Mitsubishi sedang menata jalan kembali ke segmen pikap Amerika Serikat dengan pendekatan yang jauh lebih efisien. Alih-alih membangun semuanya sendiri, pabrikan Jepang itu memilih menggandeng Nissan agar bisa memangkas biaya impor sekaligus mempercepat masuk ke pasar yang sudah lama ditinggalkannya.
Langkah ini penting karena Mitsubishi kini menjadi satu-satunya produsen mobil Jepang yang tidak memiliki fasilitas produksi sendiri di Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan basis produksi lokal melalui kerja sama manufaktur, perusahaan punya peluang membangun pijakan baru tanpa harus memulai dari nol.
Salah satu kunci strategi itu adalah penggunaan fondasi yang sudah disiapkan Nissan. Menurut Car and Driver, pikap Mitsubishi yang baru kemungkinan besar akan berbagi basis dengan Nissan Frontier generasi terbaru, sehingga model itu dapat diproduksi langsung di Amerika Serikat.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan upaya Mitsubishi menekan hambatan biaya tambahan yang berkaitan dengan tarif impor. Di saat yang sama, langkah ini memberi ruang bagi perusahaan untuk masuk ke pasar pikap dengan beban pengembangan yang lebih ringan.
Pakai platform baru milik Nissan
Platform yang akan menjadi dasar model itu disebut sebagai arsitektur body-on-frame generasi baru yang tengah dikembangkan Nissan. Basis ini dijadwalkan meluncur sekitar 2028 dan akan dipakai untuk sejumlah model baru Nissan dan Infiniti.
Artinya, proyek Mitsubishi bukan proyek berdiri sendiri. Nissan Frontier generasi berikutnya hanya salah satu model yang akan memanfaatkan arsitektur tersebut, karena Nissan Xterra terbaru juga dikabarkan akan memakai fondasi yang sama.
Beberapa SUV premium dari Infiniti pun disebut ikut berbagi platform yang serupa. Hal itu menunjukkan bahwa pengembangan ini menjadi bagian dari program produk yang lebih luas di dalam aliansi, bukan sekadar proyek tunggal untuk satu merek.
Bagi Mitsubishi, strategi ini memberi keuntungan yang besar di sisi efisiensi. Perusahaan tetap bisa menghadirkan kendaraan yang cocok dengan selera konsumen Amerika Serikat, namun tanpa menanggung seluruh biaya riset dan pengembangan dari awal.
Masuk sebelum akhir dekade
Meski jadwal resminya belum diumumkan, model tersebut diperkirakan hadir sebelum 2030. Waktu peluncuran itu menempatkan proyek ini di jalur pengembangan jangka menengah, tetapi arah bisnisnya sudah terlihat jelas.
Kehadiran pikap baru ini juga berkaitan dengan target penjualan Mitsubishi yang lebih besar. CEO Mitsubishi, Takao Kato, menyebut model tersebut masuk dalam rencana perusahaan untuk meningkatkan penjualan global dalam beberapa tahun ke depan.
Mitsubishi menargetkan penjualan tahunan naik dari sekitar 797.000 unit pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret menjadi sekitar 930.000 unit per tahun pada awal dekade 2030-an. Masuk ke pasar besar seperti Amerika Serikat dinilai bisa membantu mendukung target itu.
Segmen pikap sendiri masih memiliki daya tarik kuat di pasar Amerika Serikat. Kelas ini diminati konsumen yang mencari kendaraan serbaguna dan tangguh, sehingga Mitsubishi mencoba mengisi celah yang sudah lama kosong.
Kembalinya nama lama ke pasar AS
Mitsubishi terakhir kali menjual pikap di Amerika Serikat pada 2009 lewat Raider. Model itu pada dasarnya merupakan versi rebadge dari Dodge Dakota, sehingga rencana terbaru ini menjadi upaya membangun posisi yang lebih relevan untuk era sekarang.
Arah baru itu tidak berhenti di pikap. Mitsubishi juga tengah menyiapkan kebangkitan SUV Pajero, dan dalam presentasi perusahaan terlihat rencana pengembangan keluarga Pajero yang turut mencakup model berukuran lebih kecil di bawah Pajero utama.
Presentasi tersebut juga memuat tulisan “Pajero = Montero”. Detail itu memunculkan spekulasi bahwa nama Montero bisa kembali dipakai di pasar Amerika Serikat, mengingat nama itu pernah menjadi identitas Pajero di wilayah tersebut.
Jika proyek pikap dan keluarga Pajero berjalan sesuai arah yang sudah ditampilkan, Mitsubishi akan memiliki identitas yang lebih kuat di Amerika Serikat. Fokusnya mengarah pada kendaraan tangguh, berkarakter petualang, dan punya nilai historis bagi sebagian konsumen.
Kerja sama yang makin luas
Kolaborasi Mitsubishi dan Nissan juga tidak berhenti di segmen pikap dan SUV. Mitsubishi disebut berencana meluncurkan mobil listrik kompak untuk konsumen AS dalam waktu dekat, yang disebut-sebut akan menjadi versi rebadge dari Nissan Leaf generasi terbaru.
Rangkaian rencana itu memperlihatkan pola kerja sama yang semakin dalam antara kedua perusahaan di pasar Amerika. Di satu sisi mereka menyiapkan produk berkemampuan off-road, sementara di sisi lain mereka membuka jalan untuk kendaraan listrik kompak.
Jika seluruh strategi ini berjalan sesuai rencana, Mitsubishi akan kembali hadir di Amerika Serikat dengan portofolio yang jauh lebih beragam dibanding sebelumnya. Perusahaan tidak lagi bertumpu pada satu model, melainkan membangun kembali posisinya lewat kerja sama manufaktur, platform bersama, dan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat.