Mesin Kompresi Tinggi BYD M6 DM Menuntut BBM RON 92, Efisiensi PHEV Tetap Terjaga

BYD M6 DM menempatkan urusan bahan bakar sebagai hal yang tidak bisa dianggap sepele. Untuk menjaga mesin PHEV ini tetap bekerja sesuai rancangan, bensin dengan oktan minimal RON 92 menjadi batas aman yang direkomendasikan.

Poin tersebut penting karena M6 DM bukan mobil listrik murni. Di balik karakter elektrifikasinya, model ini masih mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dengan rasio kompresi tinggi yang sangat sensitif terhadap kualitas BBM.

Mesin bensin tetap punya peran penting

Head of Product PT BYD Motor Indonesia Bobby Bharata mengatakan rekomendasi minimum RON 92 akan dicantumkan langsung pada kendaraan. Ia menjelaskan, spesifikasi itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan teknis mobil dan tetap didukung sistem pendinginan yang memadai.

Menurut Bobby, penggunaan RON 92 ditujukan agar kerja mesin tetap efisien dalam berbagai kondisi pemakaian. Karena itu, pemilik tidak disarankan memakai bahan bakar di bawah standar tersebut bila ingin karakter mesin tetap optimal.

Mesin bensin pada BYD M6 DM memakai kapasitas 1.500 cc dengan rasio kompresi 16:1. Angka ini tergolong tinggi, sehingga butuh bensin beroktan lebih baik untuk membantu pembakaran berjalan lebih sempurna dan mengurangi potensi knocking.

Cara kerja berubah sesuai kondisi jalan

M6 DM dibekali teknologi DM-i 5.0 atau Dual Mode Intelligent yang menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. BYD menyebut pendekatan itu sebagai electric first karena karakter berkendaranya dibuat mendekati mobil listrik murni.

Dalam skema tersebut, mesin bensin lebih sering bertugas sebagai pemasok energi listrik dan pendukung efisiensi pada kondisi tertentu. Namun perannya tetap krusial saat mobil menghadapi kebutuhan berkendara yang berbeda-beda.

Di jalan perkotaan, M6 DM dapat berjalan dalam mode EV murni. Ketika kecepatan naik ke level menengah, sistem akan masuk ke mode hybrid seri, lalu mesin bekerja menghasilkan listrik untuk motor listrik.

Saat melaju di jalan tol, mesin bisa terhubung langsung ke roda demi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Lalu ketika butuh tenaga besar, seperti menyalip atau menanjak, mesin dan motor listrik bekerja bersama lewat mode parallel hybrid.

Spesifikasi yang mendukung efisiensi

Di atas kertas, BYD M6 DM menggunakan mesin 1,5 liter dengan tenaga 72 kW atau setara 96,5 dk dan torsi 125 Nm. Mobil ini juga memakai motor EHS 5.0 dengan putaran hingga 15.000 rpm.

BYD turut menyematkan sistem kontrol terintegrasi 7-in-1, dengan klaim kemampuan komputasi chip yang meningkat hingga 146 persen. Selain itu, M6 DM dibekali sistem manajemen termal yang diklaim mampu menghemat energi hingga 10 persen pada suhu tinggi.

Mobil ini juga menggunakan Blade Battery yang dirancang tahan terhadap kondisi ekstrem. Soal efisiensi, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM dapat mencapai rata-rata 65 kilometer per liter.

Bahan bakar tetap jadi bagian dari kesesuaian teknis

Kombinasi mesin berkompresi tinggi, teknologi PHEV, dan mode berkendara yang beragam membuat urusan BBM pada BYD M6 DM tidak bisa diperlakukan seperti mobil biasa. BBM di model ini bukan sekadar penunjang, melainkan bagian dari kesesuaian teknis kendaraan.

Karena itu, rekomendasi minimum RON 92 menjadi detail penting bagi calon pengguna. Dengan memilih bahan bakar yang sesuai, performa, efisiensi, dan daya tahan mesin dapat tetap mengikuti rancangan pabrikan.

Source: otomotif.kompas.com

Baca Juga

Back to top button