Kerontokan bunga kelengkeng tidak selalu berarti pohon sedang bermasalah. Pada kondisi tertentu, gugurnya bunga masih tergolong wajar, terutama bila yang jatuh adalah bunga jantan yang memang tidak akan menjadi buah.
Yang perlu mendapat perhatian adalah saat bunga terus rontok dalam jumlah besar dan bakal buah yang tersisa sangat sedikit. Situasi seperti ini bisa memangkas hasil panen secara tajam, baik pada kelengkeng yang ditanam di kebun maupun di pekarangan rumah.
Dalam satu tandan kelengkeng, bunga jantan dan bunga betina punya fungsi yang berbeda. Hanya bunga betina yang berpeluang berkembang menjadi buah, sehingga kerontokan pada bunga jantan masih bisa dianggap bagian dari proses normal.
Masalah mulai muncul ketika bunga betina ikut banyak berguguran. Pada tahap ini, penyebabnya biasanya tidak tunggal dan bisa berkaitan dengan kondisi tanaman, lingkungan, hingga gangguan dari hama atau penyakit.
Usia Tanaman Masih Menentukan
Umur pohon sering menjadi faktor yang terlambat disadari saat bunga rontok. Kelengkeng umumnya baru mulai produktif dan berbunga serta berbuah stabil pada usia sekitar 4 tahun sejak ditanam di lahan.
Pohon yang masih terlalu muda biasanya belum cukup kuat menahan bunga sampai fase pembuahan. Akibatnya, bunga lebih mudah lepas sebelum berubah menjadi bakal buah.
Cuaca, Lokasi, dan Stres Tanaman
Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bunga bertahan. Hujan deras, angin kencang, dan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak bunga maupun tunas muda, lalu memicu kerontokan.
Risiko itu bisa bertambah besar jika lokasi tanam tidak sesuai dengan kebutuhan tumbuh kelengkeng. Ketinggian tempat, suhu, kelembapan, dan curah hujan yang tidak pas dapat mengganggu proses pembungaan.
Nutrisi Harus Seimbang
Kelengkeng membutuhkan pasokan hara yang cukup agar bunga berkembang dengan baik. Kekurangan unsur hara esensial menjadi salah satu penyebab utama bunga rontok sebelum jadi buah.
Fosfor dan kalium termasuk unsur yang sangat penting dalam pembentukan bunga dan perkembangan buah. Jika kekurangan, kerontokan bunga biasanya lebih mudah terlihat dan hasil akhirnya bisa ikut menurun.
Pemupukan karena itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Jenis pupuk, dosis, dan waktu pemberiannya harus tepat, karena pemupukan yang salah justru dapat memperburuk keadaan.
Tanaman yang tidak dipupuk sama sekali, atau dipupuk dengan komposisi dan waktu yang tidak sesuai, lebih rentan mengalami gangguan pada bunga. Kondisi ini sering membuat bunga sulit bertahan hingga menjadi buah.
Air yang Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak Sama-Sama Berisiko
Pengelolaan air juga ikut menentukan daya tahan bunga kelengkeng. Saat kekurangan air, tanaman akan mengalami stres kekeringan dan bisa merontokkan daun serta bunga.
Sebaliknya, kelebihan air juga tidak menguntungkan. Kondisi yang terlalu basah dapat membuat tanaman membusuk dan memicu bunga ikut gugur.
Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari dengan intensitas yang cukup. Waktu penyiraman juga perlu diperhatikan, karena penyiraman saat siang hari ketika suhu sangat panas sebaiknya dihindari.
Hama, Penyakit, dan Gangguan Fisik
Kerontokan bunga kelengkeng juga kerap dipicu serangan hama. Kutu kebul dapat menghisap cairan nutrisi dari batang bunga sehingga bunga kekurangan asupan dan akhirnya rontok.
Hama trusuk bisa membuat lubang pada batang bunga, sedangkan penggerek batang menghambat distribusi air dan nutrisi. Saat aliran nutrisi terganggu, pohon melemah dan bunga jadi lebih sulit bertahan.
Ancaman lain datang dari penyakit jamur yang dapat merusak struktur bunga. Selain itu, gangguan fisik dari hewan seperti kelelawar juga bisa menyebabkan bunga kelengkeng rontok, terutama ketika pohon sedang berbunga lebat.
Tanah, Bibit, dan Pemangkasan Jangan Diabaikan
Keberhasilan bunga menjadi buah juga dipengaruhi oleh kondisi budidaya secara keseluruhan. Tanah yang keras dapat menghambat pertumbuhan akar dan menurunkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi.
Penggemburan tanah secara berkala penting dilakukan agar akar berkembang lebih baik. Struktur tanah yang gembur membantu suplai nutrisi mengalir lebih lancar ke seluruh bagian tanaman.
Kualitas bibit juga ikut menentukan ketahanan tanaman terhadap kerontokan bunga. Bibit yang rendah mutunya atau sudah pernah terserang penyakit sejak awal cenderung membuat tanaman lebih rentan bermasalah.
Pemangkasan pun perlu dilakukan dengan tepat. Jika salah atau berlebihan, terutama pada waktu yang tidak sesuai, pembungaan bisa terganggu dan peluang bunga bertahan hingga menjadi buah ikut menurun.





