Kontrak Pernikahan Bocor Di Tengah Penyelidikan, Dugaan Strategi Besar Pangeran I An Makin Menguat

Kebocoran kontrak pernikahan Seong Hui Ju dan Pangeran I An di Perfect Crown langsung memicu sorotan, tetapi yang lebih menarik justru arah politik di baliknya. Skandal itu membuat banyak pihak curiga bahwa dokumen tersebut bukan sekadar bahan gosip istana, melainkan bagian dari langkah yang lebih besar.

Dugaan itu muncul karena I An tidak bergerak seperti sosok yang hanya ingin membersihkan nama. Ia justru meminta Perdana Menteri Min Jeong Woo membuka penyelidikan pihak eksternal setelah Hui Ju pingsan mendadak usai pernikahan dan dokter menemukan obat dengan dosis berlebihan di tubuhnya.

Langkah itu membuat suasana istana semakin panas. Ibu suri Yoon Yi Rang ingin menjaga citra kerajaan tetap tertutup dan eksklusif, tetapi penyelidikan kepolisian malah membuka konflik internal keluarga istana ke hadapan publik.

Bagi I An, kondisi tersebut bukan perkara kecil. Sebagai Pangeran Agung, ruang geraknya memang terbatas, sementara istana sedang berada dalam posisi rapuh karena ada pihak dari dalam yang diduga mengincarnya.

Di balik semua kegaduhan itu, ada satu dokumen lain yang jauh lebih sensitif, yakni wasiat Raja Seongjong. Raja Seongjong adalah kakak kandung I An yang meninggal dalam kebakaran, dan sebelum peristiwa itu ia disebut berselisih dengan Yoon Yi Rang.

Wasiat itu menjadi pusat perebutan karena Raja Seongjong disebut ingin turun tahta dan menyerahkannya kepada I An. Yoon Yi Rang menolak keinginan tersebut karena merasa sudah banyak berkorban untuk menjadi ratu.

I An ternyata sudah mengetahui keberadaan surat itu dan menyimpannya selama beberapa tahun. Saat melamar Hui Ju di depan publik, ia juga menegaskan bahwa dirinya tahu soal dokumen tersebut, dan pernyataan itu membuat Yoon Yi Rang serta ayahnya, Yoon Sung Won, mulai waspada.

Sejak saat itu, posisi I An berubah. Ia tidak lagi dilihat hanya sebagai anggota keluarga kerajaan, tetapi juga sebagai ancaman bagi pihak yang tidak ingin dirinya naik tahta.

Kecurigaan terhadapnya makin kuat karena ada rangkaian kematian yang menyelimuti keluarganya. Ibunya meninggal dalam kecelakaan mobil yang tampak seperti disengaja, tetapi penyelidikan istana menyebutnya hanya kecelakaan biasa.

Ayah I An juga meninggal akibat serangan jantung mendadak. Setelah itu, Raja Seongjong tewas dalam kebakaran yang juga dianggap mencurigakan oleh banyak orang.

Tiga kematian itu terjadi beruntun dalam satu dekade terakhir. Jika rangkaian tersebut bukan kebetulan, maka I An justru bisa menjadi target berikutnya dalam perebutan pengaruh dan tahta.

Dari sini, kebocoran kontrak pernikahan Hui Ju dan I An tidak lagi terlihat sebagai skandal pribadi biasa. Dokumen itu bisa saja dipakai untuk membentuk opini publik sekaligus membuka jalan agar wasiat raja keluar dari tempat penyimpanan yang sama.

I An sendiri selama ini tidak memiliki banyak kekuatan untuk mengendalikan opini publik karena ia lebih banyak mendedikasikan diri pada kepentingan istana. Namun setelah bertemu Hui Ju, ia tampak menyadari bahwa persepsi publik dapat menjadi senjata yang efektif.

Pergantian asistennya dengan Do Hye Jung juga ikut menimbulkan tanda tanya. Do Hye Jung selama ini bekerja sebagai orang kepercayaan Hui Ju, sehingga langkah itu membuat dugaan tentang strategi besar di balik hubungan mereka semakin kuat.

Meski demikian, rencana semacam itu tidak sepenuhnya aman bagi I An. Hui Ju bisa saja lebih cepat memahami arah permainan itu, apalagi keduanya pernah menekankan pentingnya kejujuran dan komunikasi dalam hubungan mereka.

Hui Ju juga bukan sosok yang mudah diremehkan. Ia berasal dari keluarga yang mengembangkan bisnis di berbagai sektor, sehingga pengaruh keluarganya bersama posisi I An di istana membuat keduanya sama-sama berbahaya bagi kekuasaan lama.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version