Bagi Melaney Ricardo, pilihan menjadi afiliator bukan sekadar ikut tren, melainkan cara baru menjaga pemasukan di tengah turunnya daya tarik endorsement. Presenter itu melihat pola belanja publik sudah berubah, sehingga promosi lewat foto atau video yang formal tidak lagi sekuat dulu.
Perubahan perilaku konsumen membuatnya lebih tertarik pada model jualan yang berlangsung langsung dan interaktif. Karena itu, ia memilih aktif berjualan lewat siaran langsung di media sosial ketimbang terus bergantung pada cara promosi yang lama.
Melaney mengaku sempat hanya mengamati profesi afiliator yang semakin ramai. Setelah melihat peluangnya berkembang, ia kemudian mempelajari cara kerja bisnis tersebut agar bisa ikut terlibat.
Menurut Melaney, banyak orang sekarang bergerak ke model penjualan yang lebih aktif. Situasi itu membuatnya merasa perlu menyesuaikan diri dengan arah baru di industri kreatif dan pemasaran digital.
Ia juga tidak merasa perlu menjaga gengsi sebagai figur publik ketika harus berbicara lama di depan kamera untuk menawarkan produk. Bagi Melaney, yang terpenting adalah tetap produktif dan membantu ekonomi keluarga.
“Bayar uang sekolah anak nggak bisa pake gengsi aja,” ujar Melaney. Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan yang ia ambil bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga soal tanggung jawab keluarga.
Hasil dari langkah baru itu pun terasa nyata. Melaney mengaku berhasil membeli mobil baru dari komisi penjualan sebagai afiliator, bukan dari honor sebagai presenter televisi atau pekerjaan di layar kaca.
Ia menyebut penghasilan tersebut sebagai hasil kerja keras di jalur yang kini ia pilih. Melaney juga menegaskan bahwa dirinya berusaha mencari penghasilan halal melalui penjualan produk di media sosial.
Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana peran selebritas ikut bergeser di era digital. Tidak sedikit figur publik yang kini tidak hanya bertumpu pada popularitas di televisi, tetapi juga memanfaatkan platform sosial untuk membangun pendapatan yang lebih langsung dan fleksibel.
Bagi Melaney, afiliator bukan lagi pilihan cadangan. Ruang kerja itu kini ia lihat sebagai jawaban yang sesuai dengan pasar saat ini, sekaligus peluang yang bisa terus digarap di tengah menurunnya endorsement tradisional.
Ia berharap langkahnya bisa menjadi dorongan bagi orang lain, terutama para ibu, untuk tidak ragu mencari peluang baru. Dalam pandangannya, perubahan arah kerja justru bisa membuka jalan saat cara lama tak lagi memberi hasil yang sama.
Source: mediaindonesia.com