Kabut Pagi Hingga Malam Menguat Di Jawa Timur, Batu Jadi Wilayah Terendah Suhunya

Wilayah pegunungan di Jawa Timur kembali menjadi sorotan karena udara kabur dan kabut diperkirakan lebih dominan dibanding cuaca cerah pada Jumat, 15 Mei 2026. Kota Batu disebut sebagai titik paling dingin, sementara beberapa jalur di dataran tinggi berpotensi mengalami jarak pandang yang menurun pada pagi dan malam hari.

BMKG memprakirakan kondisi tersebut akan terasa kuat di kawasan yang memiliki udara lembap dan suhu rendah. Perbedaan cuaca antara pesisir dan pegunungan juga diperkirakan cukup jelas, sehingga warga yang melintas di jalur utama perlu lebih waspada terhadap perubahan kondisi udara.

Batu jadi area terdingin di Jawa Timur

Data BMKG Stasiun Meteorologi Juanda menunjukkan Kecamatan Batu berpeluang mencatat suhu terendah di Jawa Timur pada hari itu. Suhu di wilayah ini diperkirakan berada pada rentang 16 hingga 24 derajat Celcius dengan kelembapan maksimum mencapai 99 persen.

Kombinasi suhu rendah dan kelembapan sangat tinggi membuat kabut lebih mudah terbentuk. Situasi ini paling mungkin muncul pada pagi dan malam hari, terutama di kawasan dataran tinggi yang memang lebih cepat mengalami udara kabur.

Bumiaji dan Junrejo ikut terdampak

Selain Batu, wilayah Bumiaji juga diprakirakan mengalami kondisi serupa dengan suhu 17 hingga 20 derajat Celcius. Kelembapan maksimumnya diperkirakan mencapai 99 persen, sementara kondisi dominan di wilayah ini adalah udara kabur.

Junrejo pun masuk dalam area yang perlu diwaspadai karena diperkirakan berada pada suhu 18 hingga 25 derajat Celcius dengan kelembapan maksimum 98 persen. BMKG menyebut wilayah ini berpotensi mengalami kabut dan asap yang dapat mengganggu pandangan pengendara.

Jarak pandang menjadi perhatian utama

Kabut dan udara kabur menjadi fokus pengawasan karena berpotensi menurunkan visibilitas di jalan raya. Risiko ini penting bagi pengendara yang melewati kawasan perbukitan maupun wisatawan yang beraktivitas sejak pagi hingga malam.

BMKG juga mencatat bahwa Bumiaji pada 15 Mei masih diprakirakan berawan. Potensi cuaca ekstrem seperti hujan petir di wilayah tersebut baru diperkirakan muncul pada periode berikutnya, yakni 19 Mei.

Bojonegoro tampil lebih panas dan dinamis

Di Jawa Timur bagian barat, Bojonegoro diperkirakan menunjukkan pola cuaca yang lebih berubah-ubah. Berdasarkan data historis dan perbandingan model cuaca dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, wilayah ini kerap bergeser dari berawan menjadi hujan ringan pada siang hari dengan angin yang cukup terasa.

Pada pukul 07.00 WIB, Bojonegoro diperkirakan berawan dengan kelembapan sekitar 85 persen. Suhu udara juga diprediksi naik tajam hingga 32 derajat Celcius pada siang hari, lalu angin berembus dari arah barat daya dan menguat saat memasuki periode hujan ringan.

Warga diminta menyesuaikan aktivitas

BMKG mengimbau masyarakat Jawa Timur menjaga kondisi kesehatan di tengah perubahan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam. Penggunaan masker dan pakaian hangat disarankan bagi warga yang beraktivitas di wilayah pegunungan seperti Malang Raya dan sekitarnya.

Nelayan serta pelaku aktivitas kelautan di Laut Jawa bagian timur juga diminta terus memantau pembaruan informasi dari BMKG Maritim. Kondisi gelombang dan kecepatan angin di perairan selatan Jawa Timur perlu diwaspadai jika terjadi perubahan tekanan udara secara mendadak.

Warga yang hendak melintas di jalur dataran tinggi juga disarankan memeriksa kondisi kendaraan, termasuk lampu kabut, sebelum berangkat. BMKG menyebut pemantauan radar masih terus dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem secara tiba-tiba di wilayah tertentu.

Source: www.babelinsight.id

Baca Juga

Back to top button