Motorola akhirnya mengakui ada masalah pada perilaku pengalihan yang sempat membuat Amazon Shopping terbuka lewat tautan pelacakan sebelum masuk ke aplikasi. Perusahaan menyebut hal itu bukan tindakan yang disengaja dan mengatakan konfigurasi yang memicu perilaku tersebut sudah diperbaiki.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pengalaman dasar pengguna saat membuka aplikasi yang sudah terpasang di ponsel. Di saat yang sama, perkara ini juga menyentuh isu sensitif lain, yaitu integritas pelacakan belanja digital dan dugaan campur tangan aplikasi bawaan.
Motorola menjelaskan bahwa pihaknya bekerja bersama Device Native untuk mengembangkan pengalaman pencarian dan saran aplikasi di Moto App Launcher. Fitur tersebut dibuat agar pengguna lebih mudah menemukan dan membuka aplikasi yang sudah ada di perangkat.
Namun, perusahaan mengakui ada masalah konfigurasi yang membuat sebagian pengguna di AS sempat diarahkan lebih dulu melalui tautan pelacakan web ketika membuka Amazon Shopping. Motorola menegaskan perilaku itu tidak dimaksudkan dan menimbulkan pengalaman yang tidak konsisten.
Menurut Motorola, pengaturan rute tersebut sudah dikoreksi setelah masalah ditemukan. Perusahaan juga menyebut aplikasi yang terpasang sekarang seharusnya kembali terbuka langsung seperti semestinya.
Aduan awal soal perilaku ini muncul dari seorang pengguna Razr Ultra 2026 di subreddit Android. Pengguna tersebut menuduh aplikasi bawaan “Smart Feed” ikut masuk ke aktivitas belanja dan bahkan “mencuri pendapatan afiliasi”.
Dalam keluhannya, pengguna itu mengatakan bahwa saat Amazon dibuka, ponsel justru lebih dulu memunculkan browser. Setelah itu, perangkat disebut mengarah ke URL yang dianggap mencurigakan sebelum akhirnya diteruskan ke amazon.com dengan kode afiliasi.
Pengguna yang sama juga mengaku memeriksa lalu lintas jaringan perangkatnya. Dari pemeriksaan itu, ia menemukan Motorola terus melakukan ping ke domain “devicenative.com”, yang kemudian memunculkan dugaan keterlibatan Device Native dalam proses pengalihan tersebut.
Meski begitu, belum ada konfirmasi bahwa kode afiliasi yang muncul benar-benar menghasilkan komisi langsung untuk Motorola. Sampai saat ini, yang dipastikan perusahaan hanyalah bahwa konfigurasi routing bermasalah itu sudah diperbaiki.
Keterangan tambahan kemudian memperluas pertanyaan tentang jalur pengalihan yang sempat terjadi. 9to5Google melaporkan bahwa tautan yang sempat muncul di Chrome sebelum Amazon terbuka juga mengarah ke situs palsu yang mengatasnamakan seorang influencer mode.
Laporan itu menyebut influencer yang dimaksud tidak mencantumkan situs tersebut di kanal resminya. Kode afiliasi yang muncul pun disebut tidak cocok dengan milik influencer tersebut.
Rangkaian temuan itu membuat kasus ini terlihat lebih kompleks daripada sekadar gangguan teknis biasa. Pengalihan lewat tautan pelacakan dan kemunculan kode afiliasi palsu menimbulkan tanda tanya tentang bagaimana mekanisme tersebut bisa aktif di perangkat konsumen.
Motorola menyatakan pihaknya serius menanggapi pengalaman pengguna, privasi, dan integritas platform. Perusahaan juga mengatakan akan terus memantau sistem agar perilaku perangkat tetap berjalan sesuai harapan.
Untuk saat ini, Motorola hanya menyebut bahwa sebagian pengguna di AS sempat terdampak, tanpa membeberkan daftar model lain yang mungkin mengalami hal serupa. Karena itu, cakupan masalah masih belum benar-benar jelas, meski perhatian publik sudah terlanjur besar.
Source: www.androidcentral.com




