Lebih dari 10.000 karyawan Nvidia kini mulai memakai Codex berbasis GPT-5.5, menandai langkah OpenAI membawa alat bantu coding itu ke pemakaian yang jauh lebih luas di lingkungan perusahaan. Di Nvidia, adopsi tersebut tidak berhenti di tim teknik saja, melainkan merambah ke berbagai fungsi bisnis yang berbeda.
Langkah ini juga mendapat sorotan karena datang bersamaan dengan dukungan langsung dari Jensen Huang kepada karyawan Nvidia. Melalui pesan internal, pimpinan Nvidia itu menegaskan pentingnya memanfaatkan alat berbasis AI tersebut dan memberi sinyal kuat bahwa perusahaan sedang bergerak ke arah kerja yang semakin terotomatisasi.
Dipakai lintas divisi di Nvidia
Berdasarkan blog Nvidia, para insinyur perusahaan sudah menggunakan GPT-5.5 lewat aplikasi Codex selama beberapa minggu. Hasilnya disebut sudah terlihat dalam pekerjaan sehari-hari dan dapat diukur, sehingga pemakaiannya dinilai tidak lagi sebatas uji coba terbatas.
Pengguna Codex di Nvidia datang dari banyak divisi. Selain engineering, ada pula product, legal, marketing, finance, sales, HR, operations, hingga developer programs.
Perusahaan chip itu juga menggarisbawahi respons internal yang sangat positif. Dalam keterangan resminya, beberapa karyawan disebut menggambarkan dampaknya sebagai sesuatu yang “mind-blowing” dan “life-changing”.
Kolaborasi yang diuji di infrastruktur Nvidia
OpenAI tidak hanya memperluas akses Codex, tetapi juga memasukkan GPT-5.5 ke dalam sistem tersebut. Integrasi itu menjadi bagian dari kerja sama dengan Nvidia, termasuk untuk pengujian pada infrastruktur komputasi milik perusahaan chip tersebut.
Nvidia menyebut Codex dijalankan di atas sistem rack-scale GB200 NVL72. Infrastruktur itu diposisikan sebagai fondasi penting untuk menjalankan inferensi model frontier dalam skala perusahaan.
Dalam blog resminya, Nvidia mengklaim sistem tersebut mampu memberikan biaya 35 kali lebih rendah per juta token. Perusahaan juga menyebut output token per detik per megawatt bisa 50 kali lebih tinggi dibanding sistem generasi sebelumnya.
Efisiensi token jadi nilai pembeda
Di tengah persaingan alat coding AI yang makin ketat, efisiensi token menjadi salah satu daya tarik utama. Token adalah satuan kerja model AI, sehingga beban tugas yang lebih berat biasanya membutuhkan token lebih banyak.
Konteks ini menjadi relevan setelah pengguna Anthropic sempat mengeluhkan batas token pada Claude yang lebih cepat habis dibanding sebelumnya. Dalam situasi seperti itu, efisiensi token dipandang sebagai faktor penting bagi penyedia model AI yang menyasar pelanggan perusahaan.
OpenAI menyatakan Codex mampu menyelesaikan tugas serupa dengan penggunaan token yang jauh lebih sedikit. Klaim itu ditempatkan sebagai keunggulan yang bukan hanya hemat, tetapi juga tetap mampu menangani pekerjaan yang kompleks.
Dorongan dari Sam Altman dan Jensen Huang
Sam Altman menyampaikan lewat X bahwa OpenAI mencoba cara baru bersama Nvidia untuk menggulirkan Codex ke seluruh organisasi. Ia mengatakan hasil uji coba tersebut sangat memuaskan dan menjadi dorongan bagi pengembangan berikutnya.
Dari sisi Nvidia, Jensen Huang bahkan dikabarkan mengirim email ke seluruh perusahaan dan meminta karyawan memanfaatkan Codex. Pesan itu menunjukkan bahwa adopsi AI di internal Nvidia dipandang sebagai bagian dari arah strategis perusahaan, bukan program sampingan.
Dalam pesan yang sama, Huang menutup dengan kalimat, “Let’s jump to lightspeed. Welcome to the age of AI.” Ungkapan itu menegaskan bagaimana Nvidia melihat perubahan cara kerja yang sedang berlangsung di dalam perusahaan.
Persaingan pasar alat coding AI semakin tajam
Perluasan Codex hadir di tengah kompetisi yang makin sengit di pasar coding AI. Artikel referensi menyoroti meningkatnya perhatian terhadap Anthropic, terutama melalui Claude Code yang dikenal mampu menulis ratusan baris kode secara mandiri.
Tekanan dari pesaing itu disebut ikut mendorong OpenAI memperkuat posisi Codex. Dalam beberapa bulan terakhir, Codex berkembang dari alat bantu penulisan kode menjadi ekosistem rekayasa perangkat lunak yang lebih agentic dan cakupannya lebih luas.
Dengan adopsi di lebih dari 10.000 karyawan Nvidia, OpenAI tampak ingin menunjukkan bahwa Codex siap dipakai dalam skala besar. Di saat yang sama, dukungan dari Nvidia memberi gambaran bahwa alat coding AI mulai masuk ke alur kerja perusahaan teknologi raksasa secara lebih serius.
Source: www.indiatoday.in




