Mugello Bawa Veda Ega Naik Ke Posisi Kelima, Empat Besar Kini Cuma Terpaut Satu Poin

Persaingan menuju empat besar Moto3 berubah makin rapat setelah seri Italia di Mugello. Di tengah kelompok papan atas yang saling berdekatan, Veda Ega Pratama kini hanya terpaut satu poin dari posisi keempat dan menjaga peluangnya tetap hidup.

Finis kedelapan di Mugello memang bukan hasil paling mencolok, tetapi justru cukup untuk mengangkat pebalap Honda Team Asia itu ke 66 poin. Hasil tersebut membuatnya naik ke posisi kelima klasemen sementara dan tetap berada dalam jarak sangat dekat dari zona empat besar.

Selisih tipis itu muncul setelah akhir pekan yang tidak mudah di lintasan sepanjang 5,2 kilometer tersebut. Mugello dikenal menuntut kecepatan puncak tinggi dan pemanfaatan slipstream yang cermat, sehingga keputusan di trek sering jauh lebih menentukan daripada sekadar keberanian menyerang.

Dalam balapan itu, Veda mengambil pendekatan yang lebih taktis. Ia tidak memaksakan manuver berisiko dan memilih menjaga ritme agar tetap membawa pulang poin, meski grup depan berlangsung sangat rapat dan peluang untuk mengambil posisi lebih tinggi tidak selalu terbuka.

Pilihan itu memberi keuntungan penting. Di tengah persaingan yang padat, hasil aman jauh lebih bernilai daripada mengambil risiko besar yang bisa berakhir tanpa poin, terlebih bagi pebalap muda yang masih berupaya menembus papan atas secara konsisten.

Klasemen makin ketat di papan atas

Setelah tujuh seri, tabel klasemen Moto3 menunjukkan jarak yang sangat sempit di barisan atas. Maximo Quiles masih memimpin dengan 145 poin, lalu Alvaro Carpe mengoleksi 93 poin dan Adrian Fernandez berada di posisi ketiga dengan 89 poin.

Brian Uriarte menempati urutan keempat dengan 67 poin, hanya satu angka di atas Veda. Di belakang Veda, Marco Morelli membayangi dengan 61 poin, disusul Valentin Perrone yang mengumpulkan 56 poin.

Persaingan tidak berhenti di situ. David Almansa menempati posisi kedelapan dengan 52 poin, Guido Pini mengoleksi 46 poin, dan David Munoz menutup 10 besar dengan 45 poin.

Rapatnya jarak antarpebalap membuat setiap poin memiliki nilai besar. Dalam situasi seperti ini, satu hasil finis saja bisa mengubah posisi klasemen secara signifikan, terutama di kelompok yang belum terpisah jauh dari lima besar.

Veda mulai jadi ancaman nyata

Di usia 17 tahun, Veda tidak lagi sekadar menjadi nama baru yang bertahan di papan tengah atas. Performa di Mugello memperlihatkan bahwa ia mulai masuk dalam radar persaingan langsung menuju empat besar.

Racecraft yang rapi menjadi salah satu modal terpenting dalam balapan yang menuntut keputusan cepat. Sikap berhati-hati juga membantunya terhindar dari insiden yang bisa mengakhiri balapan lebih awal.

Poin yang dibawa pulang dari Italia menjaga momentumnya tetap terjaga. Meski akhir pekan tidak berjalan mulus, hasil itu cukup untuk membuatnya tetap menempel ketat Brian Uriarte dan membuka peluang untuk menyalip pada seri berikutnya.

Veda juga tidak menutupi bahwa akhir pekan di Italia terasa sulit. Melalui akun media sosial pribadinya usai balapan, ia menulis, “Ini akhir pekan yang sulit, tetapi kami akan terus melangkah maju. Terima kasih tim! Selanjutnya Hungaria.”

Pernyataan itu sejalan dengan hasil yang diraihnya di lintasan. Ia memang belum tampil ideal, tetapi tetap pulang dengan angka yang membuat persaingan menuju empat besar belum tertutup sama sekali.

Hungaria jadi titik penentu berikutnya

Dengan jarak hanya satu poin dari posisi keempat, seri Hungaria akan punya arti besar bagi langkah Veda selanjutnya. Satu hasil kuat bisa langsung mengubah susunan empat besar dan memperketat lagi perebutan posisi di klasemen sementara.

Di bawah 10 besar pun situasinya masih belum longgar. Joel Kelso mengumpulkan 44 poin, Matteo Bertelle 41 poin, Dennis Foggia 39 poin, Ryusei Yamanaka 34 poin, dan Taiyo Furusato 33 poin.

Kondisi itu menunjukkan bahwa perebutan posisi di Moto3 masih terbuka lebar. Namun, perhatian kini tertuju pada Veda yang tinggal sejengkal dari zona empat besar dan berpeluang besar mengusik susunan teratas jika konsistensinya bertahan.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button