Mozilla sedang menyiapkan perubahan besar untuk Firefox lewat Project Nova, dan arah pembaruannya cukup tegas: browser dibuat lebih rapi, lebih mudah dikendalikan, dan lebih siap menghadapi era fitur AI. Di saat banyak browser berlomba menambahkan kecerdasan buatan, Mozilla justru menonjolkan pilihan pengguna, termasuk tombol mati untuk mematikan seluruh fungsi AI bila dibutuhkan.
Langkah ini menjadi desain ulang terbesar Firefox sejak 2020. Peluncurannya dijadwalkan meluas pada akhir tahun, dengan pembaruan yang mencakup desktop dan mobile sekaligus.
Di sisi tampilan, Mozilla merapikan banyak elemen antarmuka agar terasa lebih menyatu. Tab, ikon, jarak antar elemen, pilihan warna, menu, dan panel ikut disentuh supaya tampilan browser terlihat lebih halus dan konsisten.
Bentuk tab juga diubah menjadi lebih bulat dan lembut. Tab aktif mendapat penegasan lewat efek gradasi, sementara palet warna bergeser dari warna datar ke kombinasi ungu gelap berasap dan nuansa hangat yang lebih terang.
Pada desktop, Mozilla memberi sorotan lebih besar pada fitur kerja seperti tab groups, vertical tabs, dan split view. Perusahaan juga menghidupkan kembali Compact mode, opsi tampilan rapat yang sebelumnya dihapus dan lama diminta pengguna.
Perubahan tidak berhenti di tampilan luar. Mozilla juga merapikan menu Settings supaya kontrol data lebih mudah ditemukan, sekaligus memperjelas keberadaan built-in VPN access dan private browsing di dalam antarmuka.
Di sisi privasi, bahasa untuk Enhanced Tracking Protection disederhanakan agar pengguna lebih mudah memahami trade-off antara perlindungan privasi dan kemudahan pakai. Mozilla juga menyiapkan kill switch khusus untuk mematikan semua fitur AI, sehingga pengguna tetap memegang kendali penuh atas fungsi browser.
Pendekatan itu menjadi pembeda penting di tengah tren browser AI dari pemain seperti Google, OpenAI, dan Perplexity. Mozilla tampak ingin menunjukkan bahwa integrasi AI tidak harus mengurangi kontrol pengguna atas privasi maupun fungsi inti browser.
Pengalaman mobile ikut diseragamkan dengan desktop. Mozilla menyatukan set warna, ikon, dan komponen desain dasar agar tampilan di ponsel terasa selaras, lalu menyiapkan tema baru dan wallpaper untuk memperluas opsi kustomisasi.
Mozilla juga memberi sinyal bahwa kontrol pengguna atas tampilan antarmuka akan terus diperluas pada pembaruan berikutnya. Salah satu area yang disorot adalah bentuk tab, yang ke depan disebut akan lebih bisa diatur sesuai preferensi.
Dari sisi performa, Mozilla mengaitkan desain baru ini dengan hasil pemblokiran third-party trackers. Dalam 12 bulan terakhir, langkah tersebut membantu menurunkan waktu muat konten halaman penting sebesar 9%.
Bagi Mozilla, angka itu memperkuat alasan di balik perombakan Firefox. Pembaruan visual tidak hanya diarahkan agar browser terlihat lebih modern, tetapi juga supaya terasa lebih cepat, lebih rapi, dan lebih mudah dikendalikan.
Pengguna yang ingin mencoba lebih awal sudah bisa melihat perubahan Nova di kanal eksperimental Firefox Nightly. Aktivasi dilakukan lewat about:config dengan membuat entri boolean baru bernama browser.nova.enabled lalu mengubahnya menjadi true sebelum browser dimulai ulang, meski kanal ini tetap berstatus prarilis dan bisa tidak stabil.





