Di banyak bengkel, ada motor yang membuat mekanik langsung menghitung risiko sebelum mulai membuka bodi. Bukan karena mesinnya selalu bermasalah, melainkan karena desainnya menyulitkan akses ke komponen yang paling sering diservis.
Model-model seperti ini kerap memakan waktu jauh lebih lama dari pekerjaan biasa. Panel rapat, baut tersembunyi, dan kancing bodi yang mudah pecah membuat bongkar pasang berubah menjadi pekerjaan yang menguras tenaga.
Herdi Nofriadi dari kanal YouTube HND Garage menilai persoalan itu berawal dari rancangan pabrikan. Menurut dia, tidak semua motor sulit dikerjakan, tetapi ada model yang sejak awal memang dibuat dengan akses servis yang rumit.
Dari sisi bengkel, kerumitan itu bukan perkara kecil. Mekanik harus bekerja ekstra hati-hati karena risiko kerusakan saat membuka panel cukup besar, sementara hasil servis belum tentu sepadan dengan waktu dan tenaga yang habis.
Pada motor yang bodinya terlihat bersih dan minim baut, mekanik sering justru harus membuka banyak panel hanya untuk menjangkau komponen umum. Herdi menyebut pekerjaan yang biasanya selesai sekitar 30 menit bisa molor menjadi lebih dari dua jam.
Honda PCX 160 jadi salah satu yang paling sering dikeluhkan
Honda PCX 160 disebut masuk daftar motor yang paling merepotkan saat masuk bengkel. Untuk pekerjaan seperti mengganti komstir, mekanik disebut harus membongkar hampir seluruh bodi motor.
Risiko lain juga ikut membayangi. Panel PCX 160 kerap membutuhkan alat pengungkit khusus agar tidak rusak saat dibuka, dan Herdi menilai biaya pekerjaan komstir sekitar Rp100 ribuan tidak sebanding dengan tingkat kesulitannya.
Honda Stylo menyulitkan karena akses baut dan komponen yang tertutup
Honda Stylo juga membuat mekanik berpikir dua kali sebelum menerima servis. Tata letak baut yang tersembunyi membuat servis CVT memerlukan engkol khusus berbentuk L.
Akses ke throttle body pun tidak sederhana. Mekanik harus membongkar hingga ke bagian belakang, sehingga satu unit Stylo bisa menyita waktu yang seharusnya cukup untuk menangani beberapa motor lain.
Motor lawas pun tidak selalu mudah dikerjakan
Yamaha Mio Karbu tetap dianggap merepotkan meski sudah berstatus motor lawas. Bongkar karburator disebut rumit karena banyak selang dan lintasan yang harus dilepas satu per satu.
Kerumitan itu bertambah karena baut di area CVT disebut jauh lebih banyak dibanding rival sekelasnya. Jika baut lama sudah slek atau dol, servis yang awalnya sulit bisa menjadi jauh lebih melelahkan.
Yamaha Vega ZR juga masuk daftar motor yang menyita tenaga bengkel. Untuk servis karburator, mekanik disebut harus membongkar hingga area belakang dan depan, sesuatu yang dinilai berlebihan untuk pekerjaan dasar.
Meski begitu, ada sisi positif yang kadang ikut muncul. Saat area itu dibuka, mekanik bisa sekalian mengecek kabel bodi dan rangka dari gangguan tikus atau karat.
Honda Blade generasi kedua kerap dihindari
Honda Blade generasi kedua disebut sebagai salah satu motor yang paling dihindari mekanik. Kerumitan saat membongkar area karburator hingga bagian belakang membuat unit ini sering memicu drama di bengkel.
Herdi menggambarkan situasi itu dengan nada satir. Ada mekanik yang memilih pura-pura sibuk memegang alat, bahkan mencari alasan untuk menjauh agar motor tersebut ditangani orang lain.
Bagi pemilik motor, dampaknya bisa terasa setelah servis selesai. Saat panel sering dibuka dengan banyak baut tersembunyi, peluang kancing bodi patah menjadi lebih besar.
Itulah salah satu alasan sebagian motor justru terasa getar atau berisik setelah pulang dari bengkel. Meski keluhan awalnya sederhana, hasil bongkar pasang yang tidak rapi bisa meninggalkan masalah baru.
Di sisi bengkel, motor yang mudah diservis jelas lebih disukai. Pekerjaan menjadi lebih cepat, risiko kerusakan bodi menurun, dan ritme kerja tidak terganggu oleh satu unit yang memakan terlalu banyak waktu.
Source: www.suara.com




