Met Gala 2026 kembali menjadi panggung besar yang memperlihatkan betapa kuatnya posisi K-Pop di dunia mode. Bukan hanya hadir sebagai tamu, para idol Korea Selatan itu tampil sebagai pusat perhatian yang membuat karpet merah Metropolitan Museum of Art, New York, terasa semakin ramai dibicarakan.
Sorotan terbesar datang dari Blackpink dan Aespa. Kehadiran enam idol dalam ajang yang sama menegaskan bahwa pengaruh mereka sudah melampaui musik dan kini ikut membentuk citra fesyen internasional.
Blackpink tampil lewat empat karakter berbeda
Blackpink menjadi nama yang paling banyak dibicarakan karena Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé sama-sama tampil di Met Gala pada tahun yang sama. Situasi ini memperkuat posisi mereka sebagai figur global yang kerap dipercaya merek mode internasional untuk membawa citra mewah dan modern.
Lisa mencuri perhatian lewat pilihan yang paling berani. Ia mengenakan busana rancangan Robert Wun dengan dominasi warna putih, lengan tiga dimensi, dan veil transparan yang memberi kesan futuristis.
Busana Lisa juga dirancang mengikuti bentuk lengannya sendiri. Detail itu membuat tampilannya terasa eksperimental sekaligus sangat personal.
Rosé mengambil jalur yang lebih elegan lewat gaun hitam rancangan Saint Laurent karya Anthony Vaccarello. Desain tersebut terinspirasi motif burung yang pernah melekat pada Yves Saint Laurent, lalu dipadukan dengan perhiasan berlian dari Tiffany & Co.
Jennie hadir dengan gaya yang sangat lekat dengan Chanel. Ia mengenakan gaun biru yang dihiasi sekitar 15.000 payet berbentuk daun metalik, sehingga tampil glamor dan artistik dalam satu paket.
Jisoo juga menarik perhatian karena menjalani debut di Met Gala. Ia tampil dalam gaun Dior rancangan khusus Jonathan Anderson yang menonjolkan sisi feminin, anggun, dan elegan.
Aespa membawa simbol tradisi ke panggung global
Dari kubu Aespa, Karina dan Ningning sama-sama menjalani debut di Met Gala dan langsung mencuri sorotan. Keduanya tampil dengan gaya yang memadukan kemewahan, modernitas, dan karakter visual yang kuat.
Karina mengenakan gaun satin putih rancangan Prada yang dipasangkan dengan jubah hitam. Referensi utamanya berasal dari hanbok, pakaian tradisional Korea dari periode Tiga Kerajaan, sehingga tampilannya punya makna budaya yang kuat di ajang mode internasional.
Ningning tampil dalam gaun hitam rancangan Gucci. Ia melengkapi penampilannya dengan perhiasan mewah dari Bvlgari yang memberi kesan berkelas dan spektakuler.
K-Pop makin sulit dipisahkan dari mode dunia
Kehadiran Blackpink dan Aespa di Met Gala 2026 menunjukkan bahwa idol Korea Selatan kini dipandang sebagai wajah penting budaya populer modern. Mereka bukan lagi sekadar bintang musik, tetapi juga penentu selera fesyen yang semakin diperhitungkan di panggung global.
Rumah mode besar juga tampak terus memberi ruang bagi artis Korea Selatan untuk tampil di ajang bergengsi seperti ini. Di tengah ketatnya sorotan karpet merah, para idol itu membuat Met Gala 2026 terasa lebih mewah, relevan, dan penuh pengaruh lintas industri.
Source: www.beritasatu.com




