Di kelas HP 1 jutaan, persaingan pada Juni 2026 terasa jauh lebih padat dibanding beberapa waktu lalu. Pembeli tidak lagi hanya mencari harga murah, tetapi juga layar yang lebih mulus, baterai besar, dan fitur yang membuat perangkat tetap nyaman dipakai harian.
Perubahan itu membuat segmen entry level punya daya tarik baru. Sejumlah model kini hadir dengan refresh rate tinggi, memori lega, NFC, hingga dukungan 5G, sehingga pilihan di rentang harga ini terasa lebih matang untuk dipertimbangkan.
Layar mulus dan baterai besar jadi penentu utama
Salah satu ciri paling menonjol dari HP 1 jutaan saat ini adalah layar dengan refresh rate tinggi. Opsi 90 Hz sampai 120 Hz memberi pengalaman scrolling dan menonton video yang terasa lebih halus, terutama untuk pengguna yang aktif membuka media sosial.
Baterai juga menjadi nilai jual yang sulit diabaikan. Kapasitas 5.200 mAh hingga 6.000 mAh membuat banyak model lebih siap menemani aktivitas seharian tanpa terlalu sering mencari pengisi daya.
Pilihan yang menonjol di kisaran Rp1 jutaan
Vilaon P50s masuk daftar dengan layar 90 Hz dan fitur dynamic bar. Harga yang berada di kisaran Rp1,3 jutaan membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin tampilan lebih mulus dengan biaya tetap terjaga.
Itel City 200 NFC menawarkan paket yang lebih lengkap. Perangkat ini membawa desain tipis, layar 120 Hz, NFC, dan sertifikasi IP65 yang menambah nilai dari sisi kenyamanan serta ketahanan.
Infinix Smart 20 juga menjadi opsi yang patut dilirik. Ponsel ini dibekali layar punch hole, refresh rate tinggi, dan baterai 5.200 mAh, dengan harga sekitar Rp1,7 jutaan.
Samsung Galaxy A07 hadir sebagai pilihan dari merek besar di kisaran Rp1,7 jutaan. Daya tarik utamanya terletak pada optimasi One UI yang ringan dan kamera 50 MP yang cukup menonjol di kelas ini.
Ponsel murah yang membawa fitur lebih lengkap
Poco C71 tampil dengan kombinasi yang jarang ditemukan di segmen entry level. Layar 120 Hz dan penyimpanan 128 GB membuatnya lebih nyaman untuk multitasking ringan, termasuk media sosial dan streaming video.
Di sisi lain, ZTE Nubia A76 5G menawarkan jalur masuk yang paling ekonomis ke jaringan generasi kelima. Harga sekitar Rp1,8 jutaan dipadukan dengan chipset Unisoc T8300 yang dinilai cukup gesit untuk kebutuhan harian dan multitasking.
ZTE Nubia A56 mengambil pendekatan berbeda lewat fitur AI dan RAM dinamis hingga 12 GB. Kombinasi itu memberi ruang lebih lega bagi pengguna yang butuh respons lebih fleksibel di kelas harga terjangkau.
Baterai ekstra besar dan durabilitas ikut naik kelas
Xiaomi Redmi A7 Pro menyasar pengguna yang mengutamakan layar besar dan baterai awet. Ponsel ini membawa layar 6,9 inci, baterai 6.000 mAh, dan HyperOS yang mendukung efisiensi daya untuk pemakaian jangka panjang.
Realme Note 60X mengandalkan durabilitas sebagai nilai utama. Dengan harga sekitar Rp1,9 jutaan, perangkat ini memiliki sertifikasi IP54 dan Armor Cell Protection untuk membantu melindungi bodi dari benturan ringan maupun percikan air.
Poco C81 Pro menutup daftar dengan pendekatan desain dan daya tahan. Ponsel ini menawarkan tampilan belakang yang elegan serta baterai 6.000 mAh, sehingga cocok bagi pengguna yang ingin kesan premium di kelas entry level.
Apa yang paling dicari pembeli sekarang
NFC, sertifikasi IP54 atau IP65, RAM dinamis, dan antarmuka yang ringan ikut memperkuat daya tarik masing-masing model. Fitur-fitur itu memberi pengaruh langsung pada kenyamanan penggunaan harian, bukan sekadar menambah daftar spesifikasi.
Penyimpanan 128 GB juga makin penting karena aplikasi dan file terus bertambah. Kehadiran model 5G di rentang harga terjangkau menandai perubahan penting, sebab ponsel murah kini tidak lagi hanya soal angka harga, tetapi juga kesiapan untuk dipakai lebih lama.