu membuat mobil ini menonjol, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan apakah sebuah Ferrari masih tetap terasa seperti Ferrari saat bentuknya sejauh ini dari tradisi lama.





