Kontaminasi Pasir Picu Tarikan Mesin Pengganti Jeep, Proses Pengecoran Dipersoalkan

Stellantis kembali menyita perhatian setelah membuka dua kampanye penarikan yang sama-sama berkaitan dengan komponen penting kendaraan. Salah satunya menyangkut mesin pengganti untuk Jeep Grand Cherokee 4xe dan Wrangler 4xe, yang ternyata juga masuk daftar penarikan karena dugaan masalah mutu internal.

Kasus ini menarik karena objek yang ditarik bukan kendaraan utuh, melainkan mesin empat silinder 2,0 liter turbo yang disiapkan sebagai suku cadang pengganti. Total ada 2.689 mesin pengganti merek Mopar yang terdampak, dan sebagian di antaranya diduga mengalami kontaminasi pasir dari proses pengecoran.

Mesin cadangan yang justru berisiko

Dalam kondisi normal, mesin pengganti dipakai sebagai solusi saat kendaraan butuh perbaikan besar. Namun pada kasus ini, komponen yang seharusnya memulihkan performa justru ikut menjadi sumber risiko karena ada dugaan serpihan internal di dalam blok mesin.

Stellantis menyebut sekitar 4,3% dari mesin yang masuk kampanye terbaru diduga terkontaminasi pasir. Masalah seperti ini berpotensi memicu gangguan kerja di bagian dalam mesin dan berujung pada kegagalan fungsi.

Karena itu, dealer diminta memeriksa setiap unit terlebih dahulu. Mesin yang sudah terpasang akan ditangani sesuai kebutuhan, sedangkan mesin yang belum dipasang akan diperiksa lebih lanjut dan bisa dibeli kembali jika ditemukan masalah.

Awal persoalan berangkat dari unit Jeep yang terbakar

Sorotan besar terhadap kasus ini bermula dari sebuah Jeep Grand Cherokee 4xe model 2024 yang mengalami kebakaran di ruang mesin. Kendaraan tersebut tidak termasuk dalam kampanye awal, tetapi mesinnya dibuat pada periode yang kemudian dicurigai bermasalah.

Temuan itu memicu investigasi internal dan memperluas perhatian terhadap potensi cacat produksi dari sumber yang sama. Dari sana muncul dugaan bahwa masalah tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan kelompok komponen yang diproduksi dalam periode serupa.

Sebelumnya, Stellantis juga sudah menarik 112.859 kendaraan karena isu yang dinilai serupa. Pola itu membuat perhatian mengarah pada kemungkinan adanya sumber produksi yang sama di balik kerusakan yang muncul.

Pasir di blok mesin jadi titik kritis

Masalah utama dalam kampanye ini tertuju pada serpihan pasir yang diduga masuk ke blok mesin saat proses pengecoran. Kontaminasi seperti ini sulit dilihat dari luar, tetapi bisa mengacaukan kerja internal mesin saat komponen mulai beroperasi.

Dari sisi teknis, gangguan akibat kontaminasi semacam itu kerap baru terasa setelah mesin digunakan. Itu sebabnya penarikan dini menjadi langkah yang dipilih untuk mencegah kerusakan yang lebih jauh.

Bagi pemilik Jeep 4xe, persoalan ini ikut menyentuh kepercayaan terhadap suku cadang resmi. Mesin pengganti biasanya dipandang aman karena datang sebagai komponen baru, tetapi kasus ini menunjukkan bahwa kualitas proses produksi tetap menentukan hasil akhirnya.

Kasus lain menyentuh Ram 2500

Selain kampanye mesin Jeep, Stellantis juga mengumumkan penarikan 6.605 Ram 2500 pickup model tahun 2026. Masalahnya berasal dari steering column control module yang dapat membuat electronic stability control hilang fungsinya.

Penyelidikan atas isu ini dimulai pada Januari, lalu perusahaan menemukan adanya kegagalan internal pada modul tersebut. Jika kondisi itu terjadi, electronic stability control bisa nonaktif dan kendaraan tidak lagi memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal.

Dampaknya memang diperkirakan hanya sekitar 0,5% dari populasi recall, atau sekitar 33 kendaraan. Meski begitu, risikonya tetap dianggap serius karena sistem electronic stability control berperan penting saat mobil bermanuver atau melintasi jalan licin.

Untuk mengatasi masalah itu, dealer akan mengganti steering column control module. Penanganannya sejalan dengan langkah pada kasus mesin Jeep, yakni memeriksa komponen lalu mengganti unit yang bermasalah sebelum kendaraan kembali digunakan.

Dua kampanye baru ini menambah tekanan pada Stellantis di tengah jumlah penarikan yang terus bertambah. Dengan total 11 recall, perusahaan kini sejajar dengan GM dan Toyota dalam jumlah kampanye penarikan sepanjang tahun ini, sementara perhatian tetap tertuju pada kualitas komponen yang semestinya sudah siap pakai sebelum masuk ke kendaraan pelanggan.

Source: www.carscoops.com

Baca Juga

Back to top button