Leganes Tertampar Empat Gol Di Butarque, Andorra Makin Dekat Ke Zona Playoff

Kekalahan telak di Butarque membuat Leganes menerima pukulan besar dalam persaingan papan bawah. FC Andorra pulang membawa kemenangan 4-0 sekaligus menjaga asa mereka tetap hidup dalam perburuan zona playoff.

Hasil itu juga memperburuk situasi tuan rumah karena jarak mereka dengan zona degradasi kini tinggal empat poin. Di saat Leganes harus menghadapi tekanan besar dari tribun sendiri, Andorra justru tampil sangat efektif ketika peluang datang.

Leganes Mendominasi Awal, Andorra Tetap Tenang

Sejak menit awal, Leganes berusaha mengambil kendali permainan dengan tempo tinggi. Duk, Plano, dan Leiva sempat menciptakan ancaman, tetapi semuanya gagal mengarah menjadi gol karena penampilan sigap kiper Andorra, Owono.

Cuaca panas di wilayah Madrid ikut membuat ritme laga terasa berat. Namun, persoalan paling mencolok dari Leganes tetap ada pada penyelesaian akhir yang tidak efisien meski mereka cukup sering masuk ke area berbahaya.

Andorra memilih pendekatan yang lebih rapi. Tim tamu menunggu momen yang tepat untuk menyerang balik, lalu memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik saat babak pertama hampir selesai.

Gol Pembuka Mengubah Arah Pertandingan

Marc Cardona membuka keunggulan Andorra satu menit sebelum turun minum. Proses gol itu sempat ditinjau melalui VAR karena ada dugaan gangguan dari Marcos Leiva, tetapi wasit tetap mengesahkannya.

Keunggulan 1-0 membuat Andorra memasuki ruang ganti dengan modal penting. Sementara itu, Leganes harus mengejar ketertinggalan dalam kondisi mental yang sudah mulai tertekan setelah gagal memaksimalkan peluang awal.

Memasuki babak kedua, masalah Leganes justru semakin terlihat. Lini belakang mereka kehilangan koordinasi pada saat yang krusial, dan situasi itu langsung dimanfaatkan tim tamu untuk menambah jarak skor.

Bencana di Babak Kedua untuk Tuan Rumah

Andorra menggandakan keunggulan lewat Alende pada menit ke-52. Gol itu lahir dari kelengahan pertahanan Leganes yang tidak mampu menjaga organisasi di belakang, sehingga keadaan pertandingan berubah semakin berat bagi tuan rumah.

Tak lama kemudian, Josep Cerda ikut menambah penderitaan Leganes. Ia menemukan ruang di sisi kanan pertahanan yang kosong setelah pergantian pemain, lalu mengubah skor menjadi 3-0 pada menit ke-63.

Leganes makin sulit keluar dari tekanan setelah tertinggal jauh. Andorra tetap menjaga disiplin permainan dan terus menekan tanpa memberi banyak kesempatan bagi tuan rumah untuk membangun serangan yang lebih rapi.

Theo Le Normand kemudian menutup pesta gol dengan torehan keempat sepuluh menit sebelum laga berakhir. Gol itu lahir dari kelengahan barisan belakang Leganes yang kembali gagal merespons dengan baik situasi di dalam kotak penalti.

Reaksi Keras dari Tribun Butarque

Skor 0-4 di kandang memicu kekecewaan besar dari para pendukung Leganes. Ribuan suporter yang memadati stadion meluapkan rasa frustrasi kepada para pemain dan jajaran direksi.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa berat tekanan yang kini harus ditanggung tim tuan rumah. Kekalahan di depan publik sendiri bukan hanya merusak moral, tetapi juga menambah sorotan terhadap performa Leganes yang dinilai jauh dari harapan.

Meski begitu, Leganes sebenarnya tidak tampil tanpa peluang. Mereka sempat punya beberapa momen untuk membuka skor lebih dulu, tetapi kegagalan memanfaatkan kesempatan itu membuat situasi berbalik menjadi hukuman berat saat Andorra mulai menemukan celah.

Posisi Leganes Semakin Rawan

Kekalahan ini membuat Leganes tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 42 poin dari 37 pertandingan. Berdasarkan data yang dilansir AS, persaingan di papan bawah kini semakin rapat setelah pekan ke-37 berakhir.

Jarak mereka dengan zona degradasi ke Primera RFEF kini tinggal empat poin. Dengan beberapa tim di bawah yang posisinya berdekatan, satu hasil buruk saja dapat mengubah keadaan secara signifikan.

Dalam situasi seperti ini, performa melawan Andorra menjadi sinyal serius bagi Leganes. Mereka perlu segera memperbaiki organisasi permainan, terutama di lini belakang, agar ancaman zona merah tidak semakin nyata pada sisa kompetisi.

Bagi Andorra, kemenangan tandang ini memberikan dorongan besar karena efisiensi mereka tampil sangat menentukan. Hasil di Butarque menunjukkan bahwa peluang untuk terus bersaing di papan atas masih terbuka, selama konsistensi permainan bisa dipertahankan.

Baca Juga

Back to top button