Gangguan layar pada mobil modern kini bukan lagi sekadar soal kenyamanan. Pada lebih dari 82.000 kendaraan Toyota dan Lexus, masalah perangkat lunak pada sistem infotainment bisa membuat layar dasbor berubah hitam dan menghilangkan tampilan kamera mundur.
Kondisi ini membuat isu tersebut diperlakukan sebagai persoalan keselamatan. Saat monitor utama mati, pengemudi kehilangan bantuan visual ketika mobil bergerak mundur, sementara sejumlah fungsi lain yang terhubung ke layar juga berpotensi ikut terdampak.
Toyota menjelaskan sumber masalah berada pada kesalahan perangkat lunak di modul konektivitas kendaraan. Ketika mobil dinyalakan, sistem head unit dapat gagal memuat data dengan benar, lalu monitor di dasbor tidak menampilkan apa pun atau masuk ke kondisi layar hitam.
Di kendaraan yang terdampak, gangguan itu tidak berhenti pada tampilan hiburan. Kamera belakang yang bergantung pada layar utama tidak lagi menampilkan gambar sebagaimana mestinya, dan beberapa kontrol keselamatan aktif serta navigasi terintegrasi juga bisa ikut terganggu.
Model yang masuk daftar recall
Penarikan kembali ini mencakup sejumlah model dari dua merek tersebut. Dari Toyota, nama yang disebut antara lain RAV4, Highlander, Grand Highlander, Corolla, dan Prius.
Dari Lexus, model yang terdampak mencakup RX Series, NX Series, LX Series, serta RZ yang merupakan model listrik. Daftar itu menunjukkan bahwa recall menjangkau SUV keluarga, sedan, SUV premium, dan mobil listrik sekaligus.
Mayoritas kendaraan yang masuk daftar berada dalam kelompok produksi baru saat sistem infotainment generasi terbaru dipakai lebih luas. Namun, informasi awal yang beredar belum merinci seluruh varian satu per satu.
Perbaikan disiapkan tanpa biaya
Toyota menyiapkan pembaruan perangkat lunak gratis untuk pemilik kendaraan yang terdampak. Seluruh proses perbaikan tidak dikenakan biaya, sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan dana tambahan.
Ada dua jalur penyelesaian yang disediakan. Untuk kendaraan yang mendukung konektivitas internet, pembaruan bisa dilakukan lewat jalur over-the-air atau OTA.
Sementara itu, kendaraan yang membutuhkan penanganan manual dapat dibawa ke dealer resmi Toyota atau Lexus. Teknisi akan memasang pembaruan yang diperlukan agar sistem head unit kembali normal.
Skema ini memberi pilihan sesuai kemampuan konektivitas tiap mobil. Pemilik yang kendaraannya mendukung OTA bisa menyelesaikan pembaruan dari rumah, sedangkan unit lain tetap bisa ditangani melalui jaringan layanan resmi.
Apa yang perlu dicek pemilik
Toyota dan Lexus akan mengirim surat pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan yang teridentifikasi terdampak. Surat tersebut menjadi acuan awal untuk memastikan apakah unit tertentu masuk dalam program recall.
Selain menunggu pemberitahuan, pemilik juga bisa memeriksa status kendaraan secara mandiri melalui situs resmi masing-masing merek. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan Nomor Identifikasi Kendaraan atau VIN.
Langkah itu penting, terutama bila layar infotainment pernah tidak menyala atau tiba-tiba hitam saat mesin dinyalakan. Gejalanya memang tidak selalu muncul setiap saat, tetapi verifikasi VIN membantu memastikan kendaraan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kasus ini kembali menunjukkan besarnya peran perangkat lunak pada mobil modern. Saat satu modul konektivitas bermasalah, dampaknya bisa merembet ke kamera mundur, navigasi, dan fungsi lain yang kini banyak terpusat pada satu layar di dasbor.