Kebakaran Rumah Campuran Di Banyu Urip Kidul Molin Tewaskan Nenek Dan Cucu, Diduga Berawal Dari Korsleting

Kebakaran besar di Jalan Banyu Urip Kidul Molin Gang 2B Nomor 50, Sawahan, Surabaya, menyisakan duka mendalam setelah dua orang yang masih satu keluarga ditemukan meninggal dunia. Nenek dan cucu itu diduga terjebak asap di dalam rumah ketika api membesar dengan cepat.

Peristiwa ini juga membuat bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut terdiri dari dua bangunan dengan fungsi berbeda, sehingga api punya ruang rambat yang luas saat muncul di bagian dalam.

Di lokasi, api melahap bangunan satu lantai yang dipakai sebagai bengkel sepeda listrik sekaligus hunian. Sementara itu, bangunan dua lantai difungsikan sebagai toko sembako, tempat tinggal, dan kos-kosan di bagian atas.

Data Call Center DPKP Kota Surabaya mencatat laporan kebakaran masuk pukul 22.58 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi pukul 23.04 WIB dan langsung melakukan penanganan awal.

Sebanyak 13 unit mobil pemadam dan 4 unit penyelamat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Meski akses menuju titik api sempit, suplai air tetap bisa didapatkan sehingga proses pemadaman terus berjalan.

Saat petugas tiba, kobaran api sudah sangat besar. Bangunan satu lantai bahkan telah roboh ketika penanganan dimulai.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyebut adanya baterai lithium dan sejumlah sepeda motor di bengkel sepeda listrik. Ia menduga sumber api berasal dari korsleting saat pengisian motor listrik.

Ledakan baterai lithium disebut membuat api cepat merambat ke bagian lain bangunan. Atap yang memakai triplek juga ikut mempercepat penjalaran kobaran ke atas.

Korban meninggal adalah Suamah, perempuan berusia 72 tahun yang merupakan ibu pemilik rumah, serta Muhammad Azzam Rizki Pratama, laki-laki berusia 14 tahun yang merupakan putra pemilik rumah. Keduanya ditemukan di dalam kamar mandi, masing-masing di kamar mandi lantai satu dan lantai dua.

Petugas menduga keduanya meninggal karena banyak menghirup asap. Setelah pembasahan selesai, Tim Inavis datang ke lokasi dan jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya.

Pemilik rumah, Dwi Priyo Aprianto, berhasil selamat bersama istrinya, Meiga Dita Fisilia. Meiga mengalami luka robek di telapak tangan kanan saat berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran itu.

Seorang penghuni kos bernama Tiwuk Suryati, perempuan berusia 46 tahun, juga berhasil keluar dari bangunan. Namun, ia mengalami dislokasi pada kaki kanan dan kiri setelah melompat dari lantai dua.

Hingga penanganan selesai, petugas masih memastikan titik api benar-benar padam agar tidak muncul kembali. Kebakaran itu meninggalkan kerusakan besar pada bangunan yang selama ini digunakan untuk beberapa fungsi sekaligus.

Source: www.suarasurabaya.net

Baca Juga

Back to top button