Keluhan soal rammers di Forza Horizon 6 semakin menjadi perhatian besar di komunitas pemain. Di tengah balapan daring yang seharusnya menuntut keterampilan, banyak pemain justru melihat perilaku tabrak sengaja sebagai masalah utama yang merusak pengalaman bermain.
Sorotan itu muncul setelah sebuah unggahan di Reddit ramai dibahas karena memperlihatkan momen ketika seorang lawan sengaja menabrak mobil pemain tepat sebelum aksi menyalip. Akibatnya, mobil korban kehilangan kendali dan menghantam pembatas, lalu muncul pula candaan soal “bounty” bagi pengemudi sembrono sebagai sindiran terhadap perilaku tidak sportif tersebut.
Ghosting dianggap solusi paling realistis
Di antara berbagai keluhan yang muncul, ghosting yang lebih konsisten menjadi usulan yang paling sering mendapat dukungan. Banyak pemain menilai Forza Horizon 6 memang bukan simulator balap hardcore, tetapi itu tidak berarti pelaku ramming layak dibiarkan mendapatkan keuntungan dari tabrakan yang mereka picu sendiri.
Dalam skema yang diharapkan komunitas, sistem perlu mendeteksi perilaku agresif lebih cepat. Setelah itu, mobil pelaku bisa dibuat sementara menjadi transparan dan tidak bisa ditabrak, sehingga upaya menabrak lawan kehilangan efeknya.
Sebagian pemain juga menyorot fakta bahwa pengemudi dalam video tersebut kini berada di puncak leaderboard Spec Racing. Kondisi itu membuat banyak orang menilai aksi agresif semacam ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi menghasilkan hasil kompetitif yang menguntungkan.
Fitur yang sudah ada dinilai belum cukup tegas
Forza Horizon 6 sebenarnya sudah memiliki ghosting pada situasi tertentu. Fitur itu aktif saat start balapan atau ketika ada potensi tabrakan berkecepatan tinggi yang hampir terjadi.
Masalahnya, pemain merasa perlindungan tersebut belum bekerja cukup konsisten saat perilaku agresif mulai muncul. Karena itu, banyak yang ingin sistem pencegahan hadir lebih awal, bukan menunggu sampai tabrakan benar-benar terjadi dan balapan sudah terlanjur rusak.
Namun, usulan memperluas ghosting juga memunculkan kekhawatiran dari sebagian komunitas. Mereka menilai otomasi yang terlalu luas bisa membuat duel ketat terasa terlalu steril dan mengurangi tensi balapan yang justru dicari banyak pemain.
Kekhawatiran itu membuat sebagian pemain menolak solusi yang terlalu agresif hanya demi menekan ramming. Bagi mereka, terlalu banyak momen mobil dibuat tidak bisa disentuh justru berisiko menghilangkan sensasi kompetitif yang menjadi daya tarik utama.
Matchmaking berbasis perilaku ikut masuk pembahasan
Selain ghosting, komunitas juga mulai membicarakan kemungkinan matchmaking yang lebih pintar. Salah satu gagasan yang muncul adalah mengelompokkan pengemudi berdasarkan perilaku, lalu mempertemukan pemain agresif satu sama lain lebih sering.
Pendekatan itu dinilai dapat membantu pemain yang bersih dan sportif bertemu sesama racer fair di lobi yang sama. Di sisi lain, pengemudi yang gemar ramming bisa lebih sering masuk ke kelompok sendiri dan tidak mengganggu balapan pemain lain.
Untuk saat ini, belum ada kepastian apakah Forza Horizon 6 akan memilih ghosting yang lebih ketat, matchmaking yang lebih selektif, atau gabungan keduanya. Tetapi satu hal sudah jelas, ramming sengaja telah menjadi sumber frustrasi yang semakin besar di komunitas permainan ini.
Source: www.notebookcheck.net



