Meski Izinkan Baru Dibekukan, Kanada Masih Kirim Barang Militer Ke Israel Rp 261 Miliar

Pembatasan Kanada atas senjata baru untuk Israel tidak menghentikan seluruh arus barang militer ke negara tersebut. Sepanjang 2025, pengiriman tetap berjalan dan nilainya mencapai US$ 14,67 juta atau sekitar Rp 261 miliar.

Angka itu tercantum dalam Laporan Tahunan Barang dan Teknologi Strategis 2025 yang dirilis Kementerian Luar Negeri Kanada. Data tersebut memperlihatkan bahwa Ottawa masih membuka jalur ekspor tertentu, meski menahan persetujuan izin baru yang dinilai berpotensi dipakai dalam konflik di Jalur Gaza.

Puluhan izin masih dipakai

Selama periode itu, ada 50 izin ekspor yang digunakan untuk mengirim barang militer ke Israel. Pemerintah Kanada menjelaskan bahwa izin yang dipakai tidak semuanya diterbitkan pada 2025, karena sebagian sudah disetujui pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan kata lain, pembatasan yang diberlakukan Ottawa tidak serta-merta memutus seluruh ekspor yang sudah berjalan. Izin lama tetap dapat digunakan selama masih sesuai ketentuan yang berlaku.

Israel sendiri tercantum sebagai salah satu tujuan ekspor militer yang dikendalikan pemerintah Kanada. Dari total ekspor militer sekitar US$ 2,05 miliar ke negara-negara selain Amerika Serikat, pengiriman ke Israel menjadi bagian yang ikut dicatat dalam laporan resmi itu.

Izin baru masih dibekukan

Kementerian Luar Negeri Kanada menegaskan bahwa pendekatan pembekuan izin baru tetap berlaku. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejak 8 Januari 2024, pemerintah Kanada belum menyetujui izin ekspor senjata baru ke Israel yang dapat digunakan dalam konflik di Gaza.

Pemerintah juga menyampaikan bahwa sejumlah izin ekspor barang militer turut ditangguhkan bila dinilai berpotensi digunakan dalam konflik di Gaza. Kebijakan ini menunjukkan Ottawa mengambil jalur ganda, yakni membatasi izin baru sambil tetap mengawasi penggunaan izin yang sudah ada.

Langkah itu membuat Kanada tetap berada dalam posisi yang hati-hati. Di satu sisi, pemerintah mempertahankan kontrol ketat terhadap ekspor yang berpotensi berkaitan langsung dengan perang di Gaza, tetapi di sisi lain pengiriman militer masih berlangsung melalui izin yang belum kedaluwarsa.

Angka yang sudah pernah dilaporkan

Data ekspor ke Israel dalam laporan tahunan itu disebut konsisten dengan dokumen yang sebelumnya telah disampaikan kepada Komite Tetap Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional di Dewan Perwakilan Rakyat Kanada. Artinya, angka yang muncul bukan temuan baru, melainkan bagian dari pelaporan resmi pemerintah.

Keberlanjutan ekspor juga menegaskan bahwa pembatasan Kanada belum mencakup penghentian total hubungan perdagangan militer dengan Israel. Yang dibatasi adalah penerbitan izin baru untuk penggunaan yang dinilai bisa terkait langsung dengan konflik di Gaza, bukan seluruh aktivitas ekspor yang masih berjalan melalui izin lama.

Situasi ini menempatkan kebijakan Ottawa di bawah sorotan internasional, terutama karena perang di Gaza terus menjadi perhatian. Kanada mempertahankan larangan atas izin baru untuk senjata yang berpotensi dipakai dalam konflik, sementara pengiriman barang dan teknologi militer tetap tercatat dengan nilai jutaan dolar.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version