Strasbourg menutup laga kontra Monaco dengan kemenangan yang terasa liar sekaligus menentukan. Skor 5-4 di Stade de la Meinau bukan hanya menunjukkan pertandingan yang terbuka, tetapi juga menempatkan Martial Godo sebagai sosok paling penting di malam itu.
Pemain Strasbourg itu mencetak dua gol dan menjadi pembeda saat laga berjalan penuh naik turun. Satu golnya memastikan Le Racing menutup musim Ligue 1 dengan hasil yang dramatis, sementara kemenangan ini juga menegaskan rapatnya persaingan kedua tim di papan tengah atas.
Pertandingan sejak awal memang berjalan dalam tempo tinggi. Strasbourg dan Monaco sama-sama saling menyerang, tetapi pertahanan keduanya terlihat longgar sehingga peluang datang silih berganti.
Dalam situasi seperti itu, Strasbourg sempat tertinggal tekanan lebih dulu. Namun tim asuhan Patrick Vieira mampu merespons dengan permainan yang agresif dan efektif, lalu perlahan mengubah arah laga lewat kontribusi para pemain depannya.
Gol pertama Godo lahir pada menit ke-34 setelah menerima umpan matang dari Julio Enciso dari sisi kanan dalam. Penyelesaian tenang itu membuat skor kembali imbang 1-1 dan memberi Strasbourg ruang untuk menjaga momentum.
Selepas jeda, Godo tetap menjadi ancaman utama bagi Monaco. Pada menit ke-60, ia menguji kiper lawan dengan tembakan rendah yang hanya melenceng tipis, menunjukkan bahwa intensitas serangannya tidak menurun.
Ancaman itu sempat berbuah gol pada menit ke-71, tetapi hakim garis menganulirkannya karena offside. Meski begitu, Godo tidak kehilangan pengaruh dan tetap aktif mencari celah sampai fase akhir pertandingan.
Momen penentunya datang pada menit ke-84. Umpan tarik Diego Moreira diselesaikan Godo dengan tendangan kaki kanan mendatar yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang, sekaligus membawa Strasbourg unggul 5-4.
Kontribusi Godo juga terlihat dari data pertandingan. Ia mencatat tiga tembakan, dua tepat sasaran, tiga dribel sukses, dan enam kali merebut penguasaan bola.
Hasil ini membuat Strasbourg mengakhiri musim dengan modal positif setelah menambah tiga poin di kandang. Mereka finis di posisi kedelapan dengan 53 poin dari 34 pertandingan, hanya terpaut satu angka dari Monaco yang menutup musim satu tingkat di atasnya dengan 54 poin dari jumlah laga yang sama.
Laga sembilan gol ini memperlihatkan betapa tipis jarak kedua tim, tetapi Strasbourg keluar sebagai pemenang berkat ketenangan Godo di saat-saat paling menentukan. Monaco memang ikut produktif dalam mencetak gol, namun pulang tanpa poin dari pertandingan yang penuh drama tersebut.
Source: mediaindonesia.com