Layar Lipat Masih Paling Rapuh, Umur Pakai Foldable Android Kerap Berhenti Di Tahun Kedua

Banyak pemilik foldable Android mulai menilai usia pakainya tidak sepanjang ponsel biasa. Untuk sebagian pengguna, perangkat lipat terasa realistis dipakai sekitar dua hingga tiga tahun, terutama karena layar lipat dan engsel tetap menjadi dua area paling rentan.

Masalah itu muncul karena foldable membawa mekanisme buka-tutup yang terus bekerja setiap hari. Berbeda dengan smartphone standar yang bodinya lebih sederhana, ponsel lipat harus menanggung tekanan tambahan di bagian yang paling sering bergerak.

Layar dalam masih jadi sumber keluhan terbesar

Keluhan paling serius pada foldable sering datang dari layar bagian dalam. Panel ini umumnya memakai ultra-thin glass dan screen protector, bukan kaca yang lebih kuat seperti pada smartphone biasa.

Dampaknya, kerusakan layar menjadi isu yang paling sering dibahas pengguna. Di forum, masalah yang muncul tidak hanya retak, tetapi juga screen protector yang terkelupas dan gangguan pada fungsi layar dalam.

Seorang pengguna Reddit bernama Jerky_san bahkan menyebut Galaxy Z Fold sebagai perangkat yang “luar biasa, tapi tidak untuk semua orang”. Ia mengeluhkan Fold 3 dan Fold 4 miliknya, termasuk layar retak tanpa jatuh serta gangguan Bluetooth dan Wi-Fi.

Pengalaman pemakaian bisa sangat berbeda

Di sisi lain, ada juga pengguna yang merasa foldable generasi baru jauh lebih meyakinkan. Vlaun mengatakan Fold 5 miliknya sudah dipakai hampir dua tahun dan masih terasa sangat kokoh.

Pengguna lain, bgf2414, juga menceritakan pengalaman positif dengan Fold 5 yang tetap bertahan meski dipakai di lokasi konstruksi. Perangkat itu disebut sempat beberapa kali jatuh ke beton, lumpur, hingga lubang air.

Namun, pengalaman baik itu tidak menghapus risiko khas ponsel lipat. Pengguna zorbyss melaporkan screen protector pada layar bagian dalam Fold 5 mulai terkelupas setelah sekitar 18 bulan, lalu muncul retak kecil setelahnya.

Tanda rusak sering muncul setelah tahun pertama

Pola yang sama juga terlihat dari survei durability yang dibahas pengguna Reddit bernama Macusercom untuk seri Galaxy Z Fold hingga Fold 6. Dalam pembahasan itu, Fold 5 dan Fold 6 dinilai jauh lebih andal dibanding generasi ketiga dan keempat.

Data yang dibahas menunjukkan kerusakan serius seperti retak, terkelupas, dan patah cenderung muncul setelah tahun pertama. Puncaknya disebut berada di sekitar dua tahun, yang memperkuat anggapan bahwa umur pakai foldable memang masih lebih pendek dari ponsel biasa.

Salah satu tanda kerusakan internal yang ikut disorot adalah layar dalam yang tidak lagi bisa membuka benar-benar rata. Gejala itu menjadi sinyal awal bahwa mekanisme lipat mulai mengalami masalah.

Produsen terus menambah klaim ketahanan

Di tengah kekhawatiran soal umur pakai, produsen foldable semakin agresif menonjolkan daya tahan. Samsung, Google, Motorola, Honor, dan merek lain sama-sama menampilkan klaim ketahanan pada model-model baru mereka.

Beberapa perangkat seperti Pixel 10 Pro Fold dan Honor Magic V6 menawarkan ketahanan air dan debu. Galaxy Z Fold 7 bahkan disebut memiliki panel lipat yang mampu bertahan hingga 500.000 kali lipatan.

Angka itu 2,5 kali lebih tinggi dibanding pendahulunya dan disebut sejalan dengan kompetitor di kelas foldable. Tambahan rangka logam yang kuat dan kaca pelindung yang lebih tahan pada layar luar juga membuat perangkat generasi baru terlihat lebih siap untuk dipakai harian.

Perlindungan tambahan tetap dianggap penting

Karena harga foldable cenderung mahal dan risikonya masih tinggi, banyak pemilik menilai perlindungan tambahan sebagai kebutuhan. Samsung Care+ disebut mendapat apresiasi dari pengguna karena menawarkan penggantian screen protector gratis atau penggantian inner screen penuh seharga $29.

Di pasar yang makin ketat, daya tahan kini juga menjadi bagian utama persaingan. Honor Magic V6, misalnya, diumumkan dengan engsel berbahan baja terkuat yang tersedia secara komersial.

Kondisi itu menunjukkan bahwa foldable memang terus membaik, tetapi layar lipat masih menjadi titik kritis yang paling menentukan umur pakainya. Bagi banyak pengguna, pertanyaan utamanya kini bukan lagi apakah foldable bisa dipakai, melainkan berapa lama bagian paling rapuhnya mampu bertahan.

Exit mobile version