LavAni Selangkah Menuju Gelar Proliga 2026, Bhayangkara Presisi Terjepit Jelang Laga Kedua

Jakarta LavAni membuka Grand Final Proliga 2026 dengan langkah kuat setelah menaklukkan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat malam WIB. Hasil itu langsung menempatkan LavAni satu kemenangan lagi dari gelar musim ini, sementara Bhayangkara Presisi harus menghadapi situasi yang jauh lebih berat.

Kemenangan tersebut tidak hadir lewat laga yang mudah, karena kedua tim sempat saling menekan dan berbalas skor dalam fase-fase penting pertandingan. Namun, LavAni menunjukkan ketenangan lebih baik saat momen penentu datang, sedangkan Bhayangkara Presisi justru kehilangan peluang untuk menjaga tekanan tetap seimbang hingga akhir.

LavAni lebih efektif saat pertandingan masih ketat

Set pertama menjadi gambaran awal bagaimana laga ini berjalan dengan tensi tinggi. Skor sempat sama kuat 17-17 sebelum LavAni berhasil memecah kebuntuan dan melaju ke 20-17.

Keunggulan itu menjadi titik penting bagi tim yang diperkuat Boy Arnez tersebut, karena setelah memimpin mereka mampu menjaga jarak sampai menutup set pertama 25-22. Start yang stabil membuat LavAni punya landasan kuat untuk mengendalikan ritme laga sejak awal.

Pada level final, keunggulan kecil seperti itu kerap menentukan arah pertandingan. LavAni memanfaatkannya dengan baik tanpa memberi Bhayangkara banyak ruang untuk mengambil alih permainan.

Bhayangkara sempat hidup kembali di set kedua

Juara bertahan tidak menyerah begitu saja setelah tertinggal. Pada set kedua, Bhayangkara Presisi merespons dengan permainan yang lebih agresif dan membuat duel kembali berlangsung ketat.

Mereka bahkan mampu membawa skor sampai 22-22 sebelum memanfaatkan tiga poin beruntun untuk membalikkan keadaan dan merebut set tersebut 25-22. Hasil itu sempat menjaga asa Bhayangkara tetap terbuka dan mengembalikan kedudukan menjadi imbang 1-1.

Momen tersebut menunjukkan bahwa Bhayangkara masih punya kemampuan untuk menyaingi LavAni. Meski begitu, kemampuan menjaga konsistensi pada poin-poin akhir belum cukup untuk mempertahankan momentum lebih lama.

Dua set terakhir menjadi milik LavAni

Setelah kehilangan set kedua, LavAni kembali memperlihatkan kontrol permainan yang lebih solid. Pada set ketiga, mereka tampil dominan dan membuat Bhayangkara kesulitan mengembangkan serangan.

Permainan rapat serta efektif dari LavAni membuat lawan jarang mendapat ruang untuk membangun tekanan. Dominasi itu berujung pada kemenangan telak 25-16 yang kembali mengubah arah laga ke kubu LavAni.

Pola serupa berlanjut pada set keempat. Bhayangkara sempat memimpin di awal, tetapi LavAni mampu membalikkan situasi lewat permainan yang lebih konsisten dan pertahanan yang disiplin hingga menutup set dengan skor 25-18.

Tekanan kini beralih ke Bhayangkara

Hasil 3-1 membuat LavAni berada dalam posisi paling menguntungkan pada Grand Final Proliga 2026. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada gim kedua yang juga digelar di GOR Amongrogo, Sabtu, untuk memastikan gelar juara.

Sebaliknya, Bhayangkara Presisi kini tidak punya banyak ruang untuk salah langkah. Mereka wajib menang agar final berlanjut ke gim penentuan pada Minggu, sehingga laga berikutnya berubah menjadi pertaruhan besar bagi sang juara bertahan.

Dengan modal kemenangan perdana ini, LavAni jelas datang ke pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Bhayangkara harus segera menemukan jawaban jika ingin menjaga peluang mempertahankan trofi tetap hidup.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button