Klaim “140x zoom” pada Nothing Phone (4a) Pro memicu gelombang kritik karena banyak pengguna menilai promosi itu terlalu menonjolkan angka besar tanpa menjelaskan batas teknisnya dengan cukup jelas. Sorotan utama datang dari fakta bahwa kemampuan tersebut merujuk pada zoom digital, bukan zoom optik.
Perbedaan itu menjadi pusat keberatan publik. Banyak pengguna media sosial merasa cara penyajian Nothing membuat fitur kamera terdengar lebih mengesankan daripada kondisi sebenarnya, terutama ketika hasil zoom ekstrem dianggap bergantung pada pemotongan gambar berat dan upscaling AI.
Kritik di media sosial
Respons terhadap materi promosi Nothing di X didominasi komentar negatif. Sejumlah pengguna menyebut klaim itu “menyesatkan”, “iklan palsu”, hingga sekadar “gimmick” karena kualitas gambar dinilai turun tajam saat zoom digital dipakai pada level ekstrem.
Bagi banyak orang, masalahnya bukan hanya pada angka 140x. Yang lebih dipersoalkan adalah pesan pemasaran yang dianggap tidak memberi penekanan cukup kuat bahwa zoom digital bekerja lewat perangkat lunak, sedangkan zoom optik bergantung pada lensa.
Nada kritik tersebut menunjukkan bahwa angka besar tidak otomatis dipandang sebagai keunggulan nyata. Banyak pengguna justru menilai cara klaim itu disampaikan lebih penting daripada besarnya angka yang ditampilkan di materi promosi.
Perbandingan yang ikut menyeret Oppo
Perdebatan kemudian melebar ke perangkat lain yang dianggap lebih relevan untuk membandingkan kemampuan zoom di kelas flagship. Oppo Find X9 Ultra ikut disebut oleh pengguna yang menilai ponsel itu lebih pantas dijadikan tolok ukur dalam pembahasan zoom mobile.
Oppo Find X9 Ultra disebut mampu mencapai 120x zoom digital. Namun perangkat itu juga membawa kamera periscope 50MP 10x yang mendukung 20x lossless zoom, dan aspek lossless inilah yang dianggap lebih bernilai oleh sebagian pengguna dibanding sekadar angka digital maksimum.
Perbandingan tersebut membuat promosi Nothing terlihat makin mudah dipersoalkan. Di mata banyak pengguna, kemampuan lossless lebih mencerminkan kualitas nyata daripada angka besar yang muncul di materi promosi.
Posisi Phone (4a) Pro ikut disorot
Nothing Phone (4a) Pro sendiri memakai lensa telefoto periscope dengan 3,5x zoom optik. Ukuran sensornya disebut identik dengan milik Oppo Find X9 Ultra, tetapi pendekatan zoom keduanya tetap berbeda jauh.
Di titik ini, sebagian pengguna menilai Nothing terlalu menonjolkan angka yang paling besar, bukan kemampuan optik yang paling relevan. Karena itu, klaim 140x dianggap lebih mudah memancing reaksi negatif daripada memberikan gambaran yang utuh soal performa kamera.
Ponsel ini sebenarnya sempat mendapat apresiasi dalam ulasan karena desainnya yang unik dan nilai jualnya yang dianggap baik. Namun sorotan terbaru membuat promosi kameranya terasa lebih sensitif, terutama ketika ekspektasi sudah terlanjur dibangun lewat angka ekstrem.
Pertanyaan yang lebih luas soal promosi kamera
Kasus ini kembali membuka perdebatan lama di industri ponsel tentang bagaimana fitur kamera seharusnya dipasarkan. Angka besar memang menarik perhatian, tetapi tanpa penjelasan yang cukup, angka itu bisa memicu kesan menyesatkan di mata calon pembeli.
Pada Phone (4a) Pro, banyak pengguna melihat klaim zoom 140x lebih mirip slogan pemasaran daripada gambaran akurat tentang kemampuan kamera. Dari sini, pertanyaan yang muncul bukan hanya soal Nothing, tetapi juga soal seberapa tegas merek smartphone membedakan zoom optik dan zoom digital dalam materi promosi utama agar tidak memunculkan salah paham.
Source: www.notebookcheck.net




