Marc Marquez Akui Selama Ini Menutup Rasa Sakit Bahu, Saraf Kanan Ternyata Jadi Sumber Masalah

Di balik kecepatan yang masih bisa ia tunjukkan, Marc Marquez ternyata selama ini memikul masalah fisik yang jauh lebih rumit dari yang terlihat. Pembalap Ducati Lenovo itu mengaku bahunya bermasalah dan kondisi saraf di lengan kanannya ikut terganggu, sampai ia menggambarkan dirinya seperti sedang balapan dengan “satu setengah tangan”.

Pengakuan itu muncul setelah kecelakaan di Sprint Race MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. Momen tersebut membuka cerita yang selama ini ia simpan rapat, termasuk kenapa performanya kerap naik turun meski di beberapa sesi masih tampak sangat cepat.

Masalah yang tak selalu terasa

Marquez menjelaskan bahwa gangguan itu berawal dari insiden di MotoGP Indonesia musim 2025. Saat itu, ia terlibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama dan cedera lama di area bahunya kembali bermasalah.

Dari insiden tersebut, salah satu sekrup di bahunya disebut bergeser dan menekan saraf radial pada lengan kanan. Dampaknya tidak selalu hadir dalam bentuk nyeri yang sama, sehingga masalah itu sempat sulit dipahami secara utuh.

“Ada sekrup yang menyebabkan masalah pada saraf saya. Kadang terasa, kadang tidak,” kata Marquez kepada tim Ducati, dikutip dari YouTube Ducati.

Cepat, tetapi tidak benar-benar bebas

Kondisi itu menjelaskan mengapa Marquez bisa terlihat sangat kompetitif, tetapi tetap kehilangan banyak hal di atas motor. Ia menyebut masih mampu melaju cepat, namun kehilangan sekitar setengah detik per lap tanpa mengetahui penyebab pastinya sejak awal.

Hal tersebut juga memberi konteks pada beberapa momen aneh yang terjadi sepanjang musim MotoGP 2026. Marquez beberapa kali tampil tidak konsisten dan mengalami kecelakaan yang sulit dijelaskan hanya sebagai kesalahan biasa di lintasan.

Di Le Mans, gambaran itu makin terlihat jelas. Pada sesi Q1, ia sempat memecahkan rekor lap sebelum akhirnya terjatuh keras di Sprint Race, sebuah kombinasi yang menunjukkan betapa besar potensi sekaligus betapa terbatasnya kenyamanan yang ia rasakan saat mengendalikan Ducati Desmosedici.

Suasana garasi yang mendadak hening

Pengakuan Marquez di garasi Ducati berlangsung emosional. General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna dan kepala kru Marco Rigamonti tampak mendengarkan dengan serius saat ia menjelaskan kondisi yang selama ini berusaha disembunyikan.

Marquez mengaku sebenarnya ingin menutup rapat persoalan itu agar bisa menjalani akhir pekan balapan tanpa tekanan tambahan. Ia berharap fokusnya di lintasan tidak terganggu oleh situasi fisik yang sedang dialaminya.

“Saya ingin melewati akhir pekan tanpa memikirkan itu,” ujarnya.

Operasi dipercepat setelah Le Mans

Sebelum kecelakaan di Le Mans, operasi memang sudah dijadwalkan setelah MotoGP Catalunya. Namun, patah tulang kaki yang dialaminya di Le Mans membuat prosedur itu dipercepat agar bisa dilakukan bersamaan.

Operasi akhirnya dijalankan sehari setelah kecelakaan tersebut. Tim medis disebut mengangkat dua sekrup yang rusak dan fragmen tulang lama yang memicu kompresi saraf radial di lengan kanan Marquez.

Akibat kondisi itu, Marquez dipastikan absen pada MotoGP Catalunya. Ducati Lenovo pun harus tampil hanya dengan Francesco Bagnaia sebagai satu-satunya pembalap tim pabrikan pada akhir pekan tersebut.

Dampak ke perebutan poin

Absennya Marquez menjadi pukulan bagi Ducati, apalagi ia masih terlibat dalam persaingan klasemen MotoGP 2026. Sebelum MotoGP Prancis, Marquez berada di posisi kelima dan tertinggal 44 poin dari pemuncak sementara, Bezzecchi.

Bagi Ducati, pemulihan Marquez kini menjadi perhatian besar. Tim berharap kondisi fisiknya membaik tanpa hambatan agar ia bisa kembali ke lintasan dan melanjutkan perburuan poin ketika tubuhnya sudah memungkinkan.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version