Vivo S60 Series mulai menarik perhatian karena membawa paket yang jarang dipadukan di kelas premium. Di satu sisi, perangkat ini mengarah ke sektor fotografi jarak jauh lewat kamera telefoto periskop, sementara di sisi lain juga disebut membawa baterai besar yang menembus 7.000mAh.
Kombinasi itu membuat Vivo S60 tampil berbeda dari banyak ponsel premium lain yang biasanya hanya unggul di satu aspek. Fokusnya tidak berhenti pada desain atau performa, tetapi juga pada daya tahan pemakaian harian dan kemampuan foto yang lebih serius.
Kamera periskop jadi sorotan utama
Bagian paling menonjol dari Vivo S60 ada pada kameranya. Perangkat ini disebut membawa kamera telefoto periskop dengan sensor Sony IMX8-series, jenis sensor yang umumnya dikaitkan dengan kelas flagship.
Kehadiran kamera periskop biasanya memberi keuntungan pada hasil zoom yang lebih stabil dan tajam. Informasi yang beredar juga menyebut adanya dukungan aksesori lensa telefoto eksternal, bahkan fitur itu dikabarkan hadir pada dua model untuk menghadirkan kemampuan zoom yang lebih ekstrem.
Arah pengembangan ini memperlihatkan bahwa Vivo tidak hanya mengejar ponsel serba bisa. S60 juga diposisikan sebagai perangkat yang lebih serius untuk memotret objek dari jarak jauh dengan detail yang lebih tinggi.
Baterai jumbo dipasangkan pengisian cepat
Selain kamera, kapasitas baterai juga menjadi alasan mengapa seri ini ramai dibicarakan. Bocoran menyebut baterainya berada di kisaran 7.000mAh, angka yang tergolong besar untuk perangkat premium.
Vivo tidak hanya mengandalkan kapasitas besar. Perangkat ini juga disebut mendukung fast charging 90W, sehingga pengisian daya tetap dibuat cepat untuk menunjang penggunaan harian.
Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat penting karena membuat ponsel lebih nyaman dipakai tanpa terlalu sering mencari colokan. Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan tren perangkat premium yang kini makin menekankan efisiensi pemakaian.
Desain dibuat tampil mencolok
Di luar spesifikasi inti, Vivo juga dikabarkan memberi perhatian khusus pada desain. Bagian belakang perangkat disebut terinspirasi dari pantulan cahaya laut saat musim panas, dengan efek perak-putih reflektif yang berubah mengikuti gerakan ponsel.
Efek visual tersebut membuat tampilan Vivo S60 terasa lebih dinamis. Teaser resmi yang dibagikan petinggi Vivo juga memperlihatkan kesan elegan dengan karakter premium yang cukup kuat.
Vivo disebut memakai kaca belakang cold-carved berukuran besar agar permukaannya terasa lebih halus. Rangka tengah berbahan logam ikut mempertegas posisinya di kelas atas, dan dukungan aksesori magnetik juga disebut turut hadir.
Layar luas dan chipset kencang
Vivo S60 dirumorkan memakai layar 6,59 inci dengan resolusi 1,5K. Panelnya disebut hadir dengan bezel tipis, sehingga tampilan depan terlihat lebih luas dan modern.
Untuk dapur pacu, perangkat ini diprediksi menggunakan Snapdragon 8s Gen 3. Chipset tersebut dikenal menawarkan performa tinggi dengan efisiensi daya yang tetap terjaga.
Dengan kombinasi layar, chipset, dan baterai besar, Vivo S60 diperkirakan mampu menangani aplikasi berat, game, dan fitur berbasis AI dengan lebih lancar. Sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar juga ikut disebut hadir untuk memberi respons cepat dan akurasi tinggi.
Ketahanan bodi dan varian lain ikut dipersiapkan
Ketahanan bodi juga menjadi bagian yang ikut menguatkan posisi perangkat ini di kelas premium. Vivo S60 disebut membawa sertifikasi IP68 dan IP69, yang menandakan perlindungan lebih baik terhadap debu dan air dalam kondisi tertentu.
Dari sisi tampilan kamera, model ini disebut tetap memakai modul kamera di sudut kiri atas. Sementara itu, varian Pro Mini diprediksi hadir dengan tata letak horizontal yang memberi identitas visual berbeda.
Informasi tentang Pro Mini memang masih terbatas, tetapi arah pengembangannya sudah terlihat. Vivo tampaknya ingin membedakan tiap model, bukan sekadar menawarkan ukuran yang berbeda.