Langkah Berani BYD Menanggung Penuh Risiko Mobil Otonom, Tekan Rival China

BYD mengambil langkah berani di tengah ketatnya persaingan mobil pintar di China. Perusahaan itu menyatakan siap menanggung penuh kerugian finansial jika kecelakaan terjadi akibat sistem urban navigate-on-autopilot miliknya.

Sikap ini langsung menarik perhatian karena tidak banyak pabrikan yang bersedia memikul risiko seperti itu. Di saat banyak pemain lain masih berhitung soal batas tanggung jawab teknologi bantuan mengemudi, BYD justru membuka perlindungan yang lebih luas bagi penggunanya.

Jaminan tersebut berlaku untuk pengguna God’s Eye A dan B selama satu tahun sejak kendaraan diserahkan. Pemilik lama juga masuk dalam perlindungan itu selama satu tahun setelah memperbarui perangkat lunak ke versi 5.0 melalui pembaruan jarak jauh.

Cakupannya dibuat tidak bergantung pada siapa pemilik kendaraan saat klaim diajukan. Artinya, perlindungan itu tetap melekat meski mobil berpindah tangan, sesuatu yang tidak selalu ditemukan dalam skema perlindungan yang umumnya hanya mengikuti transaksi awal.

Wang Chuanfu, chairman sekaligus president BYD, menilai keputusan itu sebagai bentuk keyakinan pada teknologi perusahaan. Dalam acara yang membahas strategi kecerdasan kendaraan BYD, ia menyebut langkah mengambil tanggung jawab Level 3 dan Level 4 pada tahap Level 2 sebagai bukti kepercayaan penuh terhadap sistem yang mereka kembangkan.

Komitmen itu juga bukan muncul sendirian. Pada July 2025, BYD sudah lebih dulu berjanji menutup kerugian penuh bagi pengguna yang mengalami kecelakaan saat memakai fitur smart parking di China.

Di sisi produk, BYD membuat God’s Eye B yang dilengkapi LiDAR lebih mudah dijangkau. Sistem itu akan tersedia sebagai opsi di seluruh lini model BYD dengan harga 12.000 yuan, atau sekitar $1.770.

Wang menilai city navigate-on-autopilot adalah fitur keselamatan penting. Karena itu, ia mengatakan fitur tersebut seharusnya tidak dimasukkan ke harga dasar kendaraan, sementara BYD menegaskan spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunaknya akan tetap seragam baik saat dipilih sebagai opsi maupun saat sudah menjadi standar.

Dorongan teknis di balik strategi BYD

Di belakang kebijakan perlindungan itu, BYD juga menyiapkan fondasi teknologi baru. Perusahaan memperkenalkan Xuanji Architecture 2.0 dengan desain central brain full-stack buatan internal yang diklaim mampu memangkas latensi sistem hingga 80% dibanding rata-rata industri.

BYD turut meluncurkan large model physical AI baru untuk memperkuat kemampuan pengambilan keputusan kendaraan dalam skenario berkendara yang kompleks. Basis pengembangan ini didukung armada BYD yang menghasilkan hingga 200 juta kilometer data berkendara per hari.

Untuk God’s Eye C, BYD menyebut sistemnya akan naik ke versi 4.0. Sistem tersebut memakai arsitektur end-to-end tanpa bergantung pada peta definisi tinggi, dan fitur quasi-urban navigate-on-autopilot dijadwalkan meluncur mulai September 2026.

Perusahaan juga menyiapkan platform teknologi khusus untuk autonomous driving Level 3 dan Level 4. Platform ini membawa sistem keamanan redundan 10 kali lipat yang mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sensor hingga sistem pengereman.

Skala armada dan chip internal ikut diperkuat

Hingga akhir May, jumlah kendaraan BYD yang sudah dilengkapi sistem bantuan mengemudi mencapai 3,15 juta unit. Skala ini memberi BYD basis besar untuk pengembangan algoritma sekaligus peluang lebih kuat untuk membawa teknologi autonomous driving ke pasar yang lebih luas.

Di saat yang sama, BYD memamerkan chip smart driving otomotif 4-nanometer buatannya sendiri, Xuanji A3. Chip itu sudah masuk produksi massal, dan tiga chip yang bekerja bersama dapat menghasilkan daya komputasi total lebih dari 2.100 TOPS.

Gabungan jaminan tanggung jawab, perangkat keras baru, dan dorongan perangkat lunak yang agresif membuat langkah BYD terasa lebih dari sekadar pembaruan produk. Di pasar smart car China yang makin padat, pendekatan ini berpotensi menaikkan standar perlindungan pengguna sekaligus menekan pesaing untuk menawarkan jaminan keselamatan yang setara.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version