Perubahan kebiasaan belanja online mulai terlihat dari cara konsumen Indonesia memilih produk. Di Lazada, minat terhadap barang premium justru melonjak dan mendorong penjualan tumbuh hampir 50 persen secara tahunan pada Januari–Maret 2026, terutama di kategori kecantikan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pembeli tidak lagi hanya mengejar harga rendah. Mereka kini lebih selektif dan cenderung mempertimbangkan kualitas, manfaat jangka panjang, serta rasa aman saat bertransaksi.
Menurut Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, pergeseran tersebut menunjukkan bahwa konsumen mulai mencari nilai lebih dari produk yang dibeli. Lazada membaca perubahan ini sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem belanja yang tepercaya.
Kecantikan jadi kategori yang paling terasa
Dorongan ke arah produk premium paling jelas muncul di sektor kecantikan. Pembelian skincare premium secara daring ikut menguat seiring meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kategori tersebut.
Kehadiran merek global seperti Laneige juga ikut memperkuat tren itu. Merek ini membantu membuka akses yang lebih luas ke produk skincare berkualitas tinggi dengan jaminan keaslian.
Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, mengatakan kerja sama dengan Lazada selama lima tahun terakhir membantu membuat proses pembelian produk premium online terasa lebih nyaman. Ia juga menilai pelanggan kini makin bersedia berinvestasi pada produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ramadan ikut mengerek penjualan
Lonjakan minat terhadap produk premium juga terlihat saat kampanye Ramadan pada kuartal pertama 2026. Dalam periode itu, Laneige mencatat penjualan hingga 20 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya konsumen yang memiliki daya beli lebih baik dan preferensi yang lebih kuat terhadap produk premium. Bagi Lazada, momen ini menunjukkan bahwa permintaan tidak hanya digerakkan oleh promo, tetapi juga oleh kepercayaan pada kualitas produk.
Pengalaman belanja jadi penentu
Lazada menilai pengalaman belanja kini memegang peran penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Konsumen tidak hanya melihat ragam produk, tetapi juga kemudahan pencarian, program loyalitas, dan layanan purna jual.
Salah satu layanan yang disorot adalah kebijakan pengembalian barang. Di sisi lain, Lazada juga mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan melalui fitur Lazzie untuk memberi rekomendasi produk sesuai preferensi pengguna.
Program keanggotaan Lazada turut menawarkan voucher eksklusif, layanan prioritas, dan fasilitas pengembalian gratis hingga 60 hari. Amelia menambahkan bahwa tren pembelian produk bernilai tinggi juga membuka peluang bagi brand untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Kehadiran brand ternama di LazMall membuat pengalaman belanja terasa lebih terintegrasi. Mulai dari jaminan keaslian produk, aktivasi promosi, hingga edukasi untuk membantu pelanggan memahami manfaat produk premium, semuanya dirancang untuk menjawab pasar yang makin selektif.
Source: id.mashable.com