Lawan Demi Kemanusiaan, Fans MU Dan Barcelona Satukan Dukungan Untuk Anak Kanker

Suasana stadion yang biasanya identik dengan rivalitas akan berubah menjadi ajang solidaritas ketika fans Manchester United dan Barcelona turun ke lapangan untuk tujuan kemanusiaan. Melalui laga amal mini soccer bertajuk Cepak Bola 2026, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia ingin mengajak publik melihat isu kanker anak dengan cara yang lebih hangat dan penuh energi.

Pertandingan ini mempertemukan United Indonesia, komunitas pendukung Manchester United, dan Indo Barca, pendukung Barcelona. Laga dijadwalkan berlangsung di lapangan Triboon Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Pemrakarsa ide kegiatan ini, Hanru Emil yang merupakan Co-founder agensi Ambilhati, menilai kampanye kanker tidak seharusnya selalu dibungkus suasana muram. Menurutnya, anak-anak yang membutuhkan dukungan justru memerlukan semangat yang menular dan suasana yang terasa gembira.

Selain pertandingan antarsuporter, acara ini juga dirancang agar menarik perhatian publik lewat perpaduan olahraga dan hiburan. Kehadiran dua basis fans besar itu diharapkan membuat atmosfer pertandingan meriah sekaligus memperkuat pesan sosial yang ingin disampaikan Pita Kuning.

Seluruh donasi dari penonton dan hasil lelang jersey pemain akan disalurkan 100 persen untuk mendukung pendampingan anak-anak pejuang kanker. Penerima manfaatnya adalah puluhan anak dampingan Pita Kuning yang berusia 0-18 tahun dan tersebar di Jabodetabek, Yogyakarta, serta Bali.

Pita Kuning selama ini tidak hanya menaruh perhatian pada aspek medis. Yayasan ini juga menekankan perawatan paliatif dan pemenuhan hak anak agar mereka tetap bisa menjalani masa pengobatan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Tyas Amalia menegaskan bahwa pendampingan itu bukan janji kesembuhan. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama yayasan adalah membantu anak-anak tetap bisa bermain, belajar, dan tumbuh di tengah proses pengobatan.

Dukungan untuk acara ini juga datang dari sejumlah nama yang ikut meramaikan kegiatan. Mantan pemain Timnas Indonesia, Ismed Sofyan dan Atep, akan diundi ke dalam tim, sementara komika Afif Xavi menambah warna hiburan di tengah agenda sosial tersebut.

Pita Kuning sendiri memiliki sejarah dukungan yang panjang. Pandji Pragiwaksono mulai tergerak setelah melihat langsung kondisi anak penderita kanker saat syuting acara Kena Deh pada 2006, ketika ia diminta memenuhi keinginan seorang anak di Rumah Sakit Dharmais.

Pengalaman itu kemudian mendorong Pandji membawa isu tersebut ke siaran radio di Hard Rock FM bersama Steny Agustaf. Respons publik saat itu sangat besar, dengan donasi dan relawan mengalir hingga yayasan resmi berbadan hukum pada 2007.

Hingga kini, Pandji masih menjadi salah satu pendiri sekaligus pembina yayasan. Selain dia, Indro Warkop juga mendukung Pita Kuning sebagai dewan pengawas dengan latar kepedulian personal terhadap kehilangan orang-orang terdekat.

Cepak Bola 2026 menjadi kelanjutan dari upaya menggabungkan olahraga, hiburan, dan solidaritas sosial dalam satu kegiatan. Seluruh hasil donasi diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pendampingan anak-anak Pita Kuning agar mereka tetap mendapat ruang untuk hidup dengan lebih layak di tengah pengobatan.

Source: www.suara.com
Exit mobile version