Di Desa Kalipelus, Banjarnegara, pengelolaan ekonomi desa tidak berjalan dalam satu jalur saja. BUMDes Maju Lancar menata berbagai potensi lokal menjadi rangkaian usaha yang saling terhubung, dari peternakan dan perikanan hingga wisata dan layanan digital.
Hasilnya, ada 10 unit usaha aktif yang dikelola sebagai satu ekosistem. Kepala Desa Kalipelus, Hartiningsih, menyebut unit tersebut mencakup ternak sapi dan kambing, budidaya ikan nila, pemancingan yang juga berfungsi sebagai rest area, wisata petik cabai, serta layanan internet dan e-commerce.
Usaha desa tidak dibuat bergantung pada satu sektor
Bagi pengelola BUMDes, kekuatan utama justru datang dari cara membaca potensi desa secara menyeluruh. Desa tidak menunggu modal besar dari luar, tetapi memakai sumber daya yang sudah ada untuk membangun nilai ekonomi dari banyak sisi.
Direktur BUMDes Maju Lancar, Budi Suroso, menegaskan bahwa usaha desa tidak boleh bertumpu pada satu bidang. Ia menyebut pengembangan BUMDes kini juga menyentuh layanan digital agar ekonomi desa tetap mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
“Kami juga masuk ke layanan internet dan e-commerce. Jadi bukan cuma ternak sapi atau ikan, tapi juga sektor digital,” ujarnya.
Nila menjadi penggerak yang penting
Di antara banyak unit usaha, budidaya ikan nila menempati posisi penting. Komoditas ini dipilih karena dinilai memiliki perputaran modal yang stabil, dengan harga pasar sekitar Rp30.000 per kilogram.
Namun, fungsi kolam tidak berhenti pada produksi ikan. Area budidaya juga dipakai sebagai pemancingan, sehingga satu aset bisa memberi dua manfaat sekaligus, yakni untuk penjualan dan untuk menarik pengunjung ke kawasan BUMDes.
Pola pengelolaan seperti ini membuat kolam lebih produktif. Ikan tetap dipelihara untuk kebutuhan pasar, sementara kehadiran pemancing menambah aktivitas ekonomi di lokasi yang sama.
Dari kolam langsung ke meja makan
Nilai tambah terbesar muncul ketika hasil budidaya tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Ikan nila dari kolam diolah di dapur BUMDes lalu disajikan di area rest area sebagai menu konsumsi bagi pengunjung.
Model ini memangkas rantai distribusi dan membuka peluang keuntungan yang lebih besar. Konsep dari kolam ke meja juga membuat BUMDes berperan bukan hanya sebagai produsen ikan, tetapi sekaligus penyedia kuliner dan pengalaman berkunjung.
Ciri rasa kuliner yang memakai bumbu Banyumas dan sambal ikut memperkuat daya tarik tempat tersebut. Dengan begitu, hasil budidaya tidak berhenti sebagai komoditas, melainkan menjadi bagian dari layanan wisata dan makanan.
Cabai, wisata, dan edukasi ikut menghidupkan kawasan
Selain ikan, pertanian cabai juga dikembangkan sebagai bagian dari usaha yang bernilai wisata. Lahan cabai tidak hanya dipakai untuk produksi, tetapi juga dijadikan area petik cabai agar pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung.
Strategi ini memberi alasan tambahan bagi orang untuk datang dan tinggal lebih lama di lokasi. Saat kunjungan bertambah, peluang transaksi di warung makan dan unit usaha lain di sekitar BUMDes ikut terbuka.
Hartiningsih juga menyampaikan bahwa pengembangan pertanian hidroponik sedang disiapkan sebagai sarana edukasi. Arahnya bukan hanya menambah produktivitas, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar yang datang.
Peternakan dan layanan digital tetap masuk dalam ekosistem
Di luar perikanan dan pertanian, ternak sapi dan kambing tetap menjadi bagian penting dari portofolio usaha. Keberadaan peternakan membantu menjaga ketahanan ekonomi desa karena sumber pendapatan tidak ditumpuk pada satu komoditas saja.
Sementara itu, layanan internet dan e-commerce menunjukkan bahwa BUMDes Kalipelus tidak hanya bergerak di sektor produksi pangan. Kehadiran layanan digital membuat desa ikut menyesuaikan diri dengan kebutuhan ekonomi yang semakin terhubung dengan teknologi dan transaksi modern.
Penataan kawasan juga menjadi bagian dari strategi usaha. Area pemancingan dibuat nyaman dengan parkir luas dan saung, sehingga pengunjung dari luar desa punya alasan untuk singgah lebih lama dan ikut menggerakkan perputaran ekonomi di dalam ekosistem BUMDes.





