Di kelas laptop 14 inci, HP OmniBook X 14 langsung menarik perhatian lewat kombinasi layar OLED 1800p dan kecerahan puncak 1100 nit. Paket ini membuat perangkat tersebut terasa menonjol, terutama bagi pengguna yang mencari laptop tipis dengan tampilan premium tanpa harus mengorbankan mobilitas.
HP membawa model ini ke pasar global sebagai bagian dari lini OmniBook X yang lebih dulu diperkenalkan di CES 2026 di Las Vegas. Pada tahap awal ketersediaannya, perusahaan baru merilis varian berbasis Intel Panther Lake, meski HP juga sempat menyebut adanya versi dengan Snapdragon X2.
Layar jadi nilai jual utama
Sisi visual menjadi pembeda paling kuat pada OmniBook X 14. Panel OLED 1800p yang digunakan sanggup mencapai 500 nit pada mode SDR dan naik hingga 1100 nit saat mode HDR aktif.
Layar tersebut juga mendukung refresh rate variabel 120 Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa lebih halus saat dipakai bekerja, menonton, atau berpindah antar aplikasi.
Untuk varian OLED, HP menyematkan baterai 70 Wh. Sementara itu, model dasar dengan layar IPS 1200p hadir dengan baterai 59 Wh.
Pilihan prosesor dibuat lebar
Di balik bodinya yang ringkas, HP menyiapkan opsi performa yang cukup serius. Pilihan prosesor dimulai dari Intel Core Ultra 5 325 hingga Core Ultra X9 388H, sehingga pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan dan kelas pemakaian.
Rentang tersebut menunjukkan bahwa OmniBook X 14 tidak hanya diarahkan untuk efisiensi daya. HP juga menempatkannya sebagai perangkat yang tetap relevan untuk pekerja profesional dan pengguna kreatif yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Konfigurasi paling atas dilengkapi RAM hingga 32 GB. Untuk penyimpanan, HP menawarkan SSD PCIe Gen 5 berkapasitas sampai 2 TB.
Pada varian tertinggi, laptop ini juga sudah membawa grafis Intel Arc B390. Susunan spesifikasi itu membuat model teratas lebih siap menangani tugas grafis berat dibandingkan opsi yang lebih sederhana.
Tetap ringan untuk dibawa
Meski spesifikasinya tinggi, HP masih menjaga sisi portabilitas. Bobot OmniBook X 14 berada di kisaran 1,3 kg, sehingga tetap nyaman dibawa untuk kebutuhan harian.
Desainnya dibuat tipis dan elegan dengan balutan warna perak. Ukuran dan bobotnya bahkan disebut berada dekat dengan MacBook Air 13 inci, walau HP menawarkan lebih banyak pilihan konfigurasi.
Karakter itu membuat OmniBook X 14 menyasar pengguna yang ingin laptop premium tanpa beban angkut yang berlebihan. Perangkat ini terlihat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kerja fleksibel, baik di meja kerja maupun saat berpindah tempat.
Harga mengikuti konfigurasi
Di sejumlah pasar, OmniBook X 14 sudah bisa dipesan dengan banderol yang berbeda-beda sesuai spesifikasi. Di Amerika Serikat, harga awalnya sekitar Rp22 jutaan atau $1.399 untuk model Core Ultra 5.
Di Kanada, varian dasar dengan Core Ultra 5 dijual mulai dari Rp20 jutaan atau sekitar 1.799 dolar Kanada. Sementara di Inggris, model dengan Core Ultra 7 356H dan RAM 24 GB dipasarkan sekitar Rp25 jutaan atau 1.249 poundsterling.
Untuk konfigurasi paling tinggi dengan Core Ultra X9 dan grafis Arc B390, harganya bisa mencapai Rp42 jutaan atau sekitar $2.699. Rentang ini memperlihatkan posisi OmniBook X 14 sebagai laptop yang disiapkan untuk berbagai kelas pengguna, dari yang mengutamakan efisiensi hingga yang mengejar layar premium dan performa tinggi.