Real Madrid mulai menyusun ulang arah tim setelah musim yang berakhir tanpa gelar. Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Camp Nou pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB menjadi penegasan bahwa perubahan di Bernabeu tidak bisa lagi ditunda.
Situasi itu membuat evaluasi di klub berjalan lebih keras dari biasanya. Madrid kini tertahan di posisi kedua klasemen dengan 77 poin dan tertinggal 14 angka dari Barcelona, sehingga trofi La Liga resmi berpindah ke tangan rival utama mereka.
Mourinho kembali menguat
Di tengah dorongan untuk memulai babak baru, nama Jose Mourinho kembali masuk pembicaraan serius. Media Spanyol, AS, menyebut pelatih asal Portugal itu sebagai kandidat terkuat untuk kembali menangani Los Blancos pada musim depan.
Florentino Perez disebut menjadi sosok yang paling aktif mendorong opsi tersebut. Namun Mourinho belum sepenuhnya memberi jawaban, karena ia masih menimbang apakah dirinya siap memimpin tim yang sedang memasuki fase transisi besar dan belum stabil secara internal.
Nama Mourinho kembali mencuat karena dinilai cocok menangani ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang. Rekam jejaknya dalam mengelola skuad elite dan menjaga mentalitas juara menjadi alasan utama manajemen melihatnya masih relevan.
Perombakan tidak berhenti di kursi pelatih
Rencana Madrid tidak hanya berhenti pada kemungkinan pergantian pelatih. Klub juga menyiapkan perubahan besar pada komposisi pemain, dengan target mendatangkan sedikitnya tiga hingga empat pemain baru pada bursa transfer musim panas mendatang.
Sektor belakang menjadi prioritas utama dalam agenda tersebut. Manajemen menilai lini pertahanan sebagai titik lemah yang paling terasa sepanjang musim ini dan ingin menghadirkan pemain yang bisa langsung memberi dampak.
Sejumlah nama di area itu juga belum punya masa depan yang pasti. David Alaba, Ferland Mendy, Eder Militao, dan Raul Asencio masih masuk dalam daftar yang dievaluasi seiring rencana penyegaran skuad.
Pilar utama tetap dipertahankan
Meski bersiap melakukan perubahan besar, Real Madrid tidak berniat membongkar seluruh fondasi tim. Proyek jangka panjang klub tetap akan bertumpu pada Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.
Tiga pemain tersebut dipertahankan sebagai inti utama untuk fase berikutnya. Meski begitu, kombinasi lini depan itu dinilai belum tampil maksimal di bawah arahan taktik sebelumnya.
Pendekatan ini menunjukkan Madrid ingin membangun ulang struktur tim tanpa kehilangan pemain yang dianggap paling bernilai. Klub tampaknya memilih jalur penyegaran yang tegas, tetapi tetap menjaga elemen inti untuk masa depan.
Tekanan dari musim tanpa trofi
Kegagalan meraih gelar membuat tekanan di internal Madrid semakin besar. Kekalahan dari Barcelona bukan hanya mengakhiri peluang juara, tetapi juga menegaskan bahwa perubahan yang sudah dilakukan sebelumnya belum menghasilkan dampak yang diharapkan.
Petinggi klub sempat mengganti Xabi Alonso dengan Alvaro Arbeloa pada Januari lalu. Namun, performa tim tetap tidak menunjukkan lonjakan yang memuaskan sehingga evaluasi kini melebar dari pelatih hingga komposisi pemain.
Karena itu, arah yang sedang disusun Madrid terasa jauh lebih tegas dibanding sebelumnya. Klub ingin menutup musim tanpa trofi ini dengan awal baru yang lebih stabil, baik di bangku pelatih maupun dalam susunan skuad untuk musim 2026/2027.