NASA Kebut Pembangunan Basis Tetap Di Bulan, Misi Astronaut Menetap Kian Dekat

NASA kini mulai menata langkah paling ambisiusnya di Bulan: membangun pangkalan permanen yang akan menopang astronaut dalam waktu lama. Bukan lagi sekadar misi singkat, badan antariksa Amerika Serikat itu sudah memesan perangkat inti yang dibutuhkan agar operasi di permukaan Bulan bisa berjalan lebih serius dan berlapis.

Arah itu terlihat dari kontrak baru bernilai ratusan juta dolar AS kepada empat perusahaan Amerika Serikat. Paket kerja tersebut mencakup pendarat, kendaraan penjelajah, dan drone, yang semuanya disiapkan sebagai fondasi awal untuk aktivitas di wilayah kutub selatan Bulan.

Perangkat awal mulai disiapkan

Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, mendapat tugas menyediakan dua wahana pendarat. Kendaraan itu akan dipakai untuk membawa rover ke kutub selatan Bulan, area yang menjadi fokus utama pengembangan pangkalan.

Dua rover yang masuk dalam rencana itu dikembangkan oleh Astrolab dan Lunar Outpost. Keduanya menjadi bagian penting dari rantai persiapan yang disusun NASA sebelum astronaut tinggal lebih lama di Bulan.

Firefly Aerospace juga mendapat peran dalam kontrak tersebut. Perusahaan itu akan mengirim drone pertama ke Bulan, setelah sebelumnya berhasil mendaratkan wahana di permukaan Bulan pada tahun lalu.

Jalur ke pendaratan manusia masih berlapis

Semua perangkat awal itu ditargetkan tiba sebelum astronaut pertama dalam program Artemis mendarat di Bulan. Jadwal pendaratan paling cepat berada pada 2028, sehingga pengiriman peralatan pendahulu menjadi langkah yang sangat penting.

Di jalur yang lebih dekat, Artemis III ditargetkan berlangsung pada pertengahan 2027. Dalam misi ini, astronaut akan berlatih melakukan docking kapsul Orion dengan wahana pendarat Bulan yang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX milik Elon Musk.

Latihan docking itu menjadi tahap teknis yang krusial sebelum pendaratan astronaut dimulai. NASA menempatkannya sebagai bagian dari proses yang harus berjalan mulus sebelum masuk ke fase operasi permukaan.

Pangkalan untuk jangka panjang, bukan singgah sebentar

Pejabat program pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mendukung keberadaan astronaut dalam jangka panjang. Ia menggambarkannya sebagai lokasi yang bisa berkembang luas dan bertahan secara berkelanjutan di Bulan.

Garcia-Galan bahkan membayangkan pangkalan itu membentang hingga ratusan mil persegi. Ia juga menyebut rencana penjagaan menggunakan drone bernama MoonFall di sejumlah titik perimeter.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa NASA tidak hanya menyiapkan tempat singgah sementara. Badan itu ingin membangun basis operasi yang bisa tumbuh menjadi kawasan besar di permukaan Bulan.

Dari Artemis II ke infrastruktur permanen

Dorongan terbaru ini juga diperkuat oleh kemajuan Artemis II. Empat astronaut berhasil terbang mengelilingi Bulan pada April lalu, dan pencapaian itu disebut melampaui jarak yang pernah dicapai misi Apollo pada era 1960-an hingga 1970-an.

Setelah pendaratan manusia dimulai, fokus berikutnya bergeser ke infrastruktur permanen. Pembangunan jaringan listrik diproyeksikan berjalan mulai 2029 hingga awal 2030-an.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan penanda wilayah di area itu dibuat untuk menghormati wahana atau peralatan milik negara lain yang berada di sekitar kawasan Bulan. Ia menegaskan proyek ini tidak hanya soal eksplorasi, tetapi juga diarahkan pada manfaat yang lebih luas.

Isaacman menyebut proyek tersebut ditujukan untuk mendorong ekonomi luar angkasa, mendukung riset ilmiah, dan menjadi fondasi bagi misi manusia ke Mars. Dengan kontrak baru, target Artemis yang bertahap, dan rencana infrastruktur permanen, NASA kini menempatkan Bulan sebagai titik awal operasi manusia yang lebih lama di luar Bumi.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version